<?xml version='1.0' encoding='UTF-8'?><?xml-stylesheet href="http://www.blogger.com/styles/atom.css" type="text/css"?><feed xmlns='http://www.w3.org/2005/Atom' xmlns:openSearch='http://a9.com/-/spec/opensearchrss/1.0/' xmlns:georss='http://www.georss.org/georss' xmlns:gd='http://schemas.google.com/g/2005' xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'><id>tag:blogger.com,1999:blog-1531764432857380464</id><updated>2012-02-01T06:21:21.679-08:00</updated><category term='Pendidikan'/><category term='Pengalaman'/><category term='opini'/><category term='Politik'/><category term='Organisasi'/><category term='seni budaya'/><title type='text'>Amiruddin Shafa</title><subtitle type='html'>Sekedar torehan tulisan ku..</subtitle><link rel='http://schemas.google.com/g/2005#feed' type='application/atom+xml' href='http://shafaleader.blogspot.com/feeds/posts/default'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1531764432857380464/posts/default?max-results=100'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://shafaleader.blogspot.com/'/><link rel='hub' href='http://pubsubhubbub.appspot.com/'/><author><name>Amiruddin Shafa</name><uri>http://www.blogger.com/profile/10930309028643559988</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_4icCq81XL3w/S2SO4jPYQeI/AAAAAAAAAC0/lzl1ku-3_04/S220/IMG_1623+copy.jpg'/></author><generator version='7.00' uri='http://www.blogger.com'>Blogger</generator><openSearch:totalResults>40</openSearch:totalResults><openSearch:startIndex>1</openSearch:startIndex><openSearch:itemsPerPage>100</openSearch:itemsPerPage><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1531764432857380464.post-6991876251384050804</id><published>2011-12-21T07:09:00.001-08:00</published><updated>2011-12-21T07:21:42.572-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='opini'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Organisasi'/><title type='text'>PEMILWA UNY</title><content type='html'>Dimamika, Permasalahan dan Solusi&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/-AMeZ_lebLOU/TvH2miQxbJI/AAAAAAAAAFs/i6Sh4tnKR6k/s1600/369089_100003180292255_1812385230_n.jpg" imageanchor="1" style="clear:left; float:left;margin-right:1em; margin-bottom:1em"&gt;&lt;img border="0" height="248" width="180" src="http://3.bp.blogspot.com/-AMeZ_lebLOU/TvH2miQxbJI/AAAAAAAAAFs/i6Sh4tnKR6k/s320/369089_100003180292255_1812385230_n.jpg" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;Pemilwa tahun 2011 sudah berakhir, masih juga mneyisakan beribu permasalahan saat melaksanakannya. Hampir 6 tahun saya mencermati dinamika dan permasalahan pemilwa di uny ini, bahkan bisa dikatakan sempat menjadi pelaku di dalamnya, baik menjadi penyelenggara (KPU 2006), peserta (calon BEM MIPA 2009, dan Presiden BEM REMA 2010), dan juga sebagai pembuat peraturan (DPM REMA UNY 2010). Berbagai permasalahan dalam proses demokrasi di kampus ini sebenarnya selalu berulang terjadi, dan entah sebenarnya kita mau menyelesaikannya atau tidak.  Disini saya berusaha menuliskan beberapa permasalahan yang ada serta memberikan sedikit gagasan untuk dapat menjadi evaluasi bersama dan saran demi kemajuan kampus UNY secara umum. Beberapa permasalahan yang sering terjadi adalah:1. Permasalahan waktu penyelenggaraan PEMILWAPermasalahan ini masih menjadi budaya di UNY, kegiatan besar yang di kemas dalam waktu singkat. Pemilwa tidak dapat dilaksanakan dalam waktu yang singkat, terbukti banyak calon yang merasa belum siap menghadapi proses pemilwa (exp: kasus pemilwa 2011). Persiapan yang terlalu sempit membuat para peserta pemilwa menjadi keteteran dalam melaksanakan kampanye, pendanaan, tim sukses, dll (exp: kasus pemilwa 2009). Keluhan-keluhan ini sering terjadi saat para peserta pemilwa memasuki masa kampanye.  Sehingga bisa dikatakan pemilwa menjadi tidak ada warna sama sekali, dinamika dan proses terasa begitu cepat dan tidak menyentuh mahasiswa secara merata. Apalagi partai mahasiswa saat pada tahun 2011 ini di hapuskan, menjadikan para peserta pemilwa tambah tergesa-gesa dalam melaksanakan pemilwa.  Dari permasalahan ini solusi yang saya tawarkan adalah:Diperpanjang proses pemilwanya, jika biasanya 1 bulan maka idealnya dapat diajukan menjadi 3 bulan proses pemilwa dilaksanakan.Gagasan ini sudah mulai masuk pada peraturan tahun 2010 kemarin, hanya saja implementasi di lapangan masih sangat buruk, sehingga proses pemilwa masih saja kekurangan waktu.2. Permasalahan kurangnya peserta pemilwaPermasalahan ini mulai muncul saat salah satu pasangan calon terlalu mendominasi dalam proses pemilwa, mendominasi disini bisa dalam bentuk pendanaan atau dalam bentuk komunitas. Hal ini jelas saat beberapa tahun yang lalu salah satu partai mahasiswa sangat mendominasi pemilwa di UNY, hal ini membuat proses di kampus menjadi tidak sehat (pemilwa MIPA 2010). Tetapi setelah partai mahasiswa itu dihilangkan tetap juga masih terjadi kurangnya peserta pemilwa, dikarenakan banyak faktor yang muncul seperti apatisme terhadap BEM yang sangat tinggi, atau proses pemilwa yang terlalu terburu-buru (KM UNY 2011 dan MIPA 2011). Dari permasalahan ini solusi yang saya tawarkan adalah:Adanya partai mahasiswa tetapi memperbolehkan calon independent untuk maju (exp: UGM), hal ini akan membuat proses lebih dinamis. Gagasan ini sudah saya usulkan sejak tahun 2009 awal, tetapi calon independent tetap tidak diperbolehkan ada dalam pemilwa di tahun-tahun berikutnya. Hal ini yang sebenarnya membuat mahasiswa secara umum menjadi tidak suka dengan partai mahasiswa yang sarat akan kepentingan gerakan eksternal tertentu. Atau jika tidak adanya proses pembinaan calon pemimpin yang lebih baik. Ada atau tidaknya partai mahasiswa memang tidak akan menimbulkan masalah yang berarti jika kampus sudah dinamis.3. Permasalahan pendanaan kampanyeDalam masalah ini ada beberapa masalah yang cukup menjadi perhatian saya, antara lain:a. Masalah transparasi anggaranSampai saat ini saya tidak dapat menemukan transparasi anggaran dana dari para calon maupun KPU dalam melaksanakan pemilwa. Terlebih pasangan calon pada masalah penyandang dana, yang tidak jelas dari mana saja dana yang masuk, dari donatur atau dari usaha, atau bahkan dari partai politik? Nah, menurut saya transparasi masih belum hadir di pemilwa uny sampai hari ini.b. Masalah ketimpangan dana kampanyeKetimpangan ini akan terlihat saat kampanye, saat salah satu calon gencar-gencar membuat media kampanye dengan pamflet full colour dan baliho besar, yang satu masih memakai satu warna saja dengan kertas hvs dan tidak punya baliho ataupun spanduk (pengalaman peserta pemilwa 2009). Hal ini juga akan menjadikan pemilwa tidak sehat. Apalagi peserta pemilwa hanya dua pasang calon, akan sangat terasa ketimpangan yang ada itu.Solusi yang saya tawarkan adalah:a. Adanya alur transparasi anggaran yang diatur dalam UU. Saya senang jika melihat pemilwa di UGM, saat salah satu calon mengupdate statusnya dengan rincian dana yang di dapat dari siapa saja di sebuatkan, sehingga jelas dan tidak adanya kecurigaan asal dana tersebut.b. Adanya bantuan dana pemilwaSampai saat ini bantuan dana itu dulu berada di partai mahasiswa, tetapi bantuan itu tidaklah efektif karena tidak cair-cair (2010). Bantuan dana ini diberikan kepada peserta pemilwa, semisal setiap peserta di berika dana 1juta untuk kampanye dan lain-lain, dan dapat mencari donatur maksimal 100% dari dana yang diberikan. Hal ini akan bisa menghindari ketimpangan dana kampanye yang ada, dan peserta calon harus melaporkan anggaran yang diapakai karena berupa dana mahasiswa.4. Pelanggaran pemilwaKasus ini mencuat pada pemilwa fbs 2009 lalu, saat salah satu pasangan calon benar-benar di potong suaranya karena pelanggaran di pemilwa sehingga menjadi kalah dalam pemilwa 2009. Setelah itu masalah ini juga diulangi sekali lagi di universitas pada tahun 2010 dan menyebabkan pembekuan ormawa univ selama setahun ini. Jika memandang makna dari pemilu sendiri, suara adalah komponen yang sanagt penting sekali dalam proses ini, jadi jika suara itu mudah sekali dipotong, maka saya beranggapan ini “menciderai demokrasi”. Tetapi karena sudah menjadi  peraturan maka bagaimanapun kita tetap harus mengikuti aturan itu.Maka solusi yang jelas harus dilakukan adalah:Perubahan peraturan penggurangan suara. Perbahan ini dilakukan pada pengklasifikasian jenis pelanggaran agar mudah untuk membuat hukuman bagi pelanggar.  Pelanggaran dibedakan menjadi dua, yaitu pelanggaran yang berpengaruh pada jumlah suara secara langsung dan tidak. Jika menyangkut jumlah suara secara langsung maka hukumannya adalah pengurangan suara. Dan pengurangannya tidak sebesar yang ada saat ini, karena yang sekarang terlalu besar penggurangan suaranya. Lalu yang kedua adalah pelanggaran yang tidak secara langsung berpengaruh pada suara, diberikan hukuman denda berupa uang yang nantinya dipakai untuk kegiatan KPU dalam pendidikan politik pada mahasiswa secara umum. Jumlah uang disesuaikan dengan banyaknya pelanggaran. Hal ini akan membuat efek yang lebih bagus dalam pembelajaran dinamika politik kampus.Demikian beberapa permasalahan yang muncul dalam pemilwa uny selama pencermatan saya, walau sebenarnya masih banyak permasalahan yang lain, seperti keprofesionalan KPU, masalah dari peserta pemilwa sendiri, masalah pembentukan KPU, dll. Tetapi belum bisa di tulis semua, jadi jika ada yang mau menambahkan silahkan. Itu lebih baik. Semoga ini menjadi catatan kontribusi untuk kampus di akhir tahun saya di kampus UNY ini, semoga bermanfaat. Sebuah gagasan mantan pengurus ormawa unyAmiruddin ShafaMath UNY 2006&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1531764432857380464-6991876251384050804?l=shafaleader.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://shafaleader.blogspot.com/feeds/6991876251384050804/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://shafaleader.blogspot.com/2011/12/pemilwa-uny.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1531764432857380464/posts/default/6991876251384050804'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1531764432857380464/posts/default/6991876251384050804'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://shafaleader.blogspot.com/2011/12/pemilwa-uny.html' title='PEMILWA UNY'/><author><name>Amiruddin Shafa</name><uri>http://www.blogger.com/profile/10930309028643559988</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_4icCq81XL3w/S2SO4jPYQeI/AAAAAAAAAC0/lzl1ku-3_04/S220/IMG_1623+copy.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/-AMeZ_lebLOU/TvH2miQxbJI/AAAAAAAAAFs/i6Sh4tnKR6k/s72-c/369089_100003180292255_1812385230_n.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1531764432857380464.post-7445368758243752039</id><published>2011-05-25T21:52:00.000-07:00</published><updated>2011-05-25T22:19:31.415-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='opini'/><title type='text'>PSSI=MAHASISWA UNY</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/-l4T6wI48Rk0/Td3iyHLfUVI/AAAAAAAAAFg/-lOV9kvPb6s/s1600/395logo20pssi.jpg"&gt;&lt;img style="cursor:pointer; cursor:hand;width: 298px; height: 320px;" src="http://3.bp.blogspot.com/-l4T6wI48Rk0/Td3iyHLfUVI/AAAAAAAAAFg/-lOV9kvPb6s/s320/395logo20pssi.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5610890061322080594" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/-TlCK9B6S9ic/Td3h6tqmEjI/AAAAAAAAAFY/TAM_O_nyEBQ/s1600/logo%2BUNY.jpg"&gt;&lt;img style="cursor:pointer; cursor:hand;width: 314px; height: 320px;" src="http://4.bp.blogspot.com/-TlCK9B6S9ic/Td3h6tqmEjI/AAAAAAAAAFY/TAM_O_nyEBQ/s320/logo%2BUNY.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5610889109580419634" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Persis seperti yang kita lihat sekalian tentang apa yang menjadi polemik dalam PSSI, saat industri sepak bola dimanfaatkan kedalam kegiatan politik praktis, bahkan dibumbui bau korupsi yang menyengat. Sampai saat ini kita dapat melihatnya menjadi polemik yang tidak berakhir. Berawal dari penolakan pimpinan PSSI yang lalu beserta antek-anteknya, karena disanalah terdapat kebobrokan pengelolaan PSSI, sehingga pada saat melakukan kongres pergantian pemimpin menjadi sebuah ajang perdebatan sengit untuk menyingkirkan satu dengan yang lainya, demi "kepentingan" didalamnya. Sampai sebuah orgasisasi tertinggi di duniaturun tangan untuk memberikan tindakan pelarangan untuk mencalonkan kembali. Sebenarnya disinilah adanya titik terang dari permasalahan dalam PSSI ini, sampai adanya semacam tim penyelamat PSSI yang dibentuk khusus dari FIFA untuk dapat menyelenggarakan pemilihan ketua yang baru dan berikut kongresnya. Sekali lagi hal itu dicederai sampai FIFA pun akan mengeluarkan sangki pembekuan PSSI sampai masalah ini selesai.&lt;br /&gt;Di waktu yang tidak jauh berbeda, beberapa bulan sebelum kasus PSSI ini mencuat, mahasiswa UNY pun sempat melakukan hal yang sama. Saat adanya sebuah pemilihan presiden BEM UNY dimana ada dua calon yang bertarung, ternyata adal kelemahan dalam sistem pemilihannya, dimana sistem tersebut melukai demokrasi yang ada di kampus. Sampai pada satu titik dibuatlah TimIndependen untuk menyelesaikan konflik ini, sekali lagi Tim ini pun hanya menjadi badan yang lewat saja. Sampai akhirnya mahasiswa sendiri sepakat untuk mebekukan BEM saat tidak ada yang mengalah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;blockquote&gt; inilah dampak dari seseorang yang hanya melihat dari kepentingan pribadi dan kelompoknya, hanya akan merugikan kepentingan umat yang lebih besar dari apa yang dia lihat &lt;/blockquote&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Semoga kita dapat belajar dari hal-hal yang pernah terjadi, bahwa saat kita menjadi pemimpin, kita bukan menjadi pemimpin diri kita atau kelompok kita saja, tetapi umat yang ada didalamnya. Sehingga kita tidak akan melupakan kepentingan yang lebih besar manfaatnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yogyakarta, 26 Mei 2011&lt;br /&gt;12,08&lt;br /&gt;Amiruddin Shafa&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1531764432857380464-7445368758243752039?l=shafaleader.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://shafaleader.blogspot.com/feeds/7445368758243752039/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://shafaleader.blogspot.com/2011/05/pssimahasiswa-uny.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1531764432857380464/posts/default/7445368758243752039'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1531764432857380464/posts/default/7445368758243752039'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://shafaleader.blogspot.com/2011/05/pssimahasiswa-uny.html' title='PSSI=MAHASISWA UNY'/><author><name>Amiruddin Shafa</name><uri>http://www.blogger.com/profile/10930309028643559988</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_4icCq81XL3w/S2SO4jPYQeI/AAAAAAAAAC0/lzl1ku-3_04/S220/IMG_1623+copy.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/-l4T6wI48Rk0/Td3iyHLfUVI/AAAAAAAAAFg/-lOV9kvPb6s/s72-c/395logo20pssi.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1531764432857380464.post-1545331078565614728</id><published>2011-04-28T10:09:00.000-07:00</published><updated>2011-04-28T10:19:25.642-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Pengalaman'/><title type='text'>Skripsi, Arti sebuah kelulusan dan title</title><content type='html'>aku tahu kirsah ini terasa berat dipundakmu..&lt;br /&gt;karena juga begitu berat dibahuku...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"ta pernah menyesal, sheila on 7"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;entah apa ayng kurasakan saat ini saat sudah disemester entah berantah tapi belum lulus juga, salah apakah daku?berkoreksi diri dari beberapa waktu yang pernah aku lakukan, memang aku banyak salahnya terhadap akademikku, terlalu medzolimi nya, bahkan bisa dikatakan sangat. kenapa tidak? aku sering meninggalkannya. lebih mementingkan kegiatan sosialku dari pada individu ku di bangku kuliah, tetapi saat ini aku benar-benar tertampar dengan apa yang sudah aku lakukan, aku tetap harus melaluinya, aku ada di sana dengan teman-teman di BEM, DPM, ataupun di HIMA itu juga karena aku melaksanakan kuliah secara akademik di kampus ini. maka aku tetap harus lulus. itulah kata yang aku tanam kan bertahun-tahun lalu, tapi apa yang aku lakukan sekarang?salah langkah?iya aku salah langkah, mengenal mereka, bergaul dengan mereka yang memiliki visi lulus entah berapa tahun lagi, padahal banyak teman-teman ku yang sudah meninggalkan kampus ini.&lt;br /&gt;begitu sulit memang jika kitaharus memilih, walalupun aku sebenarnya tidak terlalu menggubris lulus atau tidaknya seseorang tidak akan menjamin suksesnya seseorang, tapi jika kita ikhtiar ini adalah salah satu jalan untuk kesana.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1531764432857380464-1545331078565614728?l=shafaleader.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://shafaleader.blogspot.com/feeds/1545331078565614728/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://shafaleader.blogspot.com/2011/04/skripsi-arti-sebuah-kelulusan-dan-title.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1531764432857380464/posts/default/1545331078565614728'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1531764432857380464/posts/default/1545331078565614728'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://shafaleader.blogspot.com/2011/04/skripsi-arti-sebuah-kelulusan-dan-title.html' title='Skripsi, Arti sebuah kelulusan dan title'/><author><name>Amiruddin Shafa</name><uri>http://www.blogger.com/profile/10930309028643559988</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_4icCq81XL3w/S2SO4jPYQeI/AAAAAAAAAC0/lzl1ku-3_04/S220/IMG_1623+copy.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1531764432857380464.post-8777631341087146049</id><published>2010-12-10T09:08:00.000-08:00</published><updated>2010-12-10T09:10:54.536-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='opini'/><title type='text'>Memilih Idealita Sama Realita</title><content type='html'>Oleh Amiruddin Shafa&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Wacana ini terungkap saat kemarin berdiskusi dengan teman saya, saat bertanya tentang benturan realitas yang ada di masyarakat dengan idealisme yang selalu kita bangun di kampus. Lalu disebelah mana kesulitan itu?&lt;br /&gt;Setelah mencari-cari di mr google akhirnya dapat juga beberapa pengertian tentang idealisme dan realita. Dalam definisinya idealisme dapat kita peroleh : (wikimu.com)&lt;br /&gt;1. Adanya suatu teori bahwa alam semesta beserta isinya adalah suatu penjelmaan pikiran.&lt;br /&gt;2. Untuk menyatakan eksistensi realitas, tergantung pada suatu pikiran dan aktivitas-aktivitas pikiran.&lt;br /&gt;3. Realitas dijelaskan berkenaan dengan gejala-gejala psikis seperti pikiran-pikiran, diri, roh, ide-ide, pikiran mutlak, dan lain sebagainya dan bukan berkenaan dengan materi.&lt;br /&gt;4. Seluruh realitas sangat bersifat mental (spiritual, psikis). Materi dalam bentuk fisik tidak ada.&lt;br /&gt;5. Hanya ada aktivitas berjenis pikiran dan isi pikiran yang ada. dunia eksternal tidak bersifat fisik.&lt;br /&gt;Sedangkan realitas itu sendiri didefinisikan dalam bahasa sehari-hari berarti "hal yang nyata; yang benar-benar ada" (wikipedia.com).&lt;br /&gt;Nah, dalam bahasa mudahnya itu adalah idealisme itu adalah sesuatu mimpi dalam pikiran kita, angan-angan,prinsip-prinsip hidup, dan seterusnya. Sedangkan realita adalah sesuatu yang nyata kita lakukan. &lt;br /&gt;Sering kali kita mendengar bahwa mahasiswa itu idealis. Setelah menjejakkan kaki kita ke dunia kampus dan meninggalkan dunia sekolahyang dulu bermain-main dan bersenang-senang, kita mencoba memasuki dunia yang lebih nyata dan menuntut kita banyak belajar dari setiap titik disekitar kita. Salah satu disana adalah belajar untuk memiliki idealitas akan segala hal dan memegang idealitas tersebut sebagai pedoman dalam melakukan sesuatu. Karena idealisme itu lah mahasiswa dipercaya masyarakat (rakyat) untuk menjadi tangan-tangan rakyat dalam menyampaikan sesuatu. Makanya banyak mahasiswa yang selalu kritis akan kebijakan pemerintah ataupun sesuatu disekitarnya. &lt;br /&gt;Bisa dilihat keidealisme mahasiswa telah memberikan perubahan terhadap bangsa ini. Mulai dari sumpah pemuda mahasiswa berkumpul untuk menyatukan bahasa, bangsa dan tanah air menjadi satu, pada masa kemerdekaan juga mahasiswa yang mendesak para proklamator untuk memproklamirkan kemerdekaan Indonesia. Juga masa pemberontakan PKI, dan terus di tahun 1998 pada masa reformasi yang dimana mahasiswa memiliki idealisme untuk menolak segala bentuk tindak korupsi bahkan kepala Negara sekalipun. &lt;br /&gt;Lalu nih, jika mahasiswa sudah lulus dan masuk dalam dunia kerja (masyarakat) apa yang akan terjadi? Akan banyak hal idealisme yang sudah dibangun itu terbentur oleh reallita. Tidak jarang jika dulu mereka yang berteriak di jalan sekarang duduk di kursi dewan dengan semena-mena. Mulai terkikis idealisme yang sudah dibangun bertahun-tahun. Lalu apa bedanya kita dengan mereka yang tidak pernah memiliki idealisme itu?&lt;br /&gt;Sungguh ini sering terjadi pada diriku yang sekarang sudah banyak bergerak di masyarakat, saat di kampus uang satu sen pun harus dipertanggungjawabkan dengan jelas, saat di masyarakat suap, uang sana-sini menjadi hal yang biasa sepertinya.&lt;br /&gt;Lingkungan &lt;br /&gt;Inilah yang memang membuat kita sulit sekali jika dibenturkan idealisme itu dengan realitas yang ada. Mengapa lingkungan menjadi faktor yang sangat sulit?&lt;br /&gt;1. Budaya, menjadi sebuah budaya kebiasaan korup yang dilakukan masyarakat menjadikan kita sulit sekali mengubahnya jika disana sendirian.&lt;br /&gt;2. Ke-tidak enak –an. Dalam bahasa jawa “pekewuh” menjadi salah satu faktor yang membuat kita sulit mempertahankan idealisme itu, karena yang sering membenturkan idealisme itu adalah orang yang lebih tua dari kita, bahkan mungkin orang tua kita sendiri.&lt;br /&gt;3. Makhluk social, ya ini menjadi salah satu hal yang membuat sulit, karena kita adalah makhluk social yang memang jika menentang masyarakat maka kita akan terasingkan dalam masyarakat.&lt;br /&gt;Beberapa hal itu yang sering membuat kita sulit memilih antara idealisme dan realita. Ini beberapa contoh yang pernah saya alami saat idealisme berbentur sama realita di lapangan.&lt;br /&gt;Saat SD dan SMP saya berusaha untuk tidak mencontek atau memberikan contekan,tetapi saat masuk di SMA mencontek adalah hal yang sangan lumrah, saat aku berusaha menolaknya maka banyak teman-teman ku yang memusuhiku karena tidak memberikan contekan, lalu? Bahkan guru pun saat ujian nasional juga menyarankan untuk kerjasama. Sungguh sulit sekali saat itu untuk mempertahankan idealisme yang kita miliki.&lt;br /&gt;Ada beberapa hal yang aku lakukan jika memang sudah cukup mentok dalam menghadapi polemic seperti ini, salah satunya adalah memperkecil resiko atau realitas yang tidak kita inginkan kita lakukan. Hal ini bisa kita lakukan dengan berbagai argumentasi dan komunikasi kepada masyarakat. &lt;br /&gt;Semoga Allah selalu melindungiku untuk terus bisa mempertahankan idealisme ini sampai kapanpun, karena di masa yang akan datang pasti akan banyak cobaan yang mulai datang.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1531764432857380464-8777631341087146049?l=shafaleader.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://shafaleader.blogspot.com/feeds/8777631341087146049/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://shafaleader.blogspot.com/2010/12/memilih-idealita-sama-realita.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1531764432857380464/posts/default/8777631341087146049'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1531764432857380464/posts/default/8777631341087146049'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://shafaleader.blogspot.com/2010/12/memilih-idealita-sama-realita.html' title='Memilih Idealita Sama Realita'/><author><name>Amiruddin Shafa</name><uri>http://www.blogger.com/profile/10930309028643559988</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_4icCq81XL3w/S2SO4jPYQeI/AAAAAAAAAC0/lzl1ku-3_04/S220/IMG_1623+copy.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1531764432857380464.post-2007319295858184263</id><published>2010-07-07T17:24:00.000-07:00</published><updated>2010-07-07T17:28:36.580-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Organisasi'/><title type='text'>Sepertiga (1/3) Ruang Mahasiswa</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_4icCq81XL3w/TDUbn33P40I/AAAAAAAAAFA/VMn0Mv1yZas/s1600/fotoku+oke.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 240px; height: 320px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_4icCq81XL3w/TDUbn33P40I/AAAAAAAAAFA/VMn0Mv1yZas/s320/fotoku+oke.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5491325692472714050" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Sambutan Ketua MPM REMA UNY&lt;br /&gt;Amiruddin Shafa&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya sampaikan salam hormat dan bangga saya kepada seluruh mahasiswa baru Universitas Negeri Yogyakarta.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Assalamu’alaikum warahmatullah wabarakatuh&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menjadi orang yang memasuki sebuah daerah baru dan tidak mengenal siapa-siapa, bingung harus kemana dan melakukan apa, tidak tahu arah dan tidak tahu peta. Itulah yang dirasakan saat kita memasuki sebuah tahap baru dalam hidup ini, begitu pula seseorang yang menjadi mahasiswa baru, kita akan merasakan hal yang sama.&lt;br /&gt;Saat kaki pertama kali melangkah,saat itu pulalah begitu banyak hal yang akan menghampiri kita karena dalam diri kitalah terdapat sebuah potensi yang sangat luarbiasa sebagai pemuda, potensi yang mungkin tidak akan pernah bisa kita banyangkan. Maka dari sanalah kita memasuki ruang-ruang yang ada dalam dunia kampus, dunia Mahasiswa, di Universitas Negeri Yogyakarta.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ruang Antara&lt;br /&gt;Menjadi hal yang pasti kita lalui sebagai seorang Mahasiswa, kita pernah merasakan apa yang ada di bangku Sekolah Menengah Atas (SMA), dan jenjang pendidikan sebelum-sebelumnya. Bukan zamanya kita masih berada dalam dunia bermain, dunia coba-coba atau dunia dimana kita masih disibukkan dengan ujian nasional. Kita sudah terlepas dari itu semua, saatnya kita untuk berfikir berbeda jauh kedepan dan sekarang.&lt;br /&gt;Mengenali diri lalu mengembangkan potensi yang ada dalam diri kita itulah hal yang sangat penting bagi kita nantinya, berbekal dari apa yang ada dalam diri kita dengan berbagai idealisme yang kita bangun, inilah yang nantinya akan menjadi modal besar dari diri kita untuk menghadapi dunia.&lt;br /&gt;Indonesia telah kehilangan hutan aslinya sebesar 72 persen [World Resource Institute, 1997], Indonesia merupakan  negara paling korup dari 16 negara Asia Pasifik yang menjadi tujuan investasi para pelaku bisnis [Political &amp; Economic Risk Consultancy, Maret 2010]. Dua realita yang kami hadirkan disini merupakan sebuah keprihatinan bangsa ini,sekali lagi yang akan menjadi korban adalah rakyat. Sudah sepatutnya kita sebagai agen perubah (agen of change) yang harus memiliki tindakan nyata dalam menghadapi masalah bangsa ini, bersama dan dimulai dari diri sendiri dan hal yang paling kecil yang bisa kita lakukan.&lt;br /&gt;Di tahun 2010 ini jika kita melihat beberapa berita yang muncul tentang pornografi yang merebak begitu cepat, Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) mengatakan menerima 33 pengaduan kasus pemerkosaan terhadap anak di bawah umur lantaran terpengaruh video porno Ariel. Selain pornografi diketahui ada 3,6 juta orang Indonesia diketahui terjerumus dalam penyalahgunaan narkoba (www.kabarindonesia.com). Salah satu cara yang paling ampuh adalah dengan adanya penyadaran kepada masyarakat, pendampingan, pengarahan, dll. Fungsi mahasiswa adalah sebagai kontrol sosial (social control) sangatlah penting dalam menyikapi masalah seperti ini.&lt;br /&gt;Masa mahasiswa adalah sebuah Ruang Antara kita yang dulu (remaja) menjadi kita yang esok (dewasa). Menjadi antara antara kita dengan Tuhan kita, antara kita dengan manusia yang lain. Ruang-ruang antara ini dibangun dengan komunikasi-komunikasi agar ini menjadi terjalin. Maka saat menjadi mahasiswa, janganlah menjadi seorang yang DIAM. Berbicaralah maka orang akan tahu apa yang kamu rasakan, Tuhan akan tahu akan doa-doa yang terus terbesit dalam hatimu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ruang Belajar&lt;br /&gt;Sejarah telah banyak mencatat mengenai hal ini. Sebut saja cerita yang diabadikan oleh Allah dalam Al-Qur’an tentang pemuda Ashabul Kahfi yang dengan gigih mempertahankan keimanannya. Perjuangan mereka sungguh mahal harganya. Untuk mempertahankan keyakinan tersebut, mereka harus berhadapan dengan penguasa yang terkenal dengan kezalimannya ketika itu. Atau simbol-simbol kepemudaan yang dilambangkan oleh gerakan Sumpah Pemuda 1928 dan para pejuang kemerdekaan terdahulu. Sebutlah tokoh-tokoh seperti Bung Karno, Bung Hatta, Bung Tomo, dan lain sebagainnya. Selain itu pula mahasiswa tidak terlepas dari turunya Sukarno sebagai Presiden di tahun 1966 dan Suharto di tahun 1988.&lt;br /&gt;Semaikn berkembangnya waktu dari masa Suharto yang menerapkan NKK/BKK yang membuat mahasiswa sulit untuk melakukan diskusi-diskusi, ataupun melakukan kegiatan. Dewan Mahasiswa dan Senat Mahasiswa lah yang menjadi tombak organisasi mahasiswa yang diperbolehkan untuk bergerak di kampus. Tetapi setelah runtuhnya rezim Suharto tahu 1988, memberikan perubahan yang sangat besar bagi mahasiswa untuk belajar.&lt;br /&gt;Dari masa itulah mulai muncul sebuah format baru dalam organisasi mahasiswa sebagai sebuah bentuk yang diberi nama Student Government (Pemerintahan Mahasiswa). Universitas Negeri Yogyakarta salah satu dari puluhan kampus yang memilih jalan untuk memakai Student Government. Dimulai pada Tahun 2003 dimana digagaslah sebuah konsep baru yang di UNY diberi nama Republik Mahasiswa Serikat (RMS) dimana disana masih banyak pertentangan konsep dari sana sini. Mulai dari tahun 2004 lah konsep Republik Mahasiswa (REMA) sebagai Nama dari Student Government yang dirancang oleh UNY. Dalam REMA ini terdapat berbagai macam Organisasi Mahasiswa didalamnya, ada Majelis Permusyawaratan Mahasiswa (MPM), Dewan Perwakilan Mahasiswa (DPM), Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) dimana DPM dan BEM juga ada ditingkat Fakultas, dan HImpunan Mahasiswa (HIMA) ditingkat Jurusan.&lt;br /&gt;Selain Organisasi Mahasiswa yang berada didalam REMA, di Universitas Negeri Yogyakarta juga ada Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM), dimana disana mahasiswa akan beraktivitas sesuai dengan minat dan bakat mahasiswa. Antara lain UKM Olah Raga, UKM Kesejahteraan, UKM Seni, UKM Penalaran, dan UKM Bidang Khusus.&lt;br /&gt;Organisasi Mahasiswa dan Unit Kegiatan Mahasiswa hanyalah sebagai Ruang Belajar dimana disana kita membuat dan melatih Tradisi Membaca (Reading Tradition), Tradisi Diskusi (Discussion Tradition), Tradisi Meneliti (Research Tradition), Tradisi Menulis (Writing Tradition). Tradisi inilah yang mulai hilang dan harus dibangkitkan kembali pada jiwa mahasiswa sekarang.&lt;br /&gt;“Tak mungkin orang dapat mencintai negeri dan bangsanya, kalau orang tak mengenal kertas-kertas tentangnya. Kalau dia tak mengenal sejarahnya. Apalagi kalau tak pernah berbuat sesuatu kebajikan untuknya.”&lt;br /&gt;(Pramoedya Ananta Toer)&lt;br /&gt;Tanpa mebaca aku tidak tahu apa-apa, tanpa diskusi kita tidak tahu apa yang dalam pikiran orang lain, tanpa meneliti kita tidak akan menemukan sesuatu hal yang baru, dan tanpa menulis apa yang kita hanyalah sebagai lembaran sejarah yang lalu begitu saja. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ruang Cita-Cita&lt;br /&gt;“Bermimpilah karena Tuhan akan memeluk mimpi-mimpimu“.&lt;br /&gt;(Arai, Sang Pemimpi)&lt;br /&gt;Memiliki mimpi, itulah yang harus kita miliki sejak kita kecil dengan berbagai khayalan yang ada dalam pikiran kita. Kita tidaklah tahu akan masa depan seperti apa, tetapi kita bisa membuat sebuah rencana untuk mendapatkan apa yang kita impikan.&lt;br /&gt;“Kita, generasi kita ditugaskan untuk memberantas generasi tua yang mengacau. Generasi kita yang menjadi hakim atas mereka yang dituduh koruptor-koruptor tua, seperti….Kitalah yang dijadikan generasi yang akan memakmurkan Indonesia”&lt;br /&gt; (Soe Hok Gie, Catatan seorang Demonstran)&lt;br /&gt;Dengan memiliki visi yang kuat dari sanalah kita akan membangun diri kita dan bangsa kita nantinya, karena pada hakekatnya mahasiswa adalah seorang Iron Stock yang nantinya akan menggantikan generasi yang berada diatas kita, dan seterusnya oleh generasi yang dibawah kita yang akan menggantikan kita. Entah siapa diantara kita nantinya akan menjadi pemimpin-pemimpin bangsa ini, ilmuan-ilmuan yang handal, olahragawan yang menuai banyak prestasi, penjaga budaya bangsa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sepertiga (1/3) Ruang Mahasiswa ini hanyalah secuil dari ribuan hal yang dapat dilakukan mahasiswa dalam peran dan fungsinya. Akhir dari sambutan ini hanyalah selamat memilih, karena setiap manusia memiliki hak yang sama untuk menimbang dan memilih. Akan menjadi bodoh adalah tanggungjawab kita, akan menjadi pintar juga tanggungjawab kita. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Wassalamu’alaikum warahmatullah wabarakatuh&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yogyakarta,  Juli 2010&lt;br /&gt;ttd&lt;br /&gt;Amiruddin Shafa&lt;br /&gt;Ketua Majelis Permusyawaratan Mahasiswa&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1531764432857380464-2007319295858184263?l=shafaleader.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://shafaleader.blogspot.com/feeds/2007319295858184263/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://shafaleader.blogspot.com/2010/07/sepertiga-13-ruang-mahasiswa.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1531764432857380464/posts/default/2007319295858184263'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1531764432857380464/posts/default/2007319295858184263'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://shafaleader.blogspot.com/2010/07/sepertiga-13-ruang-mahasiswa.html' title='Sepertiga (1/3) Ruang Mahasiswa'/><author><name>Amiruddin Shafa</name><uri>http://www.blogger.com/profile/10930309028643559988</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_4icCq81XL3w/S2SO4jPYQeI/AAAAAAAAAC0/lzl1ku-3_04/S220/IMG_1623+copy.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_4icCq81XL3w/TDUbn33P40I/AAAAAAAAAFA/VMn0Mv1yZas/s72-c/fotoku+oke.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1531764432857380464.post-8811768490275622001</id><published>2010-07-07T17:18:00.000-07:00</published><updated>2010-07-07T17:23:24.537-07:00</updated><title type='text'>MAHASISWA DAN STUDENT  GOVERNANCE</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_4icCq81XL3w/TDUaUpS1_8I/AAAAAAAAAE4/DLnhqTFFiAQ/s1600/images+(4).jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 238px; height: 212px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_4icCq81XL3w/TDUaUpS1_8I/AAAAAAAAAE4/DLnhqTFFiAQ/s320/images+(4).jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5491324262632783810" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Oleh Siti Nurjannah*&lt;br /&gt;Mahasiswa Kimia Kimia UNY 2007&lt;br /&gt;Sejarah bangsa indonesia telah membuktikan bahwa pemuda pelajar dan mahasiswa memegang peranan penting dalam perubahan dan perbaikan negeri ini. Mereka menjadi pelopor gerakan perjuangan yang bersifat nasional. Dimana sebelumnya mereka juga yang menggerakkan perjuangan kemerdekaan daerah. Budi Utomo pada tanggal 20 Mei 1908 yang dipelopori oleh DR. Wahidin Sudirohusodo, dr. Sutomo dan para pemuda lainnya dikenal merupakan awal dari kebangkitan nasional. Diteruskan dengan sumpah pemuda pada 28 agustus 1928 dan akhirnya mencapai puncaknya pada zamannya 17 Agustus 1945 Kemerdekaan bangsa Indonesia. Itulah bukti bahwa pemuda dengan keseriusan dan kemantapannya mampu memberikan pengaruh besar dalam perbaikan bangsa ini.&lt;br /&gt;Pemuda mempunyai kelebihan dalam pemikiran yang mampu mereka lontarkan dan mampu diterima pribadi-pribadi yang menggerakkannya. Aktifitas dan program-programnya mampu mengerakkan sekitarnya dan mampu memberikan solusi-solusi baru dalam perbaikan bangsa ini. Mahasiswa adalah nafas baru dalam nadi kehidupan perbaikan.&lt;br /&gt;Sejarah kehidupan bangsa Indonesia mengalami berbagai perubahan besar. Pemuda dan mahasiswalah yang menjadi bagian penting dan motor penggerak dalam perubahan itu. Bagaikan turbin air, air tidak akan dapat mengalir tanpa motor penggerak. Sejak orde lama berlangsung dimana Indonesia hidup di dalam suatu kekuasaan tunggal yang dikenal denga  istilah demokrasi terpimpin. Rakyat Indonesia mengalami banyak pengekangan secara pencerdasan dan pengekangan atas kebebasan informasi. Kenyataan itu membuat bangsa Indonesia hidup dibawah penderitaan. Bahkan Partai Komunis Indonesia mampu hidup dan berkembang dan memanfaatkan itu untuk melakukan gerakan pemberontakan yang diistilahkan dengan G30S PKI. Akhir dari Orde lama muncullah kekuasaan baru yang menamakan dirinya sebagai Orde baru yang datang dengan segala janji-janji kepada bangsa Indonesia untuk mewujudkan masyarakat Indonesia yang adil dan makmur. Dengan sangat sistematis dan terprogram, Orde Baru mengembangkan sistem yang meminjam istilah dasar negara yaitu Pancasila, namun pada kenyataanya itu hanyalah janji semu yang pada akhirnya sistem itu hanya dikuasai oleh elit-elit tertentu yang di dukung dan saling mendukung pemerinyah tentunya. Sekali lagi kenapa harus pemerintah yang harus ada dibalik semua ini. Yang saat itu kekuatan militerlah yang menguasai kedudukan eksekutif . &lt;br /&gt;Hal ini membuat timbulnya krisis kepercayaan kepada pemerintah saat itu. Kemudian muncullah gerakan pemuda dan masyarakat yang me-nasional menumbangkan   Orde Baru. Sekali lagi pemuda dan mahasiswalah yang menjadi nafas dan detak jantung  perbaikan ini. Meskipun harus ditebus dengan nyawa  - nyawa penggeraknya.&lt;br /&gt;Kondisi ini menyebabkan masyarakat indonesia terutama Mahasiswa yang selama ini dikenal dengan kaum intelektual mencoba untuk merekontruksi ulang tatanan yang ada. Serta merekontruksi ulang pandangan dan pemikiran terhadap kondisi bangsa yang ada. Mau tidak mau itulah yang  harus dilakukan, me-revie ulang  kekayaan dan khasanah yang ada di Indonesia   baik itu sumber daya alam, pemikiran ataupun pergerakan (Organisasi kemasyarakatan maupun organisasi pemuda) serta program pembangunan yang merupakan modal untuk memajukan bangsa Indonesia.&lt;br /&gt;Bertolak dari semua itu mulai muncullah organisasi-organsasi massa , dimulai dari lokus-lokus diskusi dan akhirnya terbentuk berbagai macam organisasi pemuda maupun masyarakat. Gerakan yang me-nasional itu tidak lepas dari gerakan-gerakan mahasiswa yang lebih dikenal dengan organisasi mahasiswa. Baik itu berbasis organisasi intra kampus maupun organisasi ekstra kampus. Organisasi mahasiswa menjadi tempat pencetakan kader- kader yang mampu memberikan pemikiran baru dan solusi baru.&lt;br /&gt;Dulu yang hanya sekedar diskusi, kini sudah jauh berkembang lebih rapi dan sistematis. kini organisasi mahasiswa mendapat perhatian sendiri, terutama dari pemerintah. Karena bagaimanapun mahasiswalah yang salama ini menjadi patner sepadan bagi pemerintah, dalam hal analisa dan mengkritisi kebijakan yang dibuat pemerintah. Gerakan di kampus-kampus mulai muncul. Dimana dulu itu dulu merupakan hal langka dan dilarang. Gerakan yang Dulu mungkin hanya ada di kampus-kampus besar di Indonesia seperti UI, kini sudah mulai menyebar di semua Kampus di Indonesia, karena bagaimanapun perubahan itu harus menyeluruh dari segala arah dan segala penjuru.&lt;br /&gt;Gerakan-gerakan mahasiswa intra kampus di interpretasikan dengan adanya organisasi – organisasi mahasiswa atau lebih sering disebut dengan Ormawa. Berbagai macam nama dan sistem coba diterapkan pada gerakan-gerakan mahasiswa intrakampus dari yang menggunakan nama keluarga mahasiswa ataupun yang mencoba meniru gaya Republik Indonesia, yaitu Republik Mahasiswa. Dan akhirnya terbentuklah apa yang disebut dengan pemerintahan mahasiswa (Sudent governance).&lt;br /&gt;Pemerintahan Mahasiswa merupakan pemerintahan dari mahasiswa untuk umat dan demi umat. Artinya meskipun lingkup penggeraknya hanya kaum intelektual muda, para mahasiswa namun yang selalu menjadi perhatian bukanlah sekedar permasalahan intrakampus hubungan antra mahasiswa dan birokrasi , meskipun hal itu juga dilakukan. Namun juga memperhatikan  kondisii kebijakan  birokrasi negara maupun kondisi masyarakat bangsa ini. &lt;br /&gt;Sejarah Student Governance Di UNY&lt;br /&gt;Student Govenance atau lebih sering disebut dengan Good student University Governance (                    GSUG), yang ada di UNY mengalami perubahan besar dari  periode ke periode.  Jika kita dapat menyusuri secara bijak perjalanan Ormawa UNY, maka akan ada berbagai hikmah terpenda yang isa kita dapatkan. Karena selama ini ejarah itu hanya tinggal sejarah saja, tanpa ada yang meneruskan pewarisan  sejarah itu. Jangan sampai ita menjadi orang yang lupa akan sejarah kita. Dimulai sejak berdirinya UNY yang saat itu masih berbentuk IKIP (Institut Keguruan dan Ilmu Pendidikan) saat itu kira-kira tahun 1964. IKIP Yogyakarta sendiri merupakan pecahan dari Salah satu Universitas tertua di Yogyakarta, sebelum pecah menjadi  perguruan sendiri IKIP yogyakarta merupakan fakultas ilmu pendidikan.  Kira-kira pada tahun 1964 IKIP Yogyakarta memecahkan diri dan berdiri sebagai IKIP Yogyakarta. &lt;br /&gt;Inilah awal mula ormawa di UNY,  pada waktu diawal ini ormawa yang ada masih belum banyak,itupun masih belum terlalu masif gerakannya. Mengingat ini merupakan masa orde baru dimana suara rakyat hampir sama sekali diabaikan. Bahkan organisasi-organisasi yang berani angkat bicara sedikit lebih berani, maka siap-siap saja untuk diciduk. Masing-masing tingkat hanya terdapat satu ormawa untuk badan eksekutif  dan satu ormawa untuk badan legislatif. Dewan Mahasiswa (DEMA) menduduki wilayah eksekutif di tingkat universitas,saat itu wilayah Legislatif dipegang langsung oleh Majelis Permusyawaratan Mahasiswa. Sedangkan untuk tingkat fakultas, hanya ada  Senat Mahasiswa, belum terdapat pembeda yang cukup jelas antara wilayah Eksekutif maupun Legislatif, kedua wilayah dipegang oleh satu tangan di bawah Senat Mahasiswa. Sedang untuk tingkat dibawahnya  yaitu tingkat jurusan terdapat HMJ (Himpunan Mahasiswa Jurusan). Saat itu hanya MPM dan Dewan Mahasiswa yang diakui secara Nasional. &lt;br /&gt;Gerakan mahasiswa ini berkembang hanya sampai pada tahun 1969. Pata tahun yang sama dengan beberapa alasan seperti politik baik global maupun lokal serta atas nama netralitas, organisasi mahasiswa di IKIP Yogyakarta dibekukan. Ini adalah pertama kali Organisasi mahasiswa IKIP Yogyakarta dibekukan. Hal ini berlangsung selama 4 tahun. Yaitu dari tahun 1969-1973, pada tahun berikutnya yaitu tahun 1974 ormawa IKIP Yogyakarta mulai bergeliat kembali. 4 tahun vakum menjadi tantangan tersendiri untuk membangun kembali Student  Govenance. Karena bagaimanapun ormawa mempunyai lingkup di dalam kampus, namun idealita tak sesuai dengan realita, birokrasi kampus belum 100 % menerima itu. Selain itu 4 tahun vakum, berarti harus membangin sesuatu dari awal.&lt;br /&gt;Tidak berbeda dengan tahun-tahun sebelum dibekukannya ormawa IKIP Yogyakarta, ormawa yang kembali menunjukkan eksistensinya adalah MPM , DEMA, Senat Mahasiswa serta Himpunan Mahasiswa Jurusan. Sampai pada tahun 1978 ormawa IKIP Yogyakarta masih dapat tetap berdiri tanpa adanya ancaan dibekukan.&lt;br /&gt;Pada periode selanjutnya yaitu pada tahun yang sama, 1978 ormawa IKIP Yogyakarta berada dibawah BKK (Badan Koordinasi Kemahasiswaan) di koordinasikan oleh PR III. Hal ini berlangsung sampai 1990an. Namun sekali lagi idealita tidak sesuai dengan realita, realita tidak mampu menjawab idealita yang coba dibangun oleh mahasiswa. Pada tahun 1990an akhir antara 1998-1999 ormawa IKIP Yogyakarta dibekukan oleh rektor UNY saat itu. Pada waktu itu IKIP Yogyakarta telah berubah menjadi UNY, nama IKIP telah hilang dan berganti dengan  universitas.&lt;br /&gt;Hal ini berlangsung sampai tahn 2000an, sampai pada akhirnya pada tahun 2001-2002 dibentuklah  BPPO/BP3O yaitu sejenis badan penyusun refungsionalisasi ormawa, dengan sebuah tekad untuk menumbuhkan kembali geliat gerakan mahasiswa dikampus, akhirnya disepakati sebuah nama Republik Mahasiswa Serikat atau disingkat RMS, pada tahun 2003 nama yang digunakan adalah Republik Mahasiswa Serikat (REMA Serikat). Dengan beberapa pertimbangan untuk kebaikan Student Governance yang ada di UNY, akhirnya nama REMA Serikat hanya dignakan sampai awal tahun 2004. Berbagai macam pendapat muncul, terkait dengan adanya REMA Serikat atu lebih tepatnya terkait dengan adanya pemeintahan mahasiswa, dari yang mengganggap itu hanya mainanlah, dagelan, atau tatapan tidak sepakat, itu semuanya menjadi makanan tiap hari para aktivis mahasiswa UNY.&lt;br /&gt;Dengan beberapa pertimbangan, akhirnya pada tanggal 18 Januari 2004 disepakatilah sebuah nama Republik Mahasiswa (REMA), dengan pertimbangan untuk mendekati sistem pemerintahan  Negara Kesatuan Republik Mahasiswa(NKRI). Nama REMA digunakan sampai sekarang. Seperti halnya Republik Indonesia, Republik Mahasiswa di UNY juga dipimpin oleh seorang Presiden Mahasiswa. Artinya kita sedekat mungkin mendekati sistem negara Indonesia, namun menyesuaikan kondisi serta kesiapan dari mahasiswa UNY.&lt;br /&gt;Sekilas tentang REMA UNY&lt;br /&gt;Seperti yang tertulis diatas, REMA dibentuk mulai awal tahun 2004, REMA sendiri hanya sebuah nama, artinya yang kita tekankan adalah pemerintahan mahasiswanya. Meskipun masih terdapat beberapa pihak yang belum menyepakati baik dari pihak mahasiswa dan birokrasi, namun semuanya perlu sebuah proses. &lt;br /&gt;Layaknya Republik Indonesia, REMA pun mempunyai konstitusi REMA yang tertuang dalam Undang-Undang, saat ini terdapat beberapa produk perundang-undangan, antara lain :&lt;br /&gt;a. Undang Undang Dasar Republik Mahasiswa UNY.&lt;br /&gt;b. Ketetapan MPM REMA UNY.&lt;br /&gt;c. Undang Undang.&lt;br /&gt;d. PERPU.&lt;br /&gt;e. PP REMA.&lt;br /&gt;f. Keputusan Presiden REMA UNY.&lt;br /&gt;g. Peraturan Fakultas.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Undang-Undang Dasar Republik Mahasiswa UNY  merupakan aturan tertinggi dalam perundangan Rema UNY yang disusun dan ditetapkan dalam Sidang Umum dan atau Sidang Istimewa MPM Rema UNY.&lt;br /&gt;Ketetapan MPM Rema UNY merupakan aturan perundangan dibawah PD/PRT yang disusun dan ditetapkan oleh MPM Rema UNY.&lt;br /&gt;Undang-undang merupakan suatu aturan perundangan Rema UNY dibawah ketetapan MPM Rema UNY yang disusun oleh oleh DPM Rema UNY dan disahkan oleh Presiden BEM Rema UNY. Untung Undang-Undang yang berhubungan dengan Fakultas dibahas bersama DPF (Dewan Perwakilan Fakultas).&lt;br /&gt;Rema sendiri terdiri dari:&lt;br /&gt;1. MPM Rema UNY&lt;br /&gt;2. DPM Rema UNY&lt;br /&gt;3. DPF Rema UNY&lt;br /&gt;4. BEM REMA UNY&lt;br /&gt;5. BEM Fakultas&lt;br /&gt;6. DPM Fakultas&lt;br /&gt;7. Himpunan Mahasiswa Jurusan/prodi&lt;br /&gt;8. UKMF (Unit Kegiatan Mahasiswa Fakultas)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pemilihan ketua masing-masing ormawa dilakukan dengan cara pemilwa (Pemilu Mahasiswa). Terlihat tidak pas jika memang kita menghendaki sistem mendekati sistem RI namun tidak ada Partai, sehingga untuk mengakomodasi itu Pemilwa di UNY menggunakan sistem partai mahasiswa untuk presiden serta anggota Dewan Perwakilan Mahasiswa Republik Mahasiswa.  Sedang untuk jenjang dibawahnya masih menggunakan sistem independent.&lt;br /&gt;Namun bagaimanapun masih banyak yang harus diperbaiki dari segala sisi, karena bagaimanapun iealita tidak akan pernah sama dengan realita, sedekat apapun idealita dan realita tetap ada batasan yang membatasi keduanya, sama halnya dengan REMA sebagus apapun sistem yang mencoba dibangun, pasti akan ada cacat disana.&lt;br /&gt;Namun yang kita cari bukanlah kesempurnaan, namun ketidaksempurnaan yang mampu melukis alam.&lt;br /&gt;Hidup Mahasiswa !!!!!!!!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;*penulis adalah ketua III MPM REMA UNY 2010 serta Ketua DPF REMA 2010&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1531764432857380464-8811768490275622001?l=shafaleader.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://shafaleader.blogspot.com/feeds/8811768490275622001/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://shafaleader.blogspot.com/2010/07/mahasiswa-dan-student-governance.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1531764432857380464/posts/default/8811768490275622001'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1531764432857380464/posts/default/8811768490275622001'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://shafaleader.blogspot.com/2010/07/mahasiswa-dan-student-governance.html' title='MAHASISWA DAN STUDENT  GOVERNANCE'/><author><name>Amiruddin Shafa</name><uri>http://www.blogger.com/profile/10930309028643559988</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_4icCq81XL3w/S2SO4jPYQeI/AAAAAAAAAC0/lzl1ku-3_04/S220/IMG_1623+copy.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_4icCq81XL3w/TDUaUpS1_8I/AAAAAAAAAE4/DLnhqTFFiAQ/s72-c/images+(4).jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1531764432857380464.post-4977726791178731392</id><published>2010-06-16T09:32:00.000-07:00</published><updated>2010-06-18T07:23:39.682-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Politik'/><title type='text'>Sebuah Klarifikasi Propaganda BEM REMA UNY</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_4icCq81XL3w/TBj_oNas7SI/AAAAAAAAAEs/rwFXqOmspds/s1600/Save0180.JPG"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 320px; height: 233px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_4icCq81XL3w/TBj_oNas7SI/AAAAAAAAAEs/rwFXqOmspds/s320/Save0180.JPG" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5483413612585086242" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Sidang Istimewa REMA UNY yang diadakan tanggal 12 Juni 2010 kemarin memang memberikan banyak tanya, ada apa gerangan?. &lt;br /&gt;Penyebaran surat dan lain-lain dilakukan dengan segera, karena persiapan yang memang kurang dari 1 minggu, tepatnya hanya 4 hari saja, dan dilakukan dengan orang terbatas (hanya 3 orang) walaupun kemudian dilakukan bersama kawan-kawan yang lain.&lt;br /&gt;Tepat pada hari H saat disidang BEM REMA UNY membuat sebuah propaganda berbentuk REMA FLASH sebagai media bulletin yang diterbitkan sebagai edisi ke3 Bulan Juni 2010. Media ini berisi tentang wawancara kepada Anom Adi Nugraha sebagai wakil presiden BEM REMA UNY 2010 yang mengundurkan diri di pertengahan periode, dengan alasan sakit. Dalam bulletin itu ada beberapa hal yang perlu kita cermati dan disana jelas ada beberapa pernyataan yang sepihak dilontarkan dan memojokkan MPM sebagai penyelenggara sidang istimewa. &lt;br /&gt;&lt;blockquote&gt;“Kapan Saudara menyatakan pengunduran diri?”&lt;/blockquote&gt;&lt;br /&gt;&lt;blockquote&gt;“saya melayangkan surat pengunduran diri tanggal 4 Juni 2010. Akan tetapi sampi sekarang belum ada surat pengabulan permohonan pengunduran diri saya. Tiba-tiba langsung ada sidang istimewa dengan agenda semacam itu yang disebarluaskan. Ini agak aneh karena belum ada komunikasi jelas permohonan saya dikabulkan atau tidak, eh tiba-tiba ini sudah ada agendanya. Untuk agenda sidang itupun saya tidak mendapatkan surat (undangan) resminya. Yang pertama saya tidak mendapatkan pemberitahuan terkait pengabulan surat permohonan saya dan yang kedua saya tidak diundang untuk hadir, sekalipun sebenarnya undangan itu bisa dilayangkan via email/hp.”&lt;/blockquote&gt;&lt;br /&gt;&lt;blockquote&gt;“Rencana Sidang Istimewa itu ada pasca saudara mengundurkan diri atau sebelumnya?”&lt;/blockquote&gt;&lt;br /&gt;&lt;blockquote&gt;“saya tidak tahu, itu urusan MPM REMA. Yang jelas saya tidak mendapatkan surat pengabulan permohonan pengunduran diri saya dan tidak mendapatkan surat untuk menghadiri Sidang Istimewa”&lt;/blockquote&gt;&lt;br /&gt;Itulah beberapa kutipan dari sebuah bulletin yang dilayangkan oleh BEM REMA UNY saat sidang istimewa dimulai. Bulletin ini disebar kepada seluruh peserta sidang tanpa ada persetujuan pimpinan sidang ataupun panitia sidang.&lt;br /&gt;Mengklarifikasi beberapa pernyataan yang telah dilontarkan ini dalam bentuk wawancara. Saya secara pribadi sangat menyayangkan bulletin ini ada, karena secara pers media ini tidak berimbang, tidak ada klarifikasi terkait dengan pihak ke dua yaitu MPM REMA sendiri.&lt;br /&gt;Untuk penyampaian undangan pada tanggal 4 Juni itu benar. Dan yang paling jelas adalah posisi tentang Sidang Istimewa ini dalam UUD REMA UNY. Walaupun adanya keterbatasan system yang telah dibuat disana. Seperti yang saya sampaikan saat sidang. Tugas MPM sesuai dengan UUD REMA adalah &lt;br /&gt; &lt;blockquote&gt;“Melantik presiden dan atau wakil presiden “(Pada pasal 3 ayat 2)&lt;/blockquote&gt;&lt;br /&gt;&lt;blockquote&gt; “Memberhentikan presiden dan atau wakil presiden dalam masa  jabatannya, bila melanggar UUD REMA” (Pasal 3 ayat 3)&lt;/blockquote&gt;&lt;br /&gt;Dan sidang istimewa itu sendiri diartikan dalam UUD adalah&lt;br /&gt;&lt;blockquote&gt;“Memberhentikan presiden dan atau wakil presiden apabila mengundurkan diri, terbukti telah melakukan perbuatan tercela, melanggar UUD dan atau tidak lagi memenuhi syarat sebagai presiden dan atau wakil presiden.”  (pasal 36 ayat 3 point a)&lt;/blockquote&gt;&lt;br /&gt;&lt;blockquote&gt;“Menetapakan presiden dan atau wapres pengganti presiden dan atau wakil presiden yang telah diberhentikan.” (pasal 36 ayat 3 point b)&lt;/blockquote&gt;&lt;br /&gt;Hal ini jelas jika kita bisa mencermatinya. Bahwa MPM hanya memiliki kewenangan seperti yang tertera dalam UUD REMA saja, selain itu maka akan diputuskan dalam forum MPM.&lt;br /&gt;Terkait diterimanya pengunduran diri saudara anom atau tidak, itu berada pada sidang istimewa dan hal ini sudah dikomunikasikan melalui surat kepada BEM dan DPM. &lt;br /&gt;Kenapa tidak ada surat ke anom secara langsung?&lt;br /&gt;Karena disini surat yang masuk untuk mengadakan sidang istimewa bukan dari saudara anom sendiri, tetapi statusnya adalah dari BEM REMA yang mengajukan sidang istimewa. Dan ini dikabulkan jelas dengan surat yang sudah diberikan kepada BEM REMA UNY selang beberapa hari dari surat yang diberikan. &lt;br /&gt;Untuk komunikasi kepada saudara anom sebelumnya sudah dilakukan oleh saudara Amiruddin Shafa dengan melakukan sms dan telp. Dari ketiga nomor yang ada ternyata tidak ada yang bisa dihubungi dan tanggpan dari sms yang telah terkirim. Sms nya berbunyi:&lt;br /&gt;Sms ini dilayangkan pada tanggal 10 Juni 2010 pukul 11.02 WIB setelah beberapa kali mencoba menelpon dihari sebelumnya.&lt;br /&gt;&lt;blockquote&gt;“Alskm…&lt;br /&gt;Mengharapkan kehadiran saudara untuk datang pada sidang istimewa sabtu, 12 Juni 2010.. Sebagai pertanggungjawaban anda kpd mahasiswa uny.. anda harus menyampaikan alasan mengundurkan diri di dpn sidang..&lt;br /&gt;NB: jika kuat untuk berpergian datang..jika tidak harap menulis sesuatu untuk dapat disampaikan ke forum..&lt;br /&gt;Kirim ke emailku sebelum jumatan bsk ke shafa_x18@yahoo.co.id.&lt;br /&gt;Ttd&lt;br /&gt;Pimpinan I MPM&lt;br /&gt;Amiruddin Shafa”&lt;/blockquote&gt;&lt;br /&gt;Seperti itulah sms yang saya layangkan kepada saudara Anom.  Sms ini tetap tidak ada jawaban sampai malam hari. Dan saat itu saya mencoba sms saudara Fiqi Ahmad sebagai presiden BEM REMA UNY yang sebelumnya sudah dikomunikasikan secara lisan dan bunyi sms nya adalah :&lt;br /&gt;10 Juni 2010 pukul 21.51 WIB&lt;br /&gt;&lt;blockquote&gt;“Aslkm. Boy udahakan anom benar2 datang..pagi jam 8 sudah di sc..&lt;br /&gt;Harapanya dapat menyampaikan secara langsung..tak sms g bales2 bocah kae..tolong..”&lt;br /&gt;Sms ini memang tidak formal jadi mohon maaf seperti ini.&lt;/blockquote&gt;&lt;br /&gt;Dan Fiqi pun menjawab:&lt;br /&gt;&lt;blockquote&gt;“saya yang mewakili”&lt;/blockquote&gt;&lt;br /&gt;Lalu akupun menjawabnya:&lt;br /&gt;&lt;blockquote&gt;“minta dia nulis sesuatu..kirim ke email sebagai pertanggungjawaban dia selama di rema..ceritakan alasan dan kondisi dia kenapa mundur..harapanya dari dia..kirim ke emailku..”&lt;/blockquote&gt;&lt;br /&gt;Dan seterusnya..&lt;br /&gt;Saya mendapatkan jawaban anom tidak dapat datang karena kondisinya dan akan digantikan oleh Fiqi.&lt;br /&gt;Mohon dengan ini dapat mengklarifikasi apa yang telah di publiskan BEM REMA UNY. walaupun sekarang MPM baru berusaha meminta hak jawab kepada BEM tentang beberapa point dalam bulletin ini.&lt;br /&gt;Terimakasih semoga dapat disikapi dengan bijak.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1531764432857380464-4977726791178731392?l=shafaleader.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://shafaleader.blogspot.com/feeds/4977726791178731392/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://shafaleader.blogspot.com/2010/06/sebuah-klarifikasi-propaganda-bem-rema.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1531764432857380464/posts/default/4977726791178731392'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1531764432857380464/posts/default/4977726791178731392'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://shafaleader.blogspot.com/2010/06/sebuah-klarifikasi-propaganda-bem-rema.html' title='Sebuah Klarifikasi Propaganda BEM REMA UNY'/><author><name>Amiruddin Shafa</name><uri>http://www.blogger.com/profile/10930309028643559988</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_4icCq81XL3w/S2SO4jPYQeI/AAAAAAAAAC0/lzl1ku-3_04/S220/IMG_1623+copy.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_4icCq81XL3w/TBj_oNas7SI/AAAAAAAAAEs/rwFXqOmspds/s72-c/Save0180.JPG' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1531764432857380464.post-3893372476837142759</id><published>2010-06-10T11:08:00.000-07:00</published><updated>2010-06-10T11:12:33.593-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='opini'/><title type='text'>Mahasiswa = Konsisten</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_4icCq81XL3w/TBEq1jR5ztI/AAAAAAAAAEk/Xg8TwZh8mAg/s1600/images+(3).jpg"&gt;&lt;img style="cursor:pointer; cursor:hand;width: 224px; height: 225px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_4icCq81XL3w/TBEq1jR5ztI/AAAAAAAAAEk/Xg8TwZh8mAg/s320/images+(3).jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5481209320978370258" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Menjadi sebuah relaitas bersama bahwa selama menjadi mahasiswa, masih ingat saya waktu itu di jelali oleh kakak angkatan saya untuk mengerti apa saja fungsi menjadi mahasiswa, idealitas menjadi mahasiswa itu seperti apa. Fungsi social lah, fungsi moral lah, atau fungsi-fungsi yang lain. Ingat saat para pemandu-pemandu ospek memberikan sedikit ceramahnya untuk mengarahakn kita mau kemana? Alhasil saya pun menjadi orang yang tahunya seperti itu. Beda dengan setelah beberapa tahun menjejaki kaki di kampus UNY tercinta ini, bingung saat melihat berdiri dimana, dan dalam posisi seperti apakah mahasiswa saat ini. Wuih…seperti melihat hal-hal yang mungkin tidak akan dilihat oleh mahasiswa yang baru masuk (ya iyalah, kan belom tau apa2).&lt;br /&gt;Nah ini nih yang aku bingungkan saat menjadi mahasiswa tingkat akhir (mungkin karena tekanan kapan mau lulus nya kali ya..). saat melihat para aktivis mahasiswa yang sekarang menjadi para pemegang kebijakan, para penggerak gerakan mahasiswa, para eksekutor lapangan, yang dilihat hanyalah apa yang kita pelajari, semua hanyalah berkedok pada “proses” karena sebuah nilai dari hasil itu berada dalam proses itu. Lalu?bagaimana jika proses itu tidak sesuai dengan yang kita inginkan padahal sebenarnya kita bisa menjalankanya? inilah keresahannya. Proses yang tidak sesuai dengan idealita menjadi sebuah hal yang “diwajarkan” saja, karena nilainya adalah disana, lalu hilang begitu saja ditelan angina, lalu kemana kita bisa menjadi sesuai dengan idealita itu?jika kita sendiri tidak bisa memaksimalkan diri kita, karena hal ini lah, hal itu lah, atau segudang alasan lainya.&lt;br /&gt;Sebegitu percayanya masyarakat kepada mahasiswa sebagai sebuah elemen yang cukup bisa objektif dan netral untuk menyikapi permasalahan bangsa ini, tetapi kepercayaan itu semakin hilang jika melihat mahasiswa ternyata tidak berada dalam posisi yang netral (berada dalam sebuah kepentingan). &lt;br /&gt;konsisten&lt;br /&gt;Hanya menjadi ideal saja sebuah kekonsistenan mahasiswa itu dipertaruhkan, seperti saat kita melihat berbagai forum yang membuat sebuah kesepakatan-kesepakatan, ataupun sebuah hasil musyawarah-musyawarah yang nantinya hanyalah menjadi sebuah hasil notulensi saja, tanpa ada gerak untuk menuju hasil. seperti beberapa forum yang pernah saya ikuti sekarang ini telah membuktikan mahasiswa sekarang ini hanyalah menjadi sebuah elemen yang inkonsisten saja, karena mereka hanya bisa menjadi elemen yang berwacana idealita. Kesepakatan yang disepakati tidak dilaksanakan, atau hasil musyawarah setiap tahunya hanya berputar-putar pada satu titik yang sama.&lt;br /&gt;Ayo kawan-kawan semua,dengan ini ajakan buat kita untuk kembali bersama-sama dalam barisan yang menjadikan seorang mahasiswa yang konsisten.&lt;br /&gt;Jogja, 11 Juni 2010&lt;br /&gt; tengah malam 01.03 WIB&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1531764432857380464-3893372476837142759?l=shafaleader.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://shafaleader.blogspot.com/feeds/3893372476837142759/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://shafaleader.blogspot.com/2010/06/mahasiswa-konsisten.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1531764432857380464/posts/default/3893372476837142759'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1531764432857380464/posts/default/3893372476837142759'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://shafaleader.blogspot.com/2010/06/mahasiswa-konsisten.html' title='Mahasiswa = Konsisten'/><author><name>Amiruddin Shafa</name><uri>http://www.blogger.com/profile/10930309028643559988</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_4icCq81XL3w/S2SO4jPYQeI/AAAAAAAAAC0/lzl1ku-3_04/S220/IMG_1623+copy.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_4icCq81XL3w/TBEq1jR5ztI/AAAAAAAAAEk/Xg8TwZh8mAg/s72-c/images+(3).jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1531764432857380464.post-2052220704677384966</id><published>2010-05-25T10:00:00.000-07:00</published><updated>2010-05-25T10:20:59.680-07:00</updated><title type='text'>Inilah seorang Amiruddin Shafa anggota DPM REMA UNY</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_4icCq81XL3w/S_wF5Dw81LI/AAAAAAAAAEE/cy6_WLCbA5Y/s1600/PICT3977.JPG"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 320px; height: 240px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_4icCq81XL3w/S_wF5Dw81LI/AAAAAAAAAEE/cy6_WLCbA5Y/s320/PICT3977.JPG" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5475257724796982450" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Jogja, 9 Januari 2010&lt;br /&gt;Catatan ini dimuali dari sebuah kejadian yang bermula dari sebuah ruang-ruang kecil dalam kampus UNY. Dimana dari sana dimulailah sebuah perbincangan dengan semangat yang mengebu-gebu, akan sebuah cita-cita dan perbaikan-perbaikan. Kenangan itu begitu tergores dengan erat saat kita terduduk bersama dalam lingkaran kecil dalam sebuah forum yang dahsyat. Dari 24 ribu mahasiswa di UNY, tidak sampai 12 orang lah yang duduk disana, disebutkan satu demi satu nama-nama pengemban amanah itu, dan salah satunya adalah Amiruddin Shafa.&lt;br /&gt;Sungguh amanah ini begitu berat, bukan seberapa kuat pundak ini memanggul, tapi aku yakin dari orang-orang yang ada disekitarku inilah akan tercipta sejarah besar dalam kampus UNY tercinta.&lt;br /&gt;Hatiku terdesir saat nama itu dilantunkan dalam sebuah forum yang begitu dihormati oleh seluruh masyarakat UNY ini. Tahun 2010 menjadi tahun yang berat, mudah, susah, sempit, lebar, tergantung kita akan memposisiskannya dimana? Tahun ke-4 aku dikampus, seharusnyalah aku segera lulus, bekerja, s2, dll, tuntutan masyarakat sekitar yang tidaklah kecil, selain itu tuntutan kebutuhan pribadi yang lain, saya rasa hal ini akan sama dan mirip dirasakan oleh kawan-kawan yang seangkatan denganku. Tapi saat AMANAH itu datang, dan kita siap menerimanya, maka Allah telah mencatat bahwa kita adalah orang yang mampu. Kita adalah manusia yang diberikan nikmat yang lebih dari yang lain untuk di percaya mendapatkan amanah ini.&lt;br /&gt;Tahun 2010 menjadi tahun target juga bagi kawan-kawan semua, &lt;br /&gt;aku punya keinginan, &lt;br /&gt;kamu punya keinginan, &lt;br /&gt;dia punya keinginan,&lt;br /&gt;mereka punya keinginan, &lt;br /&gt;kita punya keinginan,&lt;br /&gt;jika kita di DPM maka harus satu keinginan&lt;br /&gt;walaupun disana ada dua kepentingan yg berbeda, tapi aku yakin keinginan untuk memperbaiki kampus ini menjadi lebih baik tetap ada. &lt;br /&gt;Aku tahu saat itu aku tidak tahu apa dan dimana posisiku untuk berbuat lebih banyak di tahun ini, hanya saja terbesit keinginan ada SEJARAH yang akan tercipta, PERUBAHAN yang aka nada, sebelum nantinya aku pergi dari kampus ini.&lt;br /&gt;“biarkan namaku hilang dalam angina, asalkan karyaku dapat dikenang oleh orang banyak”&lt;br /&gt;25 Mei 2010 pukul 10.36 WIB&lt;br /&gt;Sampai dibulan kelima ini aku merasa semakin berat saat melihat hanya beberapa orang saja yang sering muncul di DPM, hanya itu-itu saja yang ada, dan aku pun sering meninggalkan DPM demi mencari uang atau apalah itu. Apakah aku sudah mencintai DPM sebagai salah satu bagian dalam diriku di tahun 2010 ini?&lt;br /&gt;“Tak mungkin orang dapat mencintai negeri dan bangsanya, kalau orang tak mengenal kertas-kertas tentangnya. Kalau dia tak mengenal sejarahnya. Apalagi kalau tak pernah berbuat sesuatu kebajikan untuknya.” (Pramoedya Ananta Toer)&lt;br /&gt;Waktu itu tidak pernah berulang lagi Shafa, tinggal beberapa bulan lagi dan kamu tidak berada disana. Tapi prestasi apa yang sudah ku perbuat? Bagaimana pertanggungjawabanku kepada mahasiswa di UNY?bangsaku? dan yang jelas aku akan kebingungan di akhirat nanti jika ditanya oleh Allah.. aku bingung mau jawab apa? Dan bagaimana aku akan memperbaikinya…&lt;br /&gt;Semoga Allah tetap memberikan ku semangat seperti pada saat awal kali nama itu terdengar&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tulisan ini adalah refleksi diri bahwa aku bukan apa-apa dengan segala keterbatasan dan kemampuan, waktu, tenaga, harta, dan pikiran.&lt;br /&gt;Seseorang yg ganya ingin membuat karya yang akan menjadi sejarah….&lt;br /&gt;Amiruddin Shafa&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1531764432857380464-2052220704677384966?l=shafaleader.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://shafaleader.blogspot.com/feeds/2052220704677384966/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://shafaleader.blogspot.com/2010/05/inilah-seorang-amiruddin-shafa-anggota.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1531764432857380464/posts/default/2052220704677384966'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1531764432857380464/posts/default/2052220704677384966'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://shafaleader.blogspot.com/2010/05/inilah-seorang-amiruddin-shafa-anggota.html' title='Inilah seorang Amiruddin Shafa anggota DPM REMA UNY'/><author><name>Amiruddin Shafa</name><uri>http://www.blogger.com/profile/10930309028643559988</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_4icCq81XL3w/S2SO4jPYQeI/AAAAAAAAAC0/lzl1ku-3_04/S220/IMG_1623+copy.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_4icCq81XL3w/S_wF5Dw81LI/AAAAAAAAAEE/cy6_WLCbA5Y/s72-c/PICT3977.JPG' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1531764432857380464.post-3992275167968332391</id><published>2010-05-13T05:43:00.001-07:00</published><updated>2010-05-13T05:43:55.457-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='seni budaya'/><title type='text'>“Kau Ini Bagaimana Atau Aku Harus Bagaimana”</title><content type='html'>Kau ini bagaimana?&lt;br /&gt;kau bilang aku merdeka, kau memilihkan untukku segalanya&lt;br /&gt;kau suruh aku berpikir, aku berpikir kau tuduh aku kafir&lt;br /&gt;aku harus bagaimana?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;kau bilang bergeraklah, aku bergerak kau curigai&lt;br /&gt;kau bilang jangan banyak tingkah, aku diam saja kau waspadai&lt;br /&gt;kau ini bagaimana?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;kau suruh aku memegang prinsip, aku memegang prinsip kau tuduh aku kaku&lt;br /&gt;kau suruh aku toleran, aku toleran kau bilang aq plin plan&lt;br /&gt;aku harus bagaimana?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;aku kau suruh maju, aku mau maju kau selimbung kakiku&lt;br /&gt;kau suruh aku bekerja, aku bekerja kau ganggu aku&lt;br /&gt;kau ini bagaimana?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;kau suruh aku takwa, khotbah keagamaanmu membuatku sakit jiwa&lt;br /&gt;kau suruh aku mengikutimu, langkahmu tak jelas arahnya&lt;br /&gt;aku harus bagaimana?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;aku kau suruh menghormati hukum, kebijaksanaanmu menyepelekannya&lt;br /&gt;aku kau suruh berdisiplin, kau mencontohkan yang lain&lt;br /&gt;kau ini bagaimana?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;kau bilang Tuhan sangat dekat, kau sendiri memanggil-manggilnya dengan pengeras suara tiap saat&lt;br /&gt;kau bilang kau suka damai, kau ajak aku setiap hari bertikai&lt;br /&gt;aku harus bagaimana?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;aku kau suruh membangun, aku membangun kau merusakkannya&lt;br /&gt;aku kau suruh menabung, aku menabung kau menghabiskannya&lt;br /&gt;kau ini bagaimana?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;kau suruh aku menggarap sawah, sawahku kau tanami rumah-rumah&lt;br /&gt;kau bilang aku harus punya rumah, aku punya rumah kau meratakannya dengan tanah&lt;br /&gt;aku harus bagaimana?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;aku kau larang berjudi, permainan spekulasimu menjadi-jadi&lt;br /&gt;aku kau suruh bertanggungjawab, kau sendiri terus berucap wallahu a’lam bissawab&lt;br /&gt;kau ini bagaimana?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;kau suruh aku jujur, aku jujur kau tipu aku&lt;br /&gt;kau suruh aku sabar, aku sabar kau injak tengkukku&lt;br /&gt;aku harus bagaimana?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;aku kau suruh memilihmu sebagai wakilku, sudah kupilih kau bertindak sendiri semaumu&lt;br /&gt;kau bilang kau selalu memikirkanku, aku sapa saja kau merasa terganggu&lt;br /&gt;kau ini bagaimana?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;kau bilang bicaralah, aku bicara kau bilang aku ceriwis&lt;br /&gt;kau bilang jangan banyak bicara, aku bungkam kau tuduh aku apatis&lt;br /&gt;aku harus bagaimana?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;kau bilang kritiklah, aku kritik kau marah&lt;br /&gt;kau bilang carikan alternatifnya, aku kasih alternatif kau bilang jangan mendikte saja&lt;br /&gt;kau ini bagaimana?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;aku bilang terserah kau, kau tidak mau&lt;br /&gt;aku bilang terserah kita, kau tak suka&lt;br /&gt;aku bilang terserah aku, kau memakiku&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;kau ini bagaimana?&lt;br /&gt;atau aku harus bagaimana?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;karya : GUs Mus&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1531764432857380464-3992275167968332391?l=shafaleader.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://shafaleader.blogspot.com/feeds/3992275167968332391/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://shafaleader.blogspot.com/2010/05/kau-ini-bagaimana-atau-aku-harus.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1531764432857380464/posts/default/3992275167968332391'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1531764432857380464/posts/default/3992275167968332391'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://shafaleader.blogspot.com/2010/05/kau-ini-bagaimana-atau-aku-harus.html' title='“Kau Ini Bagaimana Atau Aku Harus Bagaimana”'/><author><name>Amiruddin Shafa</name><uri>http://www.blogger.com/profile/10930309028643559988</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_4icCq81XL3w/S2SO4jPYQeI/AAAAAAAAAC0/lzl1ku-3_04/S220/IMG_1623+copy.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1531764432857380464.post-4915192284672397106</id><published>2010-05-07T08:16:00.001-07:00</published><updated>2010-05-07T08:16:57.615-07:00</updated><title type='text'>Rumah Kunang2 yang mulai berubah menjadi rumah Matahari (FIM 9) [Bag awal]</title><content type='html'>Bingung mau dibilang apa, sudah berusaha ke sana kemari, dari ujung sana ke sini tetep aja gak dapet hasil nya. He..he..he..(ini niat nulis dari yang sebelah mana sih)&lt;br /&gt;Serius.. &lt;br /&gt;Kisah ini dimulai dari bulan Maret awal saat melihat beberapa pengumuman di facebook kawan-kawan ku di BEM SI yang dapat pengumuman itu. Penasaran aku mencoba melihat pengumuman apa sih? Dan ku lihat disana berjudul Forum Indonesia Muda IX(FIM 9). Baru baca saja sudah tertarik, apalagi kalau bisa ikut. Dengan bertanya sama beberapa teman yang ada disana (anak UI) aku dapat info terkait pendaftarannya yang disana tertulis paling lambat akhir maret. &lt;br /&gt;Sempat meninggalkan sejenak tentang agenda ini, karena dikejar beberapa agenda yang lain, akupun mulai mencoba mencicil mengisi formulir dan persaratan FIM 9 ini. Lupa!!! Namanya juga manusia, mahasiswa SKS lagi. Semuanya di garap kalau tidak mendekati batas akhir. Mencoba mengembalikan ruh semangat untuk ikut FIM 9, di akhir bulan sambil nge tag kawan-kawan di UNY yang lain buat ikut juga, aku selesaikan artikel yang belum ku garap sampai waktu itu. Sreeetttt.. tepat hamper pukul 00.00 malam email pun terkirim di detik akhir pengumpulan. Alhamdulillah, seperti biasa, yang penting berusaha semaksimal mungkin untuk mendaftar dan ikut berpartisipasi, diterima atau tidak itu nanti, tinggal berdoa saja (seperti pada tahun 2009 saat ikut PIMNAS). Diwaktu bersamaan kawan seperjuanganku yang mau ku ajak untuk ikut pun berusaha mengirimkan form biodata dan artikelnya.&lt;br /&gt;Pasca itu, lewat begitu saja selama beberapa hari. Dan akhirnya pengumuman pun ada di web nya FIM (forumindonesiamuda.com) hem..ternyata aku nongol di urutan yang ke-12 dan satu-satunya dari kampus ku (UNY). Buat kawan ku, maaf aku harus berangkat sendirian. Sambil mempersiapkan agenda Jelajah Institusi yang menjadi inisiasiku beberapa waktu lalu untuk anggota legislative UNY ke Jakarta yang Alhamdulillah waktunya tidak terlalu lama dari FIM 9, yaitu pada tanggal 4-7 Mei 2010 dan FIM9 dari tanggal 28 April- 2 Mei 2010 (deket kan?) lalu mulailah masuk pada rencana perjalanan panjang ke Jakarta dalam beberapa hari.&lt;br /&gt;Mencoba berprasangka baik kepada rektorat kampus, aku mencoba untuk mencari dana kesana (minimal buat perjalanan) karena agenda ini juga merupakan agenda pengembangan soft skill tingkat nasional. Dengan beberapa pertimbangan akhirnya aku pun mengajukannya,huft.. ternya ta di tolak mentah-mentah. Katanya sih bukan agenda yang direkomendasikan dari dikti. Berarti aku harus nekat kesana dengan keadaan keterbatasan. Hari itu sudah meunjukkan hari Rabu, satu hari sebelum acara. Dan aku masih sibuk bercengkrama di kampus sampai pukul 14.00WIB membahas KKL yang berbeda dengan mahasiswa yang lain.&lt;br /&gt;Terburu-buru pengen segera pulang, karena hari itu kakak sepupu ku ada yang baru saja melahirkan anak pertamanya dan aku belum sama sekali menjenguknya. Bergegas pulang, tapi ternyata di tengah jalan aku berpikir ulang kalau ini tidak akan cukup waktunya. Dan kuputuskan mengurungkan niatku untuk bertemu adk cilik yg baru saja lahir (sama setahun yg lalu saat kakak ku yg ini menikah aku baru berada di Malang). Sedih sih rasanya, tapi mau bagaimana lagi. Hanya ada waktu satu jam untuk beres-beres barang bawaan apa saja yang harus di bawa. Dengan membawa 3 tas sekaligus aku menenteng keluar rumah, tas pertama diisi dengan perlengkapan pakaian dan perlengkapan pribadi lainya, tas ke dua diisi dengan laptop kesayanganku, dan tas yang ketiga diisi dengan buku-buku bacaan. Memang rezeki g kemana, ortu g tega lihat anaknya pergi ke Jakarta berhari-hari Cuma bawa uang 50rb rupiah. Dengan tambahan dari ortu lumayan bisa untuk jaga-jaga.&lt;br /&gt;Tepat pukul 16.30 WIB sampailah aku di depan stasiun kereta lempuyangan yang sudah di padati orang-orang yang memiliki kesibukan masing-masing. Petualangan pun dimulai dari langkah-langkah kecil yang ku ciptakan sendiri.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1531764432857380464-4915192284672397106?l=shafaleader.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://shafaleader.blogspot.com/feeds/4915192284672397106/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://shafaleader.blogspot.com/2010/05/rumah-kunang2-yang-mulai-berubah.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1531764432857380464/posts/default/4915192284672397106'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1531764432857380464/posts/default/4915192284672397106'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://shafaleader.blogspot.com/2010/05/rumah-kunang2-yang-mulai-berubah.html' title='Rumah Kunang2 yang mulai berubah menjadi rumah Matahari (FIM 9) [Bag awal]'/><author><name>Amiruddin Shafa</name><uri>http://www.blogger.com/profile/10930309028643559988</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_4icCq81XL3w/S2SO4jPYQeI/AAAAAAAAAC0/lzl1ku-3_04/S220/IMG_1623+copy.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1531764432857380464.post-119181405352606676</id><published>2010-02-04T15:26:00.000-08:00</published><updated>2010-02-04T15:29:29.466-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Pendidikan'/><title type='text'>Ujian Nasional Antara Ada Dan Tiada</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_4icCq81XL3w/S2tYTbWeU_I/AAAAAAAAAD0/fF7jhk7k0fM/s1600-h/Pendidikan_Indonesia_by_haqiarab.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 226px; height: 320px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_4icCq81XL3w/S2tYTbWeU_I/AAAAAAAAAD0/fF7jhk7k0fM/s320/Pendidikan_Indonesia_by_haqiarab.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5434534466135413746" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;oleh: Amirudiin Shafa &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“mencerdaskan kehidupan bangsa” itulah salah satu cita-cita yang pernah dikumandangkan Soekarno pada tahun 1945 saat UUD 1945 dirancang. &lt;br /&gt;Ujian Negara, itulah sebuah system evaluasi pembelajaran yang diterapkan sejak masa penjajahan sampai tahun 1971. Ujian ini diterapkan secara nasional, dan hasil banyak sekali siswa yang tidak lulus karenanya. Setelah tahun 1971, kelulusan seorang siswa diberikan kepada sekolah masing-masing. Hal ini berlangsung selama 20 tahun dan bisa dilihat semua siswa lulus semua. Pada tahun 1992 mulailah diterapkan EBTANAS, dimana kelulusan ditentukan bersama sekolah ditambah dengan ujian nasional. Sampai tahun 2002 muncullah koreksi dan dinamakan Ujian Nasional dimana diambil beberapa mata pelajaran yang sifatnya nasional, diuji secara nasional, sementara yang lain diuji oleh sekolah. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tekanan ujian nasional&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sejak Ujian Nasional diterapkan tahun 2003 dengan standar kualitas dinaikkan 0,5 persen per tahun, siswa salah satu dari beberapa elemen yang menerima dampak dari tekanan Ujian Nasional ini. Tekanan itu membuat siswa melakukan hal yang negatif. Mulai dari membawa contekan, mencontek teman, bahkan pergi ke dukun pun dilakukan. Selain melakukan hal yang negatif, ujian nasional juga membuat siswa benar-benar stress dengan ancaman ketidak lulusan mereka. Mulai dari melampiaskan amarah dengan membakar sekolahan mereka samapi ada yang melakuakan bunuh diri karena tekanan dari Ujian Nasional ini. Tidak hanya siswa, guru pun juga terjebak perilaku negative untuk menyelamatkan nama baik sekolah, dengan membantu memberikan jawaban pada siswa saat ujian nasional berlangsung, seperti dikutip dari  (Kompas, 22/6/2007) SMK Negeri 1 Cilegon diharuskan mengulang UN karena ditemukan bukti ada Jockey UN. Ada apa dengan sistem yang kita bentuk? Hal ini sangat bertentangan dengan tujuan kita untuk membentuk siswa yang semangat belajar, dan meningkatnya kualitas pendidikan disetiap sekolahan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tekanan ini pun muncul sampai berpuncak pada pengaduan kepada Mahkamah Agung dan diputuskan penolakan adanya Ujian Nasional pada November 2009 lalu. Luapan penolakan pun bermunculan ke permukaan, aksi turun ke jalan pun dilakukan oleh berbagai elemen, mulai dari mahasiswa, siswa dan guru. Bahkan gerakan penolakan ini pun muncul dalam jejaring sosial dalam internet seperti facebook sampai pembuatan lagu tolakujian nasional (http://www.youtube.com/watch?v=_SxqzDKekcQ).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tidak sebagai satu-satunya syarat kelulusan&lt;br /&gt;Harus ada sebuah sebuah angka sebagai bentuk nilai dari setiap proses. Karena untuk melihat hasil dari sebuah proses itu masih berupa dekriptif, akan cukup kesulitan kita menilainya. Ujian nasional  itu penting untuk standarisasi pendidikan nasional. Dengan standarisasi itu maka kita akan mendapatkanya peningkatan SDM yang ada di Indonesia yang tergus digerus oleh tantangan global. Tetapi yang menjadi masalah disini adalah UN menjadi satu-satunya syarat kelulusan dan standar kelulusan yang dinasionalkan. Karena kita tidak tau kondisi siswa saat itu apakah baru bisa berfikir maksimal untuk menghadapi ujian nasional ataukah baru sakit, sehingga para siswa tidak dapat mengerjakan soal ujian nasional tersebut. Padahal mereka belajar untuk mendapatkan ilmu itu selama 3 tahun, dan sekarang hanya ditentukan dalam beberapa jam dalam 3 hari ujian nasional saja.  Tidak hanya itu, dampak dari ujian nasional yang memilih beberapa mata pelajaran saja itu membuat adanya ekslusifitas mata pelajaran yang di berikan kepada siswa. setiap sekolah berbondong-bondong untuk memberikan pelajaran tambahan yang berlebih untuk mata pelajaran yang di ujian nasionalkan. Padahal selai dari mata pelajaran itu, ada banyak pelajaran yang cukup penting untuk ditinggalkan seperti pendidikan agama dan kewarganegaraan. Hal ini membuat siswa tidak cukup memahami pendidikan moral yang ada. Hal ini jelas jika melihat terlalu maraknya kecurangan yang dilakukan pada saat ujian nasional berlangsung. Selain hal itu, ujian nasional juga dirasa tidak adil jika dilihat dari pemerataan fasilitas dan kualitas sekolah yang menyelenggarakan ujian nasional. Seperti sekolah di papua dibandingkan dengan sekolah di Jakarta akan cukup berbeda hasilnya jika fasilitas dan kualitas sekolahnya saja berbeda.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari sinilah sangat diperlukan sinergitas antara pentingnya ujian nasional, hakekat pendidikan dan keadilan bagi siswa. Ujian nasional sebagai format evaluasi pembelajaran secara nasional harus tetap dilaksanakan sebagai upaya pemetaan dan alat diagnosa mengenai pendidikan nasional. Tetapi tidak sebagai satu-satunya alat untuk menentukan kelulusan siswa. Ujian nasional hanya dijadikan salah satu aspek penilaian kelulusan saja. Penilaian kelulusan siswa harus dilihat secara menyeluruh dengan pertimbangan prestasi dan sikap siswa selama menempuh pendidikan di sekolah sela tiga tahun, sehingga peran sekolah dalam hal ini guru mempunyai porsi tanggung jawab yang sangat besar dan peran pemerintah pun ada dalam hal ini. &lt;br /&gt;jika hal seperti ini dilaksanankan, maka harapanya hal-hal seperti kecurangan dan dampak psikologi siswa terhadap tekanan ujian nasional ini bisa terselesaikan.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1531764432857380464-119181405352606676?l=shafaleader.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://shafaleader.blogspot.com/feeds/119181405352606676/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://shafaleader.blogspot.com/2010/02/ujian-nasional-antara-ada-dan-tiada.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1531764432857380464/posts/default/119181405352606676'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1531764432857380464/posts/default/119181405352606676'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://shafaleader.blogspot.com/2010/02/ujian-nasional-antara-ada-dan-tiada.html' title='Ujian Nasional Antara Ada Dan Tiada'/><author><name>Amiruddin Shafa</name><uri>http://www.blogger.com/profile/10930309028643559988</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_4icCq81XL3w/S2SO4jPYQeI/AAAAAAAAAC0/lzl1ku-3_04/S220/IMG_1623+copy.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_4icCq81XL3w/S2tYTbWeU_I/AAAAAAAAAD0/fF7jhk7k0fM/s72-c/Pendidikan_Indonesia_by_haqiarab.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1531764432857380464.post-8590868604574808263</id><published>2010-01-30T12:17:00.000-08:00</published><updated>2010-01-30T12:18:43.933-08:00</updated><title type='text'>akan menulis lagi</title><content type='html'>salam kepada semuanya..&lt;br /&gt;sudah lama nih g nglanjutin menulis..nah kini saatnya penuhi blog ini dengan tulisanku..ayooo ramaikan blog ini...&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1531764432857380464-8590868604574808263?l=shafaleader.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://shafaleader.blogspot.com/feeds/8590868604574808263/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://shafaleader.blogspot.com/2010/01/akan-menulis-lagi.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1531764432857380464/posts/default/8590868604574808263'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1531764432857380464/posts/default/8590868604574808263'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://shafaleader.blogspot.com/2010/01/akan-menulis-lagi.html' title='akan menulis lagi'/><author><name>Amiruddin Shafa</name><uri>http://www.blogger.com/profile/10930309028643559988</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_4icCq81XL3w/S2SO4jPYQeI/AAAAAAAAAC0/lzl1ku-3_04/S220/IMG_1623+copy.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1531764432857380464.post-5924748010914243589</id><published>2009-09-11T16:13:00.000-07:00</published><updated>2009-09-11T16:16:06.087-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Pendidikan'/><title type='text'>KERAK KARAKTER YANG MEMBELENGGU ANAK BANGSA</title><content type='html'>Oleh : Amiruddin Shafa&lt;br /&gt;Berjuta-juta kata yang telah tecurah oleh seorang teman saat mengadakan sedikit training untuk sebuah pesantren ramadhan di sebuah SMA. Sungguh sebuah perjuangan yang sangat berat saat kita memiliki misi yang sama dengan teman saya itu, sebuah misi untuk membuat sebuah bagian kecil generasi muda menjadi sebuah generasi yang berkarakter. Ingin rasanya menangis melihat sebuah ruangan yang memang disana terisi oleh sebuah generasi yang hatinya terbelenggu oleh  entah apa itu. &lt;br /&gt;Jika kita mulai menengok ke belakang sebuah generasi yang di bangun pada masa penjajahan, mereka dibentuk sebuah karakter oleh tokoh-tokoh bangsa ini menjadi seorang yang akan berjuang untuk merdeka, menjadi seorang yang nasionalis. Di tahun 1945 karakter itu telah membawa soekarno dan kawan-kawannya memberanikan diri mendeklarasikan Negara Indonesia sebagai Negara yang merdeka. Beberapa tahun setelah itu, di tahun di mana hancurnya PKI dari Negara ini di karenakan karakter  keber-Tuhan-an yang ada dalam diri masyarakat bangsa ini yang membuat Soeharto memberantas PKI dari negeri  ini. Dimulai dari saat itu pemerintahan yang membelenggu rakyatnya dalam sebuah orde baru yang disana membentuk sebuah karakter anak bangsa, terutama mahasiswa di tahun 1998 mencoba mendongkrak karakter berdemokrasi, berkebebasan dan muncullah reformasi saat itu. &lt;br /&gt;Tahun ini 11 tahun paska reformasi, sungguh luar biasa dampak yang terjadi kepada pendidikan Indonesia, bagaimana keporak-porandaan system yang dibuat untuk memayungi pendidikan di negeri ini. Jika sampai saat ini kita bisa melihat puluhan juta prestasi dari ribuan siswa yang ada di sekolah unggulan di setiap daerahnya masing-masing, cobalah sekarang saatnya kita untuk membuka mata akan ralitas yang ada. Cobalah melihat sebuah sekolahan yang memang disana hamper tidak ada ruh yang membuat pendidikan itu “berarti” di sekolahan mereka. Anak didik yang mereka meliliki sebuah kesamaan bahwa mereka ada di sana karena pilihan terakhir dari puluhan sekolah yang tidak dapat mereka masuki, belum lagi ditambah latar belakang orang tua yang memang tidak “mumpuni” untuk menyekolahkan anaknya di tempat yang lebih layak. Belum lagi kita melihat dari sisi guru dan sekolahan, yang dimana guru mereka sudah begitu malas untuk mengingatkan setiap kesalahan dari siswa, sehingga mereka begitu cueknya untuk membimbing anak didiknya, bahkan ada sebuah geb yang menutupi mereka antara guru dan siswa. &lt;br /&gt;Akibat yang sangat luar biasa terasa, jika kita mulai mengenal hasil generasi muda yang terbentuk dari latar belakang pendidikan yang ada diatas. “Begitu belenggu itu membuat lingkaran yang sangat kuar diantara hati mereka” kataku di saat mengisi pesantren ramadhan di sebuah sekolahan. Output generasi yang memiliki karakter mental “tempe”. Generasi yang sudah tidak mempunyai semangat untuk masa depan, dengan kemalasan dari setiap apa yang seharusnya dia lakukan, bahkan untuk beribadah kepada Tuhan nya. Ini benar-benar menjadi sebuah keprihatinan bersama, membutuhkan seorang guru yang begitu memiliki kesabaran yang sangat luar biasa. Kesabaran yang memang itu akan menjadikan generasi muda bangsa ini menjadi generasi yang dahsyat. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berharap akan menemukan sosok guru dengan kesabaran yang luar biasa dan memiliki cita-cita yang tinggi untuk generasi muda saat ini menjadi generasi yang berkarakter.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1531764432857380464-5924748010914243589?l=shafaleader.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://shafaleader.blogspot.com/feeds/5924748010914243589/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://shafaleader.blogspot.com/2009/09/kerak-karakter-yang-membelenggu-anak.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1531764432857380464/posts/default/5924748010914243589'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1531764432857380464/posts/default/5924748010914243589'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://shafaleader.blogspot.com/2009/09/kerak-karakter-yang-membelenggu-anak.html' title='KERAK KARAKTER YANG MEMBELENGGU ANAK BANGSA'/><author><name>Amiruddin Shafa</name><uri>http://www.blogger.com/profile/10930309028643559988</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_4icCq81XL3w/S2SO4jPYQeI/AAAAAAAAAC0/lzl1ku-3_04/S220/IMG_1623+copy.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1531764432857380464.post-3446785283644375173</id><published>2009-08-19T05:01:00.000-07:00</published><updated>2009-08-19T05:04:23.118-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='seni budaya'/><title type='text'>SAJAK SEBATANG LISONG</title><content type='html'>Oleh : &lt;br /&gt;W.S. Rendra&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menghisap sebatang lisong &lt;br /&gt;melihat Indonesia Raya, &lt;br /&gt;mendengar 130 juta rakyat, &lt;br /&gt;dan di langit &lt;br /&gt;dua tiga cukong mengangkang, &lt;br /&gt;berak di atas kepala mereka &lt;br /&gt;Matahari terbit. &lt;br /&gt;Fajar tiba. &lt;br /&gt;Dan aku melihat delapan juta kanak-kanak &lt;br /&gt;tanpa pendidikan. &lt;br /&gt;Aku bertanya, &lt;br /&gt;tetapi pertanyaan-pertanyaanku &lt;br /&gt;membentur meja kekuasaan yang macet, &lt;br /&gt;dan papantulis-papantulis para pendidik &lt;br /&gt;yang terlepas dari persoalan kehidupan. &lt;br /&gt;Delapan juta kanak-kanak &lt;br /&gt;menghadapi satu jalan panjang, &lt;br /&gt;tanpa pilihan, &lt;br /&gt;tanpa pepohonan, &lt;br /&gt;tanpa dangau persinggahan, &lt;br /&gt;tanpa ada bayangan ujungnya. &lt;br /&gt;………………… &lt;br /&gt;Menghisap udara &lt;br /&gt;yang disemprot deodorant, &lt;br /&gt;aku melihat sarjana-sarjana menganggur &lt;br /&gt;berpeluh di jalan raya; &lt;br /&gt;aku melihat wanita bunting &lt;br /&gt;antri uang pensiun. &lt;br /&gt;Dan di langit; &lt;br /&gt;para tekhnokrat berkata : &lt;br /&gt;bahwa bangsa kita adalah malas, &lt;br /&gt;bahwa bangsa mesti dibangun; &lt;br /&gt;mesti di-up-grade &lt;br /&gt;disesuaikan dengan teknologi yang diimpor &lt;br /&gt;Gunung-gunung menjulang. &lt;br /&gt;Langit pesta warna di dalam senjakala &lt;br /&gt;Dan aku melihat &lt;br /&gt;protes-protes yang terpendam, &lt;br /&gt;terhimpit di bawah tilam. &lt;br /&gt;Aku bertanya, &lt;br /&gt;tetapi pertanyaanku &lt;br /&gt;membentur jidat penyair-penyair salon, &lt;br /&gt;yang bersajak tentang anggur dan rembulan, &lt;br /&gt;sementara ketidakadilan terjadi di sampingnya &lt;br /&gt;dan delapan juta kanak-kanak tanpa pendidikan &lt;br /&gt;termangu-mangu di kaki dewi kesenian. &lt;br /&gt;Bunga-bunga bangsa tahun depan &lt;br /&gt;berkunang-kunang pandang matanya, &lt;br /&gt;di bawah iklan berlampu neon, &lt;br /&gt;Berjuta-juta harapan ibu dan bapak &lt;br /&gt;menjadi gemalau suara yang kacau, &lt;br /&gt;menjadi karang di bawah muka samodra. &lt;br /&gt;……………… &lt;br /&gt;Kita harus berhenti membeli rumus-rumus asing. &lt;br /&gt;Diktat-diktat hanya boleh memberi metode, &lt;br /&gt;tetapi kita sendiri mesti merumuskan keadaan. &lt;br /&gt;Kita mesti keluar ke jalan raya, &lt;br /&gt;keluar ke desa-desa, &lt;br /&gt;mencatat sendiri semua gejala, &lt;br /&gt;dan menghayati persoalan yang nyata. &lt;br /&gt;Inilah sajakku &lt;br /&gt;Pamplet masa darurat. &lt;br /&gt;Apakah artinya kesenian, &lt;br /&gt;bila terpisah dari derita lingkungan. &lt;br /&gt;Apakah artinya berpikir, &lt;br /&gt;bila terpisah dari masalah kehidupan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;(untuk mengenang mengenang beliau dalam semangat perubahan untuk bangsa)&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1531764432857380464-3446785283644375173?l=shafaleader.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://shafaleader.blogspot.com/feeds/3446785283644375173/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://shafaleader.blogspot.com/2009/08/sajak-sebatang-lisong.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1531764432857380464/posts/default/3446785283644375173'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1531764432857380464/posts/default/3446785283644375173'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://shafaleader.blogspot.com/2009/08/sajak-sebatang-lisong.html' title='SAJAK SEBATANG LISONG'/><author><name>Amiruddin Shafa</name><uri>http://www.blogger.com/profile/10930309028643559988</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_4icCq81XL3w/S2SO4jPYQeI/AAAAAAAAAC0/lzl1ku-3_04/S220/IMG_1623+copy.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1531764432857380464.post-3112511557748391150</id><published>2009-08-17T06:24:00.000-07:00</published><updated>2009-08-17T06:25:47.988-07:00</updated><title type='text'>Idealisme Mahasiswa</title><content type='html'>Oleh: Amirddin Shafa&lt;br /&gt;Menteri Sosial Politik BEM REMA UNY&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Perubahan dari siswa menjadi mahasiswa adalah sebuah proses yang sangat luar biasa. Tidak hanya perubahan secara fisik, pemikiran, tetapi juga secara idealisme. Mahasiswa adalah manusia terpilih diantara berjuta manusia yang tidak dapat menempuh pendidikan karena sistem yang menjerat mereka untuk terhambat belajarnya. Terlalu banyak mahasiswa yang terjebak pada relaita masa lalu, masa dimana dia masih menjadi seorang siswa. Banyak pendapat tentang idealisme  mahasiswa itu seperti apa? Akan kemanakah idealisme itu dibawa, apakah sampai di bekerja atau hanya sampai pada tataran menjadi mahasiswa saja. Beberapa hal yang bisa diambil dari berbagai pendapat idelaisme mahasiswa itu, antara lain adalah:&lt;br /&gt;1. Belajar tapi sosialis :&lt;br /&gt;Mahasiswa pada hakikatnya adalah manusia pembelajar, dimana mahasiswa berada dalam sebuah kampus dituntut untuk menuntuk ilmu di bangku kuliahnya. Tetapi mahasiswa yang berada dibangku kuliah juga harus memiliki jiwa social untuk melihat kepada permasalahan yang sedang melanda disekitar mereka. Salah satu julukan untuk seorang mahasiswa yaitu sebagai social control. Menjadi keprihatinan bersama jika ada mahasiswa kehilangan sisi social nya dalam bermasyarakat. &lt;br /&gt;2. berorganisasi tapi prestatif&lt;br /&gt;untuk melakukan fungsi sosialnya mahasiswa tidak akan terlepas dari organisasi, dimana organisasi ini membelajarkan kita pada bagaimana kita bekerjasama dan bermasyarakat. dari  sisi ini kita akan dibelajarkan pada berbagai permasalahan masyarakat, mengasah kepekaan kita terhadap fenomena yang ada. Kitalah yang nantinya akan menjadi pemimpin dalam masyarakat, entah siapa diantara kita nantinya akan menjadi seorang presiden, menteri, anggota DPR, direktur perusahaan, bahkan di organisasi yang paling kecil adalah keluarga. Hal ini sesuai dengan fungsi mahasiswa sebagai agent of change Kita tidak akan pernah terlepas dari organisasi itu, saat menjadi mahasiswa inilah kita dibelajarkan untuk berorganisasi. &lt;br /&gt;Tidak terlepas dari kesibukan kita berorganisasi, kita tetap harus berprestasi. Prestasi disini ada berbagai hal, prestasi dalam bidang akademiknya, misalnya saat kita menjadi ketua BEM atau HIMA nilai IPK kita tidak lebih dari 2,75 atau bahkan masih cumlaude. selain prestasi dalam bidang akademik, kita juga dapat berprestasi dalam bidang non akademik, misalnya saat kita berorganisasi kita juga menjadi juara dalam lomba atau dalam kejuaraan. Seperti perkataan orang jawa “sembodo”.&lt;br /&gt;3. berpolitik tapi objektif&lt;br /&gt;Pada posisinya mahasiswa adalah tergolong pada masyarakat intelektual yang sampai saat ini dipercaya oleh masyarakat untuk menjadi penengah antara masyarakat dengan pemerintahanya. Berbagai kebijakan pemerintah yang tidak berpihak kepada rakyat harus menjadi tanggung jawab mahasiswa untuk mengawalnya. Ini konsekwensi logis disaat mahasiswa berada pada posisi political force. Kita tidak akan terlepas dari politik itu sendiri sebagai bagian dari kehidupan kita. Peran mahasiswa pada perjalanan Indonesia mulai tahun 45, 66, 98, ini sangat berarti dalam setiap perubahanya. &lt;br /&gt;Tetapi keberpolitikan kita dalam setiap pengaruh kebijakan harus memposisikan kita sebagai pihak yang objektif. Objektif disini adalah  saat kita melihat setiap permasalahan kebijakan ini dari segala sisi, dan memutuskan bukan untuk kepentingan tertentu. &lt;br /&gt;Kelaparan sering melanda masyarakat Indonesia, korupsi yang meraja lela tanpa batas, ribuan lulusan sarjana dan SMA tidak mendapatkan pekerjaan, jutaan anak-anak tidak bisa mengenyam sekolah, hutan ditebangi oleh mereka yang tidak bertanggungjawab. Jika kita menyatakan diri sebagai mahasiswa dan masih diam. Berarti kita sudah menyatakan diri kita telah mati.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1531764432857380464-3112511557748391150?l=shafaleader.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://shafaleader.blogspot.com/feeds/3112511557748391150/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://shafaleader.blogspot.com/2009/08/idealisme-mahasiswa.html#comment-form' title='1 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1531764432857380464/posts/default/3112511557748391150'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1531764432857380464/posts/default/3112511557748391150'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://shafaleader.blogspot.com/2009/08/idealisme-mahasiswa.html' title='Idealisme Mahasiswa'/><author><name>Amiruddin Shafa</name><uri>http://www.blogger.com/profile/10930309028643559988</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_4icCq81XL3w/S2SO4jPYQeI/AAAAAAAAAC0/lzl1ku-3_04/S220/IMG_1623+copy.jpg'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1531764432857380464.post-1687702248798920144</id><published>2009-08-08T05:53:00.002-07:00</published><updated>2009-08-08T05:54:25.841-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Pendidikan'/><title type='text'>TELAAH KRITIS WAJAH PENDIDIKAN NASIONAL</title><content type='html'>Bangsa Indonesia menempatkan pendidikan dalam ruang strategis pembangunan. Pembukaan  UUD 1945 menyebutkan tujuan didirikan bangsa ini, salah satunya adalah untuk mencerdaskan kehidupan bangsa. Hal ini ditegaskan kembali dalam pembukaan UUD 1945 pasal 31 ayat 1 yang berbunyi, “ Setiap Warga Negara berhak mendapatkan pendidikan  Ini sudah sangat jelas, bahwa konstitusi Negara mengatur pendidikan sebagai hak dasar setiap warga Negara yang harus dipenuhi oleh pemerintah. &lt;br /&gt;Dalam pasal 31 secara utuh ada beberapa point penting bagi proses penyelenggaraan pendidikan nasional. Point pertama, Hak setiap warga Negara untuk memperoleh pendidikan. Kedua, kewajiban pemerintah untuk membiayai pendidikan dasar. Ketiga, pemerintah menyelenggarakan satu system pendidikan yang sesuai dengan UU. Keempat, kewajiban pemerintah memprioritaskan 20% anggaran pendidikan dari APBN dan APBD. Kelima, pemerintah memajukan IPTEK untuk kemajuan peradaban dan umat. &lt;br /&gt; Sedikit menengok konstitusi dasar “pembukaan UUD 1945 pasal 31” secara implisit akan terbangun sebuah optimisme akan terwujudnya salah satu cita-cita bangsa yaitu mencerdaskan kehidupan bangsa. Namun, optimisme ini akan sirna saat melihat kebijakan-kebijakan yang dibuat pemerintah. Kebijakan yang ada menyentuh semua aspek yang jauh dari ideal dalam peningkatan akses dan mutu pendidikan. &lt;br /&gt; Hal ini disebabkan adanya arah yang salah dalam membangun orientasi pendidikan nasional. Pendidikan yang bermutu sudah menjadi suatu barang konsumsi yang mahal. Ini disebabkan oleh adanya komersialisasi pendidikan yang jelas-jelas telah terjadi.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1531764432857380464-1687702248798920144?l=shafaleader.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://shafaleader.blogspot.com/feeds/1687702248798920144/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://shafaleader.blogspot.com/2009/08/telaah-kritis-wajah-pendidikan-nasional.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1531764432857380464/posts/default/1687702248798920144'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1531764432857380464/posts/default/1687702248798920144'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://shafaleader.blogspot.com/2009/08/telaah-kritis-wajah-pendidikan-nasional.html' title='TELAAH KRITIS WAJAH PENDIDIKAN NASIONAL'/><author><name>Amiruddin Shafa</name><uri>http://www.blogger.com/profile/10930309028643559988</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_4icCq81XL3w/S2SO4jPYQeI/AAAAAAAAAC0/lzl1ku-3_04/S220/IMG_1623+copy.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1531764432857380464.post-36170379477310268</id><published>2009-08-08T05:53:00.001-07:00</published><updated>2009-08-08T05:56:13.195-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Pendidikan'/><title type='text'>UJIAN NASIONAL MEMBAWA PENDERITAAN….!!!  MENGAPA UN TETAP DIJADIKAN  SEBAGAI SATU-SATUNYA STANDAR KELULUSAN?</title><content type='html'>Oleh; TIM Kajian Risert dan Eksperimen Educatian Centre BEM Universitas Negeri Yogyakarta &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Permasalahan-permasalahan mengenai pendidikan formal di Indonesia dapat diibaratkan layaknya untaian benang kusut tiada berujung. Kekacauan-kekacauan yang terjadi  semakin memperjelas betapa kita masih benar-benar kebingungan mencari format pendidikan nasional yang sesungguhnya, khususnya mengenai posisi UN dalam keseluruhan system pendidikan nasional.&lt;br /&gt;Hal ini dikarenakan UN masih dijadikan standar kelulusan dalam menempuh pendidikan khususnya pendidikan tingkat menengah. Sebenarnya sangat tidak adil apabila kelulusan hanya ditentukan dengan Ujian Nasional, karena bagaimanapun juga siswa telah menempuh pendidikan selama tiga tahun dengan berbagai mata pelajaran, tetapi semua hanya ditentukan dengan UN, dengan beberapa mata pelajaran yang dinilai ketetapan standar minimalnya.&lt;br /&gt;Standar kelulusan untuk tahun 2008/2009 untuk tingkat SMA/MA dan SMK adalah 5,50 dengan tidak ada nilai dibawah 4,50, apabila ada salah satu mata pelajaran mendapat nilai 4,25 maka nilai mata pelajaran lainnya minimal 6,25 (tw tabloid kabar kampus 06 April 2009). Jumlah mata pelajaran yang semula tiga mata pelajaran menjadi enam mata pelajaran. Pertanyaan besar muncul. Dengan UN seperti itu apakah sekolah benar-benar layak disebut sebagai lembaga pendidikan? Apa kriteria kelulusan pendidikan hanya diukur dari segi segi kognitif (intelektual belaka)? Lalu dimana letak nilai agung pendidikan? Moralitas, kejujuran, kedisiplinan, tangung jawab, dll? Disinilah kiranya kita dapat menentukan format evaluasi pendidikan yang benar-benar sesuai, sebuah format evaluasi pendidikan yang berorientasi efektif. &lt;br /&gt;Bila kita lihat UN tahun lalu banyak sekali siswa yang tidak lulus UN. Tidak sedikit siswa yang gagal itu adalah siswa berprestasi, hanya karena nilai UN-nya yang jeblok. Tetapi pada sesungguhnya dia adalah anak yang rajin, berkepribadian baik bahkan berprestasi. Semua itu sama sekali tidak dijadikan bahan pertimbangan untuk kelulusan, hanya melihat nilai UN saja. Kalau nilai tidak memenuhi standar maka dia sudah dinyatakan tidak lulus. Hal itu sangatlah tidak adil bagi mereka. &lt;br /&gt;Para peserta yang tidak lulus ujian nasional yang tidak bisa memenuhi standar nilai kelulusan 4,25 ada beberapa yang nekat bunuh diri, ada pula yang melampiaskan kekesalan dengan membakar sekolah sendiri. Berita lain, SMK Negeri 1 Cilegon diharuskan mengulang UN karena ditemukan bukti ada Jockey UN, serta ada peserta yang ingin melukai gurunya (Kompas, 22/6/2007) mengapa itu terjadi? Pemicunya adalah tidak relevan.&lt;br /&gt;Semua hal tersebut di atas bukan berarti menunjukkan bahwa UN tidak penting dan tidak perlu dilaksanakan, akan tetapi disinilah perlunya kita mensinergikan antara pentingnya UN, hakekatnya pendidikan dan keadilan bagi siswa. UN sebagai format evaluasi yang dilaksanakan secara nasional tetap penting untuk dilaksanakan sebagai upaya pemetaan dan alat diagnosa mengenai pendidikan nasional, khususnya persebaran mutu dan kualitas untuk menghadapi tantangan globalisasi.&lt;br /&gt;Berdasarkan hal tersebut maka UN bagaimanapun baik untuk dilaksanakan tetapi bukan dijadikan standar kelulusan. UN hanya dijadikan salah satu aspek penilaian kelulusan saja. Penilaian kelulusan siswa harus dilihat secara menyeluruh dengan pertimbangan prestasi dan sikap siswa selama menempuh pendidikan di sekolah sela tiga tahun, sehingga peran sekolah dalam hal ini guru mempunyai porsi tanggung jawab yang sangat besar. &lt;br /&gt;Jika hal tersebut dapat dilaksanakan diharapkan evaluasi pendidikan benar-benar dapat dijadikan tolok ukur prestasi dan kemampuan siswa. Hal-hal negatif seperti ketidak jujuran (siswa, guru, orang tua), ketakutan dll benar-benar tidak terjadi dalam proses evaluasi pendidikan. Harapannya evaluasi pendidikan tidak menjadi “HANTU” yang menakutkan bagi siswa, guru dan semua pihak yang terkait. (tw)&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1531764432857380464-36170379477310268?l=shafaleader.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://shafaleader.blogspot.com/feeds/36170379477310268/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://shafaleader.blogspot.com/2009/08/ujian-nasional-membawa-penderitaan.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1531764432857380464/posts/default/36170379477310268'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1531764432857380464/posts/default/36170379477310268'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://shafaleader.blogspot.com/2009/08/ujian-nasional-membawa-penderitaan.html' title='UJIAN NASIONAL MEMBAWA PENDERITAAN….!!!  MENGAPA UN TETAP DIJADIKAN  SEBAGAI SATU-SATUNYA STANDAR KELULUSAN?'/><author><name>Amiruddin Shafa</name><uri>http://www.blogger.com/profile/10930309028643559988</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_4icCq81XL3w/S2SO4jPYQeI/AAAAAAAAAC0/lzl1ku-3_04/S220/IMG_1623+copy.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1531764432857380464.post-589268562780276555</id><published>2009-08-08T05:49:00.000-07:00</published><updated>2009-08-08T05:53:13.427-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Pendidikan'/><title type='text'>UU BHP Hancurkan Karakter Bangsa</title><content type='html'>Pendidikan merupakan penentu peradaban. Ia tidak bisa terpisah dari kehidupan setiap umat manusia termasuk bangsa Indonesia (Driyarkara, 1980:32). Ialah yang akan mampu mewujudkan kehidupan bangsa yang cerdas sesuai dengan tujuan didirikannya negeri  ini. Untuk itu, pendidikan haruslah menjadi perhatian utama dalam kehidupan berbangsa dan bernegara.dan menjadi acuan dalam pengambilan setiap kebijakan di negeri ini. &lt;br /&gt;Negara-negara yang telah sadar akan pentingnya pendidikan mengambil  tindakan: memberikan perhatian utama pada bidang ini di negerinya dan/atau memanfaatkan pentingnya pendidikan ini untuk memasukkan ideology mereka atau untuk menghancurkan Negara lain kemudian menguasainya. Tindakan terakhir yang nampaknya ditunjukkan oleh Negara-negara kapitalis terhadap Indonesia. Hal ini karena Indonesialah yang bersedia menerapkan liberalisasi khususnya di bidang pendidikan di saat ideology kapitalis berada di ambang kehancuran. &lt;br /&gt;Amerika latin telah mengambil kebijakan untuk mengelola kekayaan negerinya sendiri tanpa campur tangan para korporat. Mereka memahami betul kehancuran ideology kapitalisme sehingga perlu memutus hubungan dengan Negara-negara kalitalis. Ternyata mereka mengakui bahwa ide untuk menjadi mandiri pada dasarnya berasal dari Indonesia. Akan tetapi, pada saat ini, Indonesialah Negara yang terang-terangan menawarkan liberalisasinya bahkan dalam dunia pendidikannya.  Pada bulan Desember 2005, dalam perundingan WTO di Hong Kong, Pemerintah Indonesia  menawarkan liberalisasi pendidikan menengah atas kejuruan dan teknik, pendidikan tinggi kejuruan dan teknik, dan pendidikan tinggi. Penawaran ini merupakan konsekuensi dari Pasal 65 UU Sisdiknas yang menganut asas globalisasi pendidikan. General Agreement of Trade in Services (GATS) yang merupakan lanjutan pelaksanaan dari UU No. 7 Tahun 1994 juga menetapkan pendidikan sebagai industri jasa yang bebas dari intervensi pemerintah. Dengan demikian, pendidikan dalam perjanjian tersebut tidak lagi dikategorikan sebagai kegiatan budaya yang nirlaba, tetapi adalah salah satu industri jasa atau komoditi ekonomi. Apa jadinya bangsa ini jikalau pendidikan dijadikan sebagai komoditas jasa? Untuk itu, kita harus memutus mata rantai legalitas liberalisasi di Indonesia&lt;br /&gt;Secara filosofis, UU BHP jelas-jelas bertentangan dengan filosofi pendidikan di Indonesia. Dari keseluruhan pasal khususnya pasal 56 s.d 59 UU BHP sangat diwarnai dengan pola pikir korporasi, perusahaan. Lembaga pendidikan dianggap bak perusahaan yang mencetak peserta didiknya ibarat barang yang siap diperjualbelikan. Maka UU BHP ini merupakan pengkhianatan terhadap tujuan untuk mencerdaskan kehidupan bangsa. Dengan pola pikir perusahaan tersebut, pendidikan hanya akan mencetak generasi bangsa ini seperti robot yang tidak memiliki kehendak pribadi. Bahkan tidak akan mampu mengenal negerinya sendiri. &lt;br /&gt;Dengan diterapkannya UU BHP hasil rumusan 11 Desember ini akan mewarnai seluruh proses pendidikan di negeri ini dengan jiwa kompetisi. Hal ini sangat tidak sesuai dengan karakter bangsa kita. Kompetisi berarti menganggap orang lain sebagai saingan dan musuh yang harus ditumbangkan demi dirinya yang nomor satu. Hal ini sangat bertentangan dengan karakter bangsa kita yang sejak awal meyakini bahwa kehidupan yang sinergis adalah kehidupan yang sesuai dengan hakekat manusia dan akan membawa pada kebahagiaan. Bangsa Indonesia sejak awal mengenal gotong royong sebagai karakter bangsa ini. Dan tidak akan ada lagi ketika kehidupan bangsa ini telah diliputi oleh budaya kompetisi. &lt;br /&gt;Pola pikir perusahaan juga terlihat dalam penggunaan pendidik dan tenaga kependidikan seperti dalam BAB VIII.  Pendidik dan tenaga kependidikan akan disamakan dengan buruh pabrik yang bekerja atas dasar kontrak kerja dengan pemimpin organ pengelola BHP. Dengan demikian, nasib pendidik di Indonesia semakin tidak jelas. Bagaimana mereka dapat mencurahkan diri untuk mendidik generasi bangsa menjadi orang yang cerdas apabila mereka sendiri masih was-was dengan nasibnya sebagai pendidik?&lt;br /&gt;Selain itu, UU BHP akan memperkuat UU Guru dan Dosen untuk menyingkirkan orang-orang Indonesia dari negerinya sendiri. Bagaimana tidak? Dalam UU Guru dan Dosen, pendidik yang dibutuhkan adalah yang memiliki kompetensi profesional dan akademik. Sementara jika UU BHP disahkan apalagi diperkuat dengan Peraturan Pemerintah tentang penggabungan BHP LN dan DN sesuai dengan UU Sisdiknas pasal 65 maka bias jadi guru-guru di negeri ini tidak bias mengajar lagi lantaran lembaga pendidikannya lebih memilih guru dari luar negeri yang lebih kompeten. &lt;br /&gt;Selain itu, lembaga pendidikan dalam negeri tidak akan berpihak pada negerinya sendiri karena pada perpres no 76/77 disebutkan bahwa investasi asing bias masuk hingga 49%. Apabila ada 2% saja orang dalam negeri yang berkhianat terhadap negerinya maka kebijakan di lembaga tersebut otomatis akan dikuasai oleh kepentingan asing. &lt;br /&gt;Australia dan Singapura telah merasakan keuntungan yang sangat besar dari bisnis di bidang pendidikan. Lebih dari 60% keuntungan negaranya berasal dari dunia pendidikan. Hal ini menjadi pemicu bagi Negara kapitalis lainnya untuk masuk ke Negara lain dalam bidang pendidikan. &lt;br /&gt;Alasan lain bagi kita untuk menolak BHP adalah karena bersifat etatis, atas dasar penilaian pemerintah. Selain itu, pemerintah sangat berkepentingan untuk segera mengesahkan UU BHP ini sebelum 2010 guna memperoleh jaminan pinjaman untuk bias memenuhi 20% anggaran pendidikan. Lagi-lagi, pemerintah mengandalkan pinjaman luar negeri yang akan menjadi beban bagi generasi yang akan dating. &lt;br /&gt;Belum lagi pasal-pasal yang menyebutkan partisipasi masyarakat dalam pembiayaan pendidikan. Khususnya 1/3 untuk biaya operasional. Hal ini memperluas kesempatan lembaga pendidikan untuk menarik biaya dari peserta didik dan memperluas kesempatan pemerintah untuk tidak membuayai pendidikan. Maka, tiada kata lain selain tolak UU BHP. &lt;br /&gt;Tawaran Solusi&lt;br /&gt;UU Sisdiknas pasal 53 telah mengamanatkan dibentuknya UU badan hukum pendidkan. Padahal seperti yang telah kita telusuri bahwa produk UU BHP yang kemarin disahkan belum sesuai dengan filosofi dan sosiologi bangsa kita. Masih banyak penentangan dimana-mana. Selain itu, kita sadar dampak diberlakukannya UU BHP hasil rumusan 11 Desember tersebut padahal telah disahkan 17 Desember 2008. Setelah melalui 30 hari maka UU ini akan diberlakukan. Untuk itu, solusi yang bias kita tawarkan adalah melakukan yudisial review yang berpijak pada pola pikir yang dilandasi falsafah pendidikan Indonesia. (bukan menjadikan lembaga pendidikan bak perusahaan).&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1531764432857380464-589268562780276555?l=shafaleader.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://shafaleader.blogspot.com/feeds/589268562780276555/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://shafaleader.blogspot.com/2009/08/uu-bhp-hancurkan-karakter-bangsa.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1531764432857380464/posts/default/589268562780276555'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1531764432857380464/posts/default/589268562780276555'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://shafaleader.blogspot.com/2009/08/uu-bhp-hancurkan-karakter-bangsa.html' title='UU BHP Hancurkan Karakter Bangsa'/><author><name>Amiruddin Shafa</name><uri>http://www.blogger.com/profile/10930309028643559988</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_4icCq81XL3w/S2SO4jPYQeI/AAAAAAAAAC0/lzl1ku-3_04/S220/IMG_1623+copy.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1531764432857380464.post-1779332459251480867</id><published>2009-08-08T05:48:00.000-07:00</published><updated>2009-08-08T05:49:16.857-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Pendidikan'/><title type='text'>Evaluasi Makro Pendidikan Nasional</title><content type='html'>PENDAHULUAN&lt;br /&gt;Bangsa Indonesia menempatkan pendidikan dalam prioritas arah pembangunan. Ini sejalan dengan apa yang digariskan para founding father dalam pembukaan UUD 1945, yakni mencerdaskan kehidupan bangsa.  Menurut HAR. Tilaar, bangsa yang cerdas adalah bangsa yang percaya akan kemampuan diri sendiri dalam mengeksploitasi kekayaan alam dan kekayaan budaya Indonesia. Kekayaan alam dan kekayaan budaya Indonesia tersebut haruslah sebesar-besarnya dimanfaatkan untuk kesejahteraan rakyat. Ini bukan berarti pendidikan nasional mengasingkan diri dari perubahan global. Karena secara utuh misi bangsa dalam pembukaan UUD 1945 juga menuntut adanya partisipasi dalam menjaga ketertiban dunia.  &lt;br /&gt;Semangat dalam mencerdaskan kehidupan bangsa melalui pendidikan, diatur dengan gamblan dalam UUD 1945  pasal 31. Ada lima point penting dalam proses penyelenggaraan pendidikan nasional yang diatur dalam pasal 31. Pertama, adanya hak setiap warga negara untuk memperoleh pendidikan. Kedua, kewajiban pemerintah dalam membiayai pendidikan. Ketiga, pemerintah menyelenggarakan system pendidikan nasional yang sesuai dengan undang-undang. Keempat, kewajiban pemerintah dalam mengalokasikan anggaran 20% anggaran untuk pendidikan. Kelima, pemerintah memajukan IPTEK untuk kemajuan peradaban dan umat. Ini sangat jelas menggambarkan bahwa pendidikan adalah hak dasar setiap warga negara indonesia, dan pemerintah wajib memenuhinya. &lt;br /&gt; Optimisme terwujudnya bangsa yang cerdas sangat jelas tergambar dalam pasal 31. Namun, optimisme ini akan sirna saat melihat beberapa kebijakan mendasar arah pembangunan pendidikan nasional. Sistem pendidikan nasional yang seharusnya mampu menjamin pemerataan kesempatan pendidikan, peningkatan mutu pendidikan serta adany pendidikan na relevansi dan efisiensi menejemen sistem pendidikan nasional, nyata-nyatanya tidak mampu mewujudkan akses serta mutu pendidikan yang baik. Dan, inilah permasalahan mendasar pendidikan nasional “akses dan mutu”. &lt;br /&gt;   Undang-Undang Sistem Pendidikan Nasional tidak mampu mengejawantahkan dengan baik orientasi pendidikan nasional dalam rangka mencerdaskan kehidupan bangsa. Ini jelas dapat dilihat dari beberapa kebijakan pendidikan yang tidak sesuai dengan orientasi pendidikan nasional dan bersumber dari UU tersebut. Dilihat dari pengertian pendidikan yaitu sebuah usaha sadar dan terencana untuk mewujudkan suasana belajar dan pembelajaran agar peserta didik aktif mengembangkan potensi dirinya untuk memiliki kekeuatan spiritual, dan lain-lain. Ini jelas mengaburkan makna pendidikan sebagai upaya pembebasan dan pembudayaan, seperti yang dikonsep oleh bapak pendidikan nasional Ki Hajar Dewantara. Selain itu, pengertian pendidikan yang dimaksudkan jelas mengkerdilkan peran pendidik “guru”. Pendidik diposisikan hanya sebagai fasilitator jalannya proses pembelajaran, tidak lagi menjadi tauladan. &lt;br /&gt;Perlu mendapat cacatan salah satu misi pembangunan yaitu peningkatan daya saing bangsa, dalam UU No. 17 Tahun 2007 Tentang Rencana Pembangunan Jangka Panjang Nasional (RPJP) 2005-2025. Paradigma daya saing muncul dari teori ekonomi Adam Smith Dalam bukunya “An Inquiry into the Nature and the Courses of the Wealth of Nation (1776)”. Teori ini memandang manusia sebagai homo ekonomikus yang terus menerus mengejar kepentingannya sendiri dan mencari kenikmatan yang sebesar-besarnya dari apa yang dimilikinya. Ini akan memunculkan manusia yang egosentris dan individualistis. Ini jelas bertentangan dengan karakter yang akan dibentuk dalam proses pendidikan sesuai dengan pasal 3 UU Sisdiknas. Karakter yang ingin debentuk melalui proses pendidikan adalah peserta didik yang beriman dan bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, berakhlak mulia, sehat, berilmu, cakap, kreatif, mandiri, dan menjadi warga negara yang demokratis dan bertanggung jawab. &lt;br /&gt;Pendidikan sebagai upaya membentuk karakter yang bangsa, haruslah mengedepankan independensi. Kewajiban negara dalam membiayai pendidikan harus ditunaikan. Peraturan Presiden No.77 Tahun 2007 mengenai pendidikan sebagai sektor yang dapat dimasuki penanaman modal asing. Peraturan tersebut pada dasarnya menjadikan pendidikan sebagai komoditi perdagangan. Masuknya modal asing akan membawa efek masuknya sistem pendidikan asing. Ini jelas mengancam tujuan pendidikan nasional, utnuk itu Peraturan Presiden No.77 Tahun 2007 mutlak harus dicabut.&lt;br /&gt;Tanggung jawab pemerintah dalam menjamin akses pendidikan dikaburkan dengan adanya kebijakan UU No. 9 Tahun 2009 mengenai Badan Hukum Pendidikan. Ini jelas merupakan liberalisasi pendidikan. Liberalisasi pendidikan akan mengakibatkan pendidikan biaya tinggi. Pendidikan akan menjadi mahal dan jelas akan semakin sulit dijangkau rakyat miskin. Walaupun disebutkan adanya kewajiban tiap satuan pendidikan untuk member jatah 20% bagi masyarakat miskin. BHP mengakibatkan pendidikan hanya akan bias dijangkau oleh orang-orang kaya saja. Ini jelas menjadikan pendidikan bersifat elitis, karena menjauhkan kesempatan orang miskin untuk bisa menikmati.&lt;br /&gt;Mutu pendidikan sejalan dengan kualitas pendidiknya. Pendidik mempunyai peran central dalam terwujudnya pendidikan yang bermutu. Kualitas guru sampai hari ini masih cukup memprihatinkan, ini sejalan dengan kualitas pendidikan nasional yang masih rendah. Pendidik professional menurut UU Guru dan Dosen mempunyai empat kompetensi, yaitu kompetensi pedagogic, profesional, kepribadian, dan sosial. Program sertifikasi guru belum mampu meningkatkan kualitas guru-guru. Sertivikasi sebatas hanya mampu meningkatkan kesejahteraan guru saja. Kualitas lembaga pencetak pendidik juga perlu diperhatikan dalam meningkatkan kualitas guru. Transformasi LPTK menjadi Universitas harus diperhatikan. Idealnya, keluasan yang diberikan dalam mengembangkan ilmu-ilmu murni yang akan menyokong praksis pendidikan. &lt;br /&gt;Ujian Nasonal (UN) merupakan sebuah masalah dalam pendidikan nasional, walaupun ini merupakan sebuah upaya untuk meningkatkan mutu pendidikan nasional. Otonomi tingkat satuan pendidikan yang mengacu pada KTSP menjadi seolah tidak berguna karena system evaluasi yang digunakan terpusat. UN digunakan sebagai salah satu penentu kelulusan telah melahirkan budaya menghafal. Akhirnya pendidikan tidak mampu membangun karakter manusia Indonesia yang diharapkan. Selain pada hal-hal yang sifatnya substantif, UN juga telah memunculkan masalah-masalah teknis dalam pelaksanaanya, seperti: kebocoran soal dan  kecurangan. Untuk itu, UN mutlak untuk dihapus sebagai salah satu indikator penentu kelulusan.&lt;br /&gt;Anggaran juga menjadi salah satu faktor dalam mempengaruhi mutu dan akses pendidikan. Alokasi 20% anggaran pendidikan merupakan semangat pemerintah dalam mencerdaskan kehidupan bangsa. Namun, penelikungan anggaran 20% dengan memasukkan gaji guru di dalamnya merupakan sebuah bentuk pengingkaran semangat peningkatan mutu dan akses pendidikan. Karena secara prosentase gaji guru memakan lebih dari 50% dari keseluruhan angggaran pendidikan. Anggaran 20% tersebut seyogianya bisa untuk membangun laboratorium yang baik, menyediakan media pembelajaran, perpustakaan, dan fasilitas lain yang mendukung pendidikan. &lt;br /&gt;Dapat disimpulkan, pendidikan nasional belum mampu mewujudkan cita-cita bangsa Indonesia yaitu “mencerdaskan kehidupan bangsa”. Ini harus mendapat perhatian yang serius dari pemegang kebijakan “pemerintah”. Karena kualitas pendidikan sekarang adalah cerminan bangsa masa depan. Masalah mendasar pendidikan nasional yang harus segera disikapi adalah BHP, UN, 20% anggaran, Perpres No. 77 tahun2007 dan profesionalisme guru.&lt;br /&gt;KAJIAN-KAJIAN SPESIFIK&lt;br /&gt;1.Badan Hukum Pendidikan&lt;br /&gt;Pendidikan merupakan penentu peradaban. Ia tidak bisa terpisah dari kehidupan setiap umat manusia termasuk bangsa Indonesia (Driyarkara, 1980:32). Ialah yang akan mampu mewujudkan kehidupan bangsa yang cerdas sesuai dengan tujuan didirikannya negeri  ini. Untuk itu, pendidikan haruslah menjadi perhatian utama dalam kehidupan berbangsa dan bernegara.dan menjadi acuan dalam pengambilan setiap kebijakan di negeri ini. &lt;br /&gt;Negara-negara yang telah sadar akan pentingnya pendidikan mengambil  tindakan: memberikan perhatian utama pada bidang ini di negerinya dan/atau memanfaatkan pentingnya pendidikan ini untuk memasukkan ideology mereka atau untuk menghancurkan Negara lain kemudian menguasainya. Tindakan terakhir yang nampaknya ditunjukkan oleh Negara-negara kapitalis terhadap Indonesia. Hal ini karena Indonesialah yang bersedia menerapkan liberalisasi khususnya di bidang pendidikan di saat ideology kapitalis berada di ambang kehancuran. &lt;br /&gt;Amerika latin telah mengambil kebijakan untuk mengelola kekayaan negerinya sendiri tanpa campur tangan para korporat. Mereka memahami betul kehancuran ideology kapitalisme sehingga perlu memutus hubungan dengan Negara-negara kalitalis. Ternyata mereka mengakui bahwa ide untuk menjadi mandiri pada dasarnya berasal dari Indonesia. Akan tetapi, pada saat ini, Indonesialah Negara yang terang-terangan menawarkan liberalisasinya bahkan dalam dunia pendidikannya.  Pada bulan Desember 2005, dalam perundingan WTO di Hong Kong, Pemerintah Indonesia  menawarkan liberalisasi pendidikan menengah atas kejuruan dan teknik, pendidikan tinggi kejuruan dan teknik, dan pendidikan tinggi. Penawaran ini merupakan konsekuensi dari Pasal 65 UU Sisdiknas yang menganut asas globalisasi pendidikan. General Agreement of Trade in Services (GATS) yang merupakan lanjutan pelaksanaan dari UU No. 7 Tahun 1994 juga menetapkan pendidikan sebagai industri jasa yang bebas dari intervensi pemerintah. Dengan demikian, pendidikan dalam perjanjian tersebut tidak lagi dikategorikan sebagai kegiatan budaya yang nirlaba, tetapi adalah salah satu industri jasa atau komoditi ekonomi. Apa jadinya bangsa ini jikalau pendidikan dijadikan sebagai komoditas jasa? Untuk itu, kita harus memutus mata rantai legalitas liberalisasi di Indonesia&lt;br /&gt;Secara filosofis, UU BHP jelas-jelas bertentangan dengan filosofi pendidikan di Indonesia. Dari keseluruhan pasal khususnya pasal 56 s.d 59 UU BHP sangat diwarnai dengan pola pikir korporasi, perusahaan. Lembaga pendidikan dianggap bak perusahaan yang mencetak peserta didiknya ibarat barang yang siap diperjualbelikan. Maka UU BHP ini merupakan pengkhianatan terhadap tujuan untuk mencerdaskan kehidupan bangsa. Dengan pola pikir perusahaan tersebut, pendidikan hanya akan mencetak generasi bangsa ini seperti robot yang tidak memiliki kehendak pribadi. Bahkan tidak akan mampu mengenal negerinya sendiri. &lt;br /&gt;Dengan diterapkannya UU BHP hasil rumusan 11 Desember ini akan mewarnai seluruh proses pendidikan di negeri ini dengan jiwa kompetisi. Hal ini sangat tidak sesuai dengan karakter bangsa kita. Kompetisi berarti menganggap orang lain sebagai saingan dan musuh yang harus ditumbangkan demi dirinya yang nomor satu. Hal ini sangat bertentangan dengan karakter bangsa kita yang sejak awal meyakini bahwa kehidupan yang sinergis adalah kehidupan yang sesuai dengan hakekat manusia dan akan membawa pada kebahagiaan. Bangsa Indonesia sejak awal mengenal gotong royong sebagai karakter bangsa ini. Dan tidak akan ada lagi ketika kehidupan bangsa ini telah diliputi oleh budaya kompetisi. &lt;br /&gt;Pola pikir perusahaan juga terlihat dalam penggunaan pendidik dan tenaga kependidikan seperti dalam BAB VIII.  Pendidik dan tenaga kependidikan akan disamakan dengan buruh pabrik yang bekerja atas dasar kontrak kerja dengan pemimpin organ pengelola BHP. Dengan demikian, nasib pendidik di Indonesia semakin tidak jelas. Bagaimana mereka dapat mencurahkan diri untuk mendidik generasi bangsa menjadi orang yang cerdas apabila mereka sendiri masih was-was dengan nasibnya sebagai pendidik?&lt;br /&gt;Selain itu, UU BHP akan memperkuat UU Guru dan Dosen untuk menyingkirkan orang-orang Indonesia dari negerinya sendiri. Bagaimana tidak? Dalam UU Guru dan Dosen, pendidik yang dibutuhkan adalah yang memiliki kompetensi profesional dan akademik. Sementara jika UU BHP disahkan apalagi diperkuat dengan Peraturan Pemerintah tentang penggabungan BHP LN dan DN sesuai dengan UU Sisdiknas pasal 65 maka bias jadi guru-guru di negeri ini tidak bias mengajar lagi lantaran lembaga pendidikannya lebih memilih guru dari luar negeri yang lebih kompeten. &lt;br /&gt;Selain itu, lembaga pendidikan dalam negeri tidak akan berpihak pada negerinya sendiri karena pada perpres no 76/77 disebutkan bahwa investasi asing bias masuk hingga 49%. Apabila ada 2% saja orang dalam negeri yang berkhianat terhadap negerinya maka kebijakan di lembaga tersebut otomatis akan dikuasai oleh kepentingan asing. &lt;br /&gt;Australia dan Singapura telah merasakan keuntungan yang sangat besar dari bisnis di bidang pendidikan. Lebih dari 60% keuntungan negaranya berasal dari dunia pendidikan. Hal ini menjadi pemicu bagi Negara kapitalis lainnya untuk masuk ke Negara lain dalam bidang pendidikan. &lt;br /&gt;Alasan lain bagi kita untuk menolak BHP adalah karena bersifat etatis, atas dasar penilaian pemerintah. Selain itu, pemerintah sangat berkepentingan untuk segera mengesahkan UU BHP ini sebelum 2010 guna memperoleh jaminan pinjaman untuk bias memenuhi 20% anggaran pendidikan. Lagi-lagi, pemerintah mengandalkan pinjaman luar negeri yang akan menjadi beban bagi generasi yang akan dating. &lt;br /&gt;Belum lagi pasal-pasal yang menyebutkan partisipasi masyarakat dalam pembiayaan pendidikan. Khususnya 1/3 untuk biaya operasional. Hal ini memperluas kesempatan lembaga pendidikan untuk menarik biaya dari peserta didik dan memperluas kesempatan pemerintah untuk tidak membuayai pendidikan. Maka, tiada kata lain selain tolak UU BHP. &lt;br /&gt;Tawaran Solusi&lt;br /&gt;UU Sisdiknas pasal 53 telah mengamanatkan dibentuknya UU badan hukum pendidkan. Padahal seperti yang telah kita telusuri bahwa produk UU BHP yang kemarin disahkan belum sesuai dengan filosofi dan sosiologi bangsa kita. Masih banyak penentangan dimana-mana. Selain itu, kita sadar dampak diberlakukannya UU BHP hasil rumusan 11 Desember tersebut padahal telah disahkan 17 Desember 2008. Setelah melalui 30 hari maka UU ini akan diberlakukan. Untuk itu, solusi yang bias kita tawarkan adalah melakukan yudisial review yang berpijak pada pola pikir yang dilandasi falsafah pendidikan Indonesia. (bukan menjadikan lembaga pendidikan bak perusahaan).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2.Ujian Akhir Nasional&lt;br /&gt;Permasalahan-permasalahan mengenai pendidikan formal di Indonesia dapat diibaratkan layaknya untaian benang kusut tiada berujung. Kekacauan-kekacauan yang terjadi  semakin memperjelas betapa kita masih benar-benar kebingungan mencari format pendidikan nasional yang sesungguhnya, khususnya mengenai posisi UN dalam keseluruhan system pendidikan nasional.&lt;br /&gt;UN masih dijadikan standar kelulusan dalam menempuh pendidikan khususnya pendidikan tingkat menengah. Sebenarnya sangat tidak adil apabila kelulusan hanya ditentukan dengan Ujian Nasional, karena bagaimanapun juga siswa telah menempuh pendidikan selama tiga tahun dengan berbagai mata pelajaran, tetapi semua hanya ditentukan dengan UN, dengan beberapa mata pelajaran yang dinilai ketetapan standar minimalnya.&lt;br /&gt;Standar kelulusan untuk tahun 2008/2009 untuk tingkat SMA/MA dan SMK adalah 5,50 dengan tidak ada nilai dibawah 4,50, apabila ada salah satu mata pelajaran mendapat nilai 4,25 maka nilai mata pelajaran lainnya minimal 6,25 (tw tabloid kabar kampus 06 April 2009). Jumlah mata pelajaran yang semula tiga mata pelajaran menjadi enam mata pelajaran. Pertanyaan besar muncul. Dengan UN seperti itu apakah sekolah benar-benar layak disebut sebagai lembaga pendidikan? Apa kriteria kelulusan pendidikan hanya diukur dari segi segi kognitif (intelektual belaka)? Lalu dimana letak nilai agung pendidikan? Moralitas, kejujuran, kedisiplinan, tangung jawab, dll? Disinilah kiranya kita dapat menentukan format evaluasi pendidikan yang benar-benar sesuai, sebuah format evaluasi pendidikan yang berorientasi efektif. &lt;br /&gt;Bila kita lihat UN tahun lalu banyak sekali siswa yang tidak lulus UN. Tidak sedikit siswa yang gagal itu adalah siswa berprestasi, hanya karena nilai UN-nya yang jeblok. Tetapi pada sesungguhnya dia adalah anak yang rajin, berkepribadian baik bahkan berprestasi. Semua itu sama sekali tidak dijadikan bahan pertimbangan untuk kelulusan, hanya melihat nilai UN saja. Kalau nilai tidak memenuhi standar maka dia sudah dinyatakan tidak lulus. Hal itu sangatlah tidak adil bagi mereka. &lt;br /&gt;Para peserta yang tidak lulus ujian nasional yang tidak bisa memenuhi standar nilai kelulusan 4,25 ada beberapa yang nekat bunuh diri, ada pula yang melampiaskan kekesalan dengan membakar sekolah sendiri. Berita lain, SMK Negeri 1 Cilegon diharuskan mengulang UN karena ditemukan bukti ada Jockey UN, serta ada peserta yang ingin melukai gurunya (Kompas, 22/6/2007) mengapa itu terjadi? Pemicunya adalah tidak relevan.&lt;br /&gt;Semua hal tersebut di atas bukan berarti menunjukkan bahwa UN tidak penting dan tidak perlu dilaksanakan, akan tetapi disinilah perlunya kita mensinergikan antara pentingnya UN, hakekatnya pendidikan dan keadilan bagi siswa. UN sebagai format evaluasi yang dilaksanakan secara nasional tetap penting untuk dilaksanakan sebagai upaya pemetaan dan alat diagnosa mengenai pendidikan nasional, khususnya persebaran mutu dan kualitas untuk menghadapi tantangan globalisasi.&lt;br /&gt;Berdasarkan hal tersebut maka UN bagaimanapun baik untuk dilaksanakan tetapi bukan dijadikan standar kelulusan. UN hanya dijadikan salah satu aspek penilaian kelulusan saja. Penilaian kelulusan siswa harus dilihat secara menyeluruh dengan pertimbangan prestasi dan sikap siswa selama menempuh pendidikan di sekolah sela tiga tahun, sehingga peran sekolah dalam hal ini guru mempunyai porsi tanggung jawab yang sangat besar. &lt;br /&gt;Jika hal tersebut dapat dilaksanakan diharapkan evaluasi pendidikan benar-benar dapat dijadikan tolok ukur prestasi dan kemampuan siswa. Hal-hal negatif seperti ketidak jujuran (siswa, guru, orang tua), ketakutan dll benar-benar tidak terjadi dalam proses evaluasi pendidikan. Harapannya evaluasi pendidikan tidak menjadi “HANTU” yang menakutkan bagi siswa, guru dan semua pihak yang terkait.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;PENUTUP&lt;br /&gt; Arah kebijakan pendidikan nasional kedepan harus mampu menterjemahkan upaya mencerdaskan kehidupan bangsa. Ini membutuhkan sebauh sistem yang mampu dilaksanakan sampai tataran praktis pendidikan dan pengajaran di kelas. Ada 9 hal yang harus diperhatikan dalam upaya peningkatan upaya memajukan pendidikan nasional kedepan, yaitu:&lt;br /&gt;1.Mencabut UU Badan Hukum Pendidikan&lt;br /&gt;2.Menghapuskan UN sebagai salah satu penentu kelulusan &lt;br /&gt;3.Mengeluarkan gaji guru dalam anggaran 20% pendidikan&lt;br /&gt;4.Peningkatan profesionalime guru&lt;br /&gt;5.Mencabut Peraturan Presiden No.77 tahun 2007, tentang investasi asing dalam dunia pendidikan. &lt;br /&gt;Lima hal ini menjadi catatan yang harus disikapi oleh pemerintahan kedepan sebagai peningkatan ”akses serta mutu” pendidikan nasional.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1531764432857380464-1779332459251480867?l=shafaleader.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://shafaleader.blogspot.com/feeds/1779332459251480867/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://shafaleader.blogspot.com/2009/08/evaluasi-makro-pendidikan-nasional.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1531764432857380464/posts/default/1779332459251480867'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1531764432857380464/posts/default/1779332459251480867'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://shafaleader.blogspot.com/2009/08/evaluasi-makro-pendidikan-nasional.html' title='Evaluasi Makro Pendidikan Nasional'/><author><name>Amiruddin Shafa</name><uri>http://www.blogger.com/profile/10930309028643559988</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_4icCq81XL3w/S2SO4jPYQeI/AAAAAAAAAC0/lzl1ku-3_04/S220/IMG_1623+copy.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1531764432857380464.post-7554289189983208284</id><published>2009-08-08T05:42:00.000-07:00</published><updated>2009-08-08T05:56:28.094-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Pendidikan'/><title type='text'>HARAPAN PENDIDIKAN DI ALAM KAMPANYE CAPRES DAN CAWAPRES</title><content type='html'>Bangsa Indonesia menempatkan pendidikan dalam ruang strategis pembangunan. Pembukaan  UUD 1945 menyebutkan tujuan didirikan bangsa ini, salah satunya adalah untuk mencerdaskan kehidupan bangsa. Hal ini ditegaskan kembali dalam pembukaan UUD 1945 pasal 31 ayat 1 yang berbunyi, “ Setiap Warga Negara berhak mendapatkan pendidikan”. Ini sudah sangat jelas, bahwa konstitusi Negara mengatur pendidikan sebagai hak dasar setiap warga Negara yang harus dipenuhi oleh pemerintah. &lt;br /&gt;Dalam pasal 31 secara utuh ada beberapa point penting bagi proses penyelenggaraan pendidikan nasional. Point pertama, Hak setiap warga Negara untuk memperoleh pendidikan. Kedua, kewajiban pemerintah untuk membiayai pendidikan dasar. Ketiga, pemerintah menyelenggarakan satu system pendidikan yang sesuai dengan UU. Keempat, kewajiban pemerintah memprioritaskan 20% anggaran pendidikan dari APBN dan APBD. Kelima, pemerintah memajukan IPTEK untuk kemajuan peradaban dan umat. &lt;br /&gt; Sedikit menengok konstitusi dasar “pembukaan UUD 1945 pasal 31” secara indikator akan terbangun sebuah indikator akan terwujudnya salah satu cita-cita bangsa yaitu mencerdaskan kehidupan bangsa. Namun, ndicator ini akan sirna saat melihat kebijakan-kebijakan yang dibuat pemerintah. Kebijakan yang ada menyentuh semua aspek yang jauh dari ideal dalam peningkatan akses dan mutu pendidikan. Hal ini disebabkan adanya arah yang salah dalam membangun orientasi pendidikan nasional. Pendidikan yang bermutu sudah menjadi suatu barang konsumsi yang mahal karena adanya komersialisasi pendidikan yang jelas-jelas telah terjadi dalam praktek pendidikan di bangsa ini.&lt;br /&gt;` Mencoba menilik kembali komitmen capres dan cawapres dalam membangun orientasi pendidikan ke depan. Kalau boleh menengok debat yang dilakukan oleh capres dan cawapres bersama Majelis Rektor Indonesia, visi dan misi pendidikan capres dan cawapres masih bersifat dangkal dan masih cukup normatif. Semua capres dan cawapres belum mampu menjangkau lebih dalam hal-hal spesifik yang menjadi titik point masalah-masalah pendidikan yang sampai hari ini masih menjangkiti pendidikan nasional.        &lt;br /&gt;Dengan sekian banyak masalah pendidikan yang semakin mendera bangsa kita. Ternyata pendidikan tidak terlalu menjadi isu yang menarik bagi capres dan cawapres dalam kampanye mereka. Memang ada pasangan calon yang sangat semangat untuk menolak UU BHP sebagai salah satu bentuk dari neoliberalisasi pendidikan. Namun, yang menjadi masalah dalam dunia pendidikan tidak hanya UU BHP yang notabene adalah isu populer. &lt;br /&gt;Pertama, peraturan Presiden No.77 Tahun 2007 mengenai pendidikan sebagai ndica yang dapat dimasuki penanaman modal asing. Peraturan tersebut pada dasarnya menjadikan pendidikan sebagai komoditi perdagangan. Masuknya modal asing akan membawa efek masuknya ndica pendidikan asing. Ini jelas mengancam tujuan pendidikan nasional, utnuk itu Peraturan Presiden No.77 Tahun 2007 mutlak harus dicabut.&lt;br /&gt;Kedua, alokasi 20% anggaran pendidikan mengalami penelikungan semangat peningkatan mutu dan akses pendidikan dengan memasukkan gaji guru di dalamnya. Ini jelas pengingkaran semangat UUD 1945 pasal 31 yang menyebutkan bahwa pemerintah wajib mengalokasikan paling sedikit 20% anggaran pendidikan melalui APBN dan APBD. Anggaran 20% tersebut seyogianya bisa untuk membangun laboratorium yang baik, menyediakan media pembelajaran, perpustakaan, dan fasilitas lain yang mendukung peningkatan mutu pendidikan.&lt;br /&gt;Ketiga, profesionalisme pendidik merupakan salah satu faktor penting dalam peningkatan mutu pendidikan. Dengan adanya otonomi di tingkat satuan pendidikan dengan adanya KTSP membutuhkan guru-guru professional dalam menterjemahkan orientasi pendidikan dalam ruang-ruang pembelajaran di kelas. Sertivikasi guru merupakan program pemerintah yang ditujukan untuk meningkatkan profesionalisme guru. Namun, dalam perjalanannya sertivikasi guru hanya mampu meningkatkan kesejahteraan guru saja.&lt;br /&gt;Keempat, UU BHP yang disahkan 16 Desember 2008 merupakan kebijakan yang menegaskan pendidikan akan menjadi komoditi dagang. Pendidikan yang seharusnya menjadi hak dasar setiap warga Negara dengan pembiayaan dari pemerintah. Pemerintah seolah melepas t tanggung jawabnya untuk membiayai pendidikan bagi seluruh rakyat Indonesia. Ini jelas akan membatasi hak rakyat miskin untuk dapat mengakses pendidikan, walaupun ada jaminan 20% di setiap satuan pendidikan. Pendidikan berkualitas menjadi sesuatu yang mewah dan susah terjangkau oleh rakyat miskin, karena tanggungan biaya yang dibebankan pada peserta didik.&lt;br /&gt;Kelima, UN mutlak untuk dihapuskan sebagai salah satu indikator penentu kelulusan. Pendidikan yang berfungsi membentuk manusia yang beriman dan bertakwa kepada Tuhan YME, berahlak mulia, sehat, berilmu, cakap, kreatif, mandiri, serta menjadi warga Negara yang demokratis dan tanggung jawab. UN jelas-jelas mengaburkan fungsi pendidikan seperti yang tertera di atas, karena menitik beratkan pada aspek kognitif saja. KTSP yang mengedepankan otonomi di tingkat satuan pendidikan juga tidak sesuai dengan system evaluasi yang terpusat.       &lt;br /&gt;Lima hal di atas adalah permasalahan mendesak yang harus segera dituntaskan. Jaminan mutu dan akses pendidikan jelas harus dipenuhi oleh pemerintah selaku pemegang kebijakan. Kebijakan-kebijakan mendasar harus diambil oleh presiden kedepan. Pemilu capres dan cawapres menjadi momentum strategis dalam menata ulang pendidikan nasional, minimal 5 tahun kedepan. Apakah presiden ke depan akan berani untuk menghapuskan Peraturan Presiden No.77 tahun 2007, mengeluarkan gaji guru dalam 20% anggaran pendidikan, meningkatkan profesionalisme guru “memperjelas fungsi sertivikasi guru”, menghapuskan UU BHP “merevisi UU Sisdiknas pasal 53”, dan menghapuskan UN sebagai salah satu indikator penentu kelulusan? Kita tunggu saja! Koordinator Bidang Pendidikan BEM SI&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1531764432857380464-7554289189983208284?l=shafaleader.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://shafaleader.blogspot.com/feeds/7554289189983208284/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://shafaleader.blogspot.com/2009/08/harapan-pendidikan-di-alam-kampanye.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1531764432857380464/posts/default/7554289189983208284'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1531764432857380464/posts/default/7554289189983208284'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://shafaleader.blogspot.com/2009/08/harapan-pendidikan-di-alam-kampanye.html' title='HARAPAN PENDIDIKAN DI ALAM KAMPANYE CAPRES DAN CAWAPRES'/><author><name>Amiruddin Shafa</name><uri>http://www.blogger.com/profile/10930309028643559988</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_4icCq81XL3w/S2SO4jPYQeI/AAAAAAAAAC0/lzl1ku-3_04/S220/IMG_1623+copy.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1531764432857380464.post-90403597782669238</id><published>2009-08-06T19:17:00.001-07:00</published><updated>2009-08-08T05:56:45.316-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Politik'/><title type='text'>RELEASE KONTRAK POLITIK BEM SI (Tujuh Gugatan RAKYAT)</title><content type='html'>Pada 10 Juni 2009 yang lalu, mahasiswa dari seluruh Indonesia yang tergabung dalam Aliansi Strategis Badan Eksekutif Mahasiswa Seluruh Indonesia (BEM SI) melakukan aksi di Jakarta. Aksi digelar di bundaran Hotel Indonesia yang kemudian dilanjutkan dengan long march ke depan kantor KPU Pusat. Selanjutnya aksi dilanjutkan menuju tempat deklarasi kampanye damai di Hotel Bidakara. Dalam aksi tersebut, perwakilan dari BEM SI berhasil memberikan draf Tujuh Gugatan Rakyat kepada semua tim sukses masing-masing calon untuk dipelajari terlebih dahulu. Aksi ini bertepatan dengan deklarasi kampanye damai yang dilakukan capres dan cawapres di Hotel Bidakara&lt;br /&gt;Dalam pengawalan pilpres, BEM SI meminta seluruh pasangan Capres dan Cawapres menandatangani Tujuh Gugatan Rakyat (TUGU RAKYAT) sebagai agenda mendesak yang harus segera dituntaskan lima tahun ke depan dalam agenda pembangunan Indonesia siapa pun presiden. Dan, Tujuh Gugatan Rakyat (TUGU RAKYAT) adalah  satu-satunya kontak politik yang dilakukan oleh BEM SI.  &lt;br /&gt;Inilah Tujuh Gugatan Rakyat yang menjadi kontrak politik BEM SI: (1) Nasionalisasi aset strategis bangsa, (2) Wujudkan pendidikan dan pelayanan kesehatan yang bermutu, terjangkau, dan merata bagi seluruh rakyat Indonesia. (3) Tuntaskan kasus BLBI dan korupsi Suharto beserta kroni-kroninya sebagai perwujudan kepastian hukum di Indonesia, (4) Kembalikan kedaulatan bangsa pada sektor pangan, ekonomi, dan energi, (5) Menjamin ketersediaan dan keterjangkauan harga kebutuhan pokok bagi rakyat, (6) Tuntaskan reformasi birokrasi dan berantas mafia peradilan, (7) Selamatkan lingkungan Indonesia dan tuntut Lapindo Brantas untuk mengganti rugi seluruh dampak Lapindo.&lt;br /&gt;Seiring dengan waktu, ternyata banyak muncul kontrak-kontrak politik yang dilakukan oleh elemen-elemen gerakan lain. BEM REMA UNY atas nama koordinator bidang pendidikan BEM SI ingin mempertegas sikap, seiring dengan banyaknya kontrak politik untuk mencabut UU BHP. BEM SI tidak pernah melakukan kontrak politik dengan pasangan capres dan cawapres untuk mencabut UU BHP. Dan, ketika selama ini ada gerakan yang melakukan kontrak politik dengan capres dan cawapres untuk mencabut UU BHP. Maka itu bukan Aliansi Strategis Badan Eksekutif Mahasiswa Seluruh Indonesia (BEM SI). Dan, kami selaku kordinator bidang pendidikan BEM SI siap kapan pun untuk dimintai keterangan berkaitan hal tersebut.   Terima kasih.&lt;br /&gt;BEM REMA UNY&lt;br /&gt;Koordinator Bidang Pendidikan BEM SI&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1531764432857380464-90403597782669238?l=shafaleader.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://shafaleader.blogspot.com/feeds/90403597782669238/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://shafaleader.blogspot.com/2009/08/release-kontrak-politik-bem-si-tujuh.html#comment-form' title='1 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1531764432857380464/posts/default/90403597782669238'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1531764432857380464/posts/default/90403597782669238'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://shafaleader.blogspot.com/2009/08/release-kontrak-politik-bem-si-tujuh.html' title='RELEASE KONTRAK POLITIK BEM SI (Tujuh Gugatan RAKYAT)'/><author><name>Amiruddin Shafa</name><uri>http://www.blogger.com/profile/10930309028643559988</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_4icCq81XL3w/S2SO4jPYQeI/AAAAAAAAAC0/lzl1ku-3_04/S220/IMG_1623+copy.jpg'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1531764432857380464.post-7525413428904143823</id><published>2009-08-06T19:11:00.001-07:00</published><updated>2009-08-08T05:57:06.639-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Politik'/><title type='text'>PENDIDIKAN : SARANA STRATEGIS PEMBANGUNAN KARAKTER</title><content type='html'>oleh Education Center BEM ReMa UNY&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;PENDAHULUAN &lt;br /&gt;Sejak 1945 bangsa Indonesia menyatakan kemerdekaannya, terlepas dari belenggu penjajahan asing. Dalam tujuan pendirian negara, bangsa ini memiliki harapan besar untuk tercapainya perlindungan segenap bangsa dan tumpah darah Indonesia, kemajuan dan kesejahteraan umum, kehidupan bangsa yang cerdas, dan perdamaian. Akan tetapi, sudah 64 tahun negeri ini merdeka, cita-cita tersebut serasa masih jauh dari harapan. Betapa banyak pulau-pulau yang telah kita lepaskan. Tidak hanya Sipadan dan Ligitan tetapi banyak pulau lain lepas gara-gara tidak bernama. Betapa banyak utang, kasus korupsi, dan undang-undang pesanan asing. Tahun 2007, angka kemiskinan kita masih mencapai 16,58%. Index Persepsi Korupsi Indonesia tahun 2008 sangat rendah, yaitu 2,6. Hal ini berarti kepercayaan masyarakat terhadap birokrasi untuk tidak korupsi sangat rendah. Menurut WALHI, Indonesia telah kehilangan hutan aslinya sebesar 72 persen. Hal ini semakin diperparah dengan keluarnya PP No.2 tahun 2008 tertanggal 4 februari 2008 tentang Penerimaan Negara Bukan Pajak yang Berasal dari penggunaan Kawasan Hutan untuk Kepentingan Pembangunan di luar Kegiatan Kehutanan, yang mengizinkan pembukaan hutan untuk pertambangan, pembangunan infrastruktur telekomunikasi, energi, dan jalan tol dengan tarif sewa seharga Rp.120,--Rp.300,- per meter persegi per tahun. Konflik sosial, antaretnis dan SARA semakin merebak mengikuti krisis ekonomi 1998 yang sampai saat ini belum memberikan perubahan yang signifikan. Padahal saat itu, tidak hanya Indonesia1 yang mengalami krisis. Malaysia, Korea Selatan2, dan Thailand3 mengalami krisis ekonomi yang sama tetapi mereka mampu bangkit dalam waktu relatif singkat. Keterpurukan bangsa ini tiada lain karena pada hakekatnya kita mengalami krisis karakter (Gedhe Raka, 1997:1). Jikalau Malaysia, Korea Selatan, dan Thailand lebih cepat bangkit karena mereka hanya mengalami krisis ekonomi. Krisis ekonomi dapat diselesaikan dengan kebijakan ekonomi. Akan tetapi, akar krisis ekonomi Indonesia jauh lebih dalam yaitu krisis karakter. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;HAKIKAT PENDIDIKAN4&lt;br /&gt;Ada ungkapan yang menyatakan bahwa harapan besar masyarakat terletak pada karakter tiap individu. Ungkapan ini bila diartikan secara lebih luas mengandung makna bahwa tiap individu berperan dalam pembangunan peradaban. Hal ini karena masyarakat sendiri terdiri dari individu sehingga untuk membangun masyarakat, peran tiap individu sangat dibutuhkan. &lt;br /&gt; Di dalam lingkungannya, individu dituntut untuk beradaptasi. Adaptasi yang dilakukan oleh manusia ini akan membentuk peradaban, sesuatu yang membedakan manusia dengan makhluk hidup lainnya. Peradaban ini berupa sistem-sistem simbolik (matematika, bahasa, musik), budaya, serta aturan-aturan sosial yang dibuat oleh manusia dan mengarahkan tingkah laku manusia dalam beradaptasi dengan lingkungannya yang dalam arti yang sangat luas adalah dunianya. Vygotsky (dalam Miller, 1999) dalam perkembangan dan adaptasi manusia dalam lingkungan tempat tinggalnya, fungsi kognisi manusia berperan di dalamnya. Pengendalian kognisi manusia ini diatur dalam suatu fungsi mental yang disebut sebagai higher mental function. Higher mental function ini berkembang melalui proses internalisasi, dimana hal-hal yang ada di luar individu menjadi bagian dari individu itu sendiri. Hal yang diinternalisasi oleh manusia adalah sesuatu yang dibutuhkan untuk hidup dan internalisasi ini mampu terjadi bila individu di masa awal hidupnya mendapatkan guidance dari orang-orang di sekitarnya. Guidance inilah yang termanifestasikan dalam pendidikan.&lt;br /&gt; Dengan demikian, pendidikan adalah proses internalisasi budaya ke dalam diri seseorang dan masyarakat sehingga membuat orang dan masyarakat jadi beradab. Pendidikan bukan merupakan sarana transfer ilmu pengetahuan saja, tetapi lebih luas lagi yaitu sebagai sarana pembudayaan dan penyaluran nilai (enkulturisasi dan sosialisasi). Anak harus mendapatkan pendidikan yang menyentuh dimensi dasar kemanusiaan. Dimensi kemanusiaan itu mencakup tiga hal paling mendasar, yaitu: (1) afektif yang tercermin pada kualitas keimanan, ketakwaan, akhlak mulia termasuk budi pekerti luhur serta kepribadian unggul, dan kompetensi estetis; (2) kognitif yang tercermin pada kapasitas pikir dan daya intelektualitas untuk menggali dan mengembangkan serta menguasai ilmu pengetahuan dan teknologi; dan (3) psikomotorik yang tercermin pada kemampuan mengembangkan keterampilan teknis, kecakapan praktis, dan kompetensi kinestetis.&lt;br /&gt; Bangsa yang hidup seperti layaknya individu, harus terus mengarah kepada kemajuan, baik dalam pemikiran maupun tindakan. Ki Hadjar Dewantara dari Taman Siswa di Yogyakarta bulan Oktober 1949 pernah berkata bahwa "Hidup haruslah diarahkan pada kemajuan, keberadaban, budaya dan persatuan”. Prof. Wuryadi menambahkan bahwa pada dasarnya manusia baik secara individu dan kelompok, memiliki apa yang jadi penentu watak dan karakternya yaitu dasar dan ajar. Dasar dapat dilihat sebagai apa yang modal biologis (genetik) atau hasil pengalaman yang sudah dimiliki (teori konstruktivisme), sedang ajar adalah kondisi yang sifatnya diperoleh dari rangkaian pendidikan atau perubahan yang direncanakan atau diprogram. Para psikolog humanistis seperti Maslow dan Rogers pun juga beranggapan bahwa perkembangan diri adalah tujuan tertinggi dari tiap individu. Dan perkembangan diri, pembentukan karakter dan pemenuhan potensi bisa didapatkan melalui pendidikan. Pendidikan yang progresif adalah menyerukan penataan kembali masyarakat dan bangsa. Pembangunan sektor pendidikan harus menghasilkan sistem nilai yang mampu mendorong terjadinya perubahan-perubahan positif dalam kehidupan berbangsa dan bernegara. Dengan begitu, pendidikan hendaknya dapat menjadi sarana pembangunan manusia Indonesia yang seutuhnya sebagai subyek yang bermutu dan berdaya saing tinggi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;HAKEKAT KARAKTER &lt;br /&gt;Menurut Simon Philips dalam Buku Refleksi Karakter Bangsa (2008:235), karakter adalah kumpulan tata nilai yang menuju pada suatu sistem, yang melandasi pemikiran, sikap, dan perilaku yang ditampilkan. Pendapat lain berasal dari Doni Koesoema A (2007:80) yang menganggap bahwa karakter sama dengan kepribadian. Kepribadian dianggap sebagai ”ciri atau karakteristik atau gaya atau sifat khas dari diri seseorang yang bersumber dari bentukan-bentukan yang diterima dari lingkungan, misalnya keluarga pada masa kecil dan juga bawaan seseorang sejak lahir.” Hal yang selaras disampaikan dalam Buku Refleksi Karakter Bangsa (2008:233) yang mengartikan karakter bangsa sebagai kondisi watak yang merupakan identitas bangsa. Imam Ghozali menganggap bahwa karakter lebih dekat dengan akhlaq, yaitu spontanitas manusia dalam bersikap, atau perbuatan yang telah menyatu dalam diri manusia sehingga ketika muncul tidak perlu dipikirkan lagi.&lt;br /&gt;Winnie yang juga dipahami oleh Ratna Megawangi,  menyampaikan bahwa istilah karakter diambil dari bahasa Yunani yang berarti ‘to mark’ (menandai). Istilah ini lebih fokus pada tindakan atau tingkah laku. Ada dua pengertian tentang karakter. Pertama, ia menunjukkan bagaimana seseorang bertingkah laku. Apabila seseorang berperilaku tidak jujur, kejam, atau rakus, tentulah orang tersebut memanifestasikan perilaku buruk. Sebaliknya, apabila seseorang berperilaku jujur, suka menolong, tentulah orang tersebut memanifestasikan karakter mulia. Kedua, istilah karakter erat kaitannya dengan ‘personality’. Seseorang baru bisa disebut ‘orang yang berkarakter’ (a person of character) apabila tingkah lakunya sesuai kaidah moral. &lt;br /&gt;Sedangkan definisi karakter menurut Victoria Neufeld &amp; David B. Guralnik yang dikutip oleh I Gede Raka adalah ‘distinctive trait, distinctive quality, moral strength, the pattern of behavior found in an individual or group’. Kamus Besar Bahasa Indonesia belum memasukkan kata karakter, yang ada adalah kata ‘watak’ yang diartikan sebagai: sifat batin manusia yang mempengaruhi segenap pikiran dan tingkah laku; budi pekerti; tabiat. &lt;br /&gt;Dari pendapat di atas disimpulkan bahwa karakter itu berkaitan dengan kekuatan moral, berkonotasi ‘positif’, bukan netral. Jadi, ‘orang  berkarakter’ adalah orang yang mempunyai kualitas moral (tertentu) positif. Dengan demikian, pendidikan membangun karakter, secara implisit mengandung arti membangun sifat atau pola perilaku yang didasari atau berkaitan dengan dimensi moral yang positif atau yang baik, bukan yang negatif atau yang buruk. Hal ini didukung oleh Peterson dan Seligman (Gedhe Raka, 2007:5)   yang mengaitkan secara langsung ’character strength’ dengan kebajikan. Character strength dipandang sebagai unsur-unsur psikologis yang membangun kebajikan (virtues). Salah satu kriteria utama dari ‘character strength’ adalah bahwa karakter tersebut berkontribusi besar dalam mewujudkan sepenuhnya potensi dan cita-cita seseorang dalam membangun kehidupan yang baik, yang bermanfaat bagi dirinya dan bagi orang lain. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;PENDIDIKAN KARAKTER&lt;br /&gt;Seperti disampaikan di atas bahwa pendidikan adalah proses internalisasi budaya ke dalam diri seseorang dan masyarakat sehingga membuat orang dan masyarakat jadi beradab. Jadi, pendidikan merupakan sarana strategis dalam pembentukan karakter. Hal ini juga diperkuat oleh pendapat Ki Supriyoko (2004:419) yang menyatakan bahwa pendidikan adalah sarana strategis untuk meningkatkan kualitas manusia. &lt;br /&gt;Untuk dapat memahami pendidikan karakter itu sendiri, kita perlu memahami struktur antropologis yang ada dalam diri manusia (Doni Koesoema A, 2007:80). Adapun struktur antropologis manusia terdiri atas jasad, ruh, dan akal. Hal ini selaras dengan pendapat  Lickona (1992) yang menekankan tiga komponen karakter yang baik, yaitu moral knowing (pengetahuan tentang moral), moral feeling (perasaan tentang moral), dan moral action (perbuatan moral), yang diperlukan agar anak mampu memahami, merasakan, dan mengerjakan nilai-nilai kebajikan. Istilah lainnya adalah kognitif, afektif, dan psikomotorik. Untuk itu, dalam pendidikan karakter harus mencakup semua struktur antropologis manusia tersebut. &lt;br /&gt;Lantas karakter seperti apa yang dapat dijadikan teladan? Berbicara tentang karakter maka kita berbicara tentang manusia. Manusia yang layak dijadikan teladan adalah nabi. Ia tidak memikirkan dirinya sendiri tetapi bagaimana dapat berkontribusi sebanyak mungkin untuk masyarakat. Kita mendapati dari 100 orang yang berpengaruh di dunia, Muhammad dan Isa menempati posisi atas. Jika kita kontekskan ke Indonesia maka para pahlawan, pendiri bangsa kita adalah orang-orang yang sangat meneladani para nabi. Maka karakter yang paling ideal adalah intelektual profetik. &lt;br /&gt;Seorang intelektual profetik memiliki karakter sebagai berikut:&lt;br /&gt;1.Sadar sebagai makhluq ciptaan Tuhan&lt;br /&gt;Sadar sebagai makhluq muncul ketika ia mampu memahami keberadaan dirinya, alam sekitar, dan Tuhan YME. Konsepsi ini dibangun dari nilai-nilai transendensi.&lt;br /&gt;2.Cinta Tuhan &lt;br /&gt;Orang yang sadar akan keberadaan Tuhan meyakini bahwa ia tidak dapat melakukan apapun tanpa kehendak Tuhan. Oleh karenanya memunculkan rasa cinta kepada Tuhan. Orang yang cinta Tuhan akan menjalankan apapun perintah dan menjauhi larangan-Nya. &lt;br /&gt;3.Bermoral &lt;br /&gt;Jujur, saling menghormati, tidak sombong, suka membantu, dll merupakan turunan dari manusia yang bermoral. &lt;br /&gt;4.Bijaksana &lt;br /&gt;Karakter ini muncul karena keluasan wawasan seseorang. Dengan keluasan wawasan, ia akan melihat banyaknya perbedaan yang mampu diambil sebagai kekuatan. Karakter bijaksana ini dapat terbentuk dari adanya penanaman nilai-nilai kebinekaan.&lt;br /&gt;5.Pembelajar sejati&lt;br /&gt;Untuk dapat memiliki wawasan yang luas, seseorang harus senantiasa belajar. Seorang pembelajar sejati pada dasarnya dimotivasi oleh adanya pemahaman akan luasnya ilmu Tuhan (nilai transendensi). Selain itu, dengan penanaman nilai-nilai kebinekaan ia akan semakin bersemangat untuk mengambil kekuatan dari sekian banyak perbedaan. &lt;br /&gt;6.Mandiri&lt;br /&gt;Karakter ini muncul dari penanaman nilai-nilai humanisasi dan liberasi. Dengan pemahaman bahwa tiap manusia dan bangsa memiliki potensi dan sama-sama subjek kehidupan maka ia tidak akan membenarkan adanya penindasan sesama manusia. Darinya, memunculkan sikap mandiri sebagai bangsa.&lt;br /&gt;7.Kontributif&lt;br /&gt;Kontributif nerupakan cermin seorang pemimpin.  &lt;br /&gt;Dalam mewujudkan pendidikan karakter, tidak dapat dilakukan tanpa penanaman nilai-nilai (Azyumardi Azra, 2002:175). Indonesia Heritage Foundation merumuskan nilai-nilai yang patut diajarkan kepada anak-anak untuk menjadikannya pribadi berkarakter. Ratna Megawangi menamakannya "9 Pilar Karakter", yakni &lt;br /&gt;1.cinta Tuhan dan kebenaran, &lt;br /&gt;2.bertanggung jawab, berdisiplinan, dan mandiri, &lt;br /&gt;3.mempunyai amanah, &lt;br /&gt;4.bersikap hormat dan santun, &lt;br /&gt;5.mempunyai rasa kasih sayang, kepedulian, dan mampu kerja sama, &lt;br /&gt;6.percaya diri, kreatif, dan pantang menyerah, &lt;br /&gt;7.mempunyai rasa keadilan dan sikap kepemimpinan, &lt;br /&gt;8.baik dan rendah hati, &lt;br /&gt;9.mempunyai toleransi dan cinta damai.&lt;br /&gt;Paterson dan Seligman seperti yang dikutip oleh I Gede Raka, mengidentifikasikan 24 jenis karakter yang baik atau kuat (character strength). Karakter-karakter ini diakui sangat penting artinya dalam berbagai agama dan budaya di dunia. Dari berbagai jenis karakter, untuk Indonesia ada lima jenis karakter yang sangat penting  dan sangat mendesak dibangun dan dikuatkan sekarang ini yaitu: kejujuran, kepercayaan diri, apresiasi terhadap kebhinekaan, semangat belajar, dan semangat kerja. Karakter ini sangat diperlukan sebagai modal dasar untuk memecahkan masalah besar yang menjadi akar dari kemunduran bangsa Indonesia selama ini yaitu korupsi, konflik horizontal yang berkepanjangan, perasaan sebagai bangsa kelas dua, semangat kerja dan semangat belajar yang  rendah.&lt;br /&gt;Sedangkan Dr. Sukamto dalam diskusi yang diselenggarakan Jum’at, 19 Juni 2009 mengemukakan bahwa untuk melakukan pendidikan karakter, perlu adanya powerfull ideas, yang menjadi pintu masuk pendidikan karakter. Powerfull ideas ini meliputi:&lt;br /&gt;1.God, the World &amp; Me (gagasan tentang Tuhan, dunia, dan saya)&lt;br /&gt;2.Knowing Yourself (memahami diri sendiri)&lt;br /&gt;3.Becoming a Moral Person (menjadi manusia bermoral)&lt;br /&gt;4.Understanding &amp; Being Understood Getting Along with Others (memahami dan dipahami)&lt;br /&gt;5.A Sense of Belonging (bekerjasama dengan orang lain)&lt;br /&gt;6.Sense of belonging&lt;br /&gt;7.Drawing Strength from the Past (mengambil kekuatan di masa lalu)&lt;br /&gt;8.Dien for All Times &amp; Places&lt;br /&gt;9.Caring for Allah’s Creation (kepedulian terhadap makhluq)&lt;br /&gt;10.Making a Difference (membuat perbedaan)&lt;br /&gt;11.Taking the Lead &lt;br /&gt;Adapun nilai-nilai yang perlu diajarkan pada anak menurut Dr Sukamto meliputi:&lt;br /&gt;1.Kejujuran  &lt;br /&gt;2.Loyalitas dan dapat diandalkan&lt;br /&gt;3.Hormat &lt;br /&gt;4.Cinta&lt;br /&gt;5.Ketidak egoisan dan sensitifitas&lt;br /&gt;6.Baik hati dan pertemanan&lt;br /&gt;7.Keberanian&lt;br /&gt;8.Kedamaian &lt;br /&gt;9.Mandiri dan Potensial&lt;br /&gt;10.Disiplin diri dan Moderasi&lt;br /&gt;11.Kesetiaan dan kemurnian&lt;br /&gt;12.Keadilan dan kasih sayang&lt;br /&gt;Selain itu, Kuntowijoyo juga merumuskan nilai-nilai profetik yang meliputi transendensi, humanisasi, dan liberasi (Moh. Shofan:2004). UNY sendiri mengharapkan lulusannya supaya menjadi pribadi-pribadi yang cendekia, mandiri, dan bernurani.&lt;br /&gt;Agar dapat dijadikan ukuran yang benar, sesungguhnya karakter individu juga bisa dilihat sebagai konsekuensi karakter masyarakat. Kalau karakter masyarakat dan karakter bangsa akan ikut menentukan karakter individu, maka sasaran pendidikan karakter akan lebih banyak diarahkan pada masyarakat atau bangsa.&lt;br /&gt;Bangsa Indonesia menyepakati nilai-nilai yang diusung menjadi pandangan filosofis kehidupan bangsanya. Nilai-nilai itu meliputi : (1). Ketuhanan yang maha Esa, (2) Kemanusiaan yang adil dan beradap, (3) Persatuan Indonesia, (4) Kerakyatan yang dipimpin oleh hikmah kebijaksanaan dalam permusyawaratan perwakilan, dan (5) Keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia. Nilai-nilai ini selaras dengan nilai-nilai berikut yang kita sebut sebagai 5 pilar karakter :&lt;br /&gt;1.Transendensi&lt;br /&gt;Menyadari bahwa manusia merupakan ciptaan Tuhan yang maha Esa. Darinya akan memunculkan penghambaan semata-mata pada Tuhannya yang Esa. Kesadaran ini juga berarti memahami keberadaan diri dan alam sekitar sehingga mampu memakmurkannya.&lt;br /&gt;2.Humanisasi&lt;br /&gt;Setiap manusia pada hakekatnya setara di mata Tuhan kecuali ilmu dan ketakwaan yang membedakannya. Manusia diciptakan sebagai subjek yang memiliki potensi. &lt;br /&gt;3.Kebinekaan&lt;br /&gt;Kesadaran akan ada sekian banyak perbedaan di dunia. Akan tetapi, mampu mengambil kesamaan untuk menumbuhkan kekuatan&lt;br /&gt;4.Liberasi&lt;br /&gt;Pembebasan atas penindasan sesama manusia. Olehnya, tidak dibenarkan adanya penjajahan manusia oleh manusia. &lt;br /&gt;5.Keadilan&lt;br /&gt;Keadilan merupakan kunci kesejahteraan. Adil tidak berarti sama, tetapi proporsional.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;PENYEBAB KRISIS KARAKTER DI INDONESIA&lt;br /&gt;Menurut Prof. Wuryadi, sebenarnya, pembangunan karakter bangsa mulai dikumandangkan sebagai bagian dari program nasional bangsa dan pemerintah Indonesia sejak awal negara ini lahir. Tetapi, program ini belum selesai karena banyak pihak-pihak yang merasa dirugikan. Indonesia dengan kekayaan alamnya akan sulit dikuasai manakala bangsanya memiliki karakter yang kuat. Oleh karena itu, kondisi bangsa kita dibuat semakin tajam krisis karakternya. Menurut Gedhe Raka, krisis karakter bangsa kita disebabkan oleh hal-hal sebagai berikut:&lt;br /&gt;1.Terlampau terlena oleh Sumber Daya Alam yang melimpah. &lt;br /&gt;2.Pembangunan ekonomi yang terlalu bertumpu pada modal fisik.&lt;br /&gt;3.Surutnya idealisme, berkembangnya pragmatisme ‘overdoses’. &lt;br /&gt;4.Kurang berhasil  belajar dari pengalaman  bangsa sendiri&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;FUNGSI KARAKTER&lt;br /&gt;Selain memperkecil resiko kehancuran, karakter juga menjadi modal yang sangat penting untuk bersaing dan bekerja sama secara tangguh dan terhormat di tengah-tengah bangsa lain. Karakterlah yang membuat bangsa Jepang cepat bangkit sesudah kekalahannya dalam Perang Dunia II dan meraih kembali martabatnya di dunia internasional. Karakterlah yang membuat bangsa Vietnam tidak bisa ditaklukkan, bahkan mengalahkan  dua bangsa yang secara teknologi dan ekonomi jauh lebih maju, yaitu Perancis dan Amerika. Pembangunan karakterlah yang membuat Korea Selatan sekarang jauh lebih maju dari Indonesia, walaupun pada tahun 1962 keadaan kedua negara secara ekonomi dan teknologi hampir sama. Pembangunan karakterlah yang membuat para pejuang kemerdekaan berhasil menghantar bangsa Indonesia ke gerbang kemerdekaannya (Gedhe Raka, 1997:1).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Referensi:&lt;br /&gt;Achmad Fedyani Saifuddin dan Mulyawan Karim.(2008). Refleksi Karakter Bangsa. Jakarta: Forum Kajian Antropologi Indonesia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ayumardi Azra.(2002). Paradigma Baru Pendidikan Nasional Rekonstruksi dan Demokratisasi. Jakarta: Kompas.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Doni Koesoema A. (2007). Pendidikan Karakter, Strategi Mendidik Anak di Zaman Global. Jakarta: Grasindo.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Gedhe Raka. (1997). Pendidikan Membangun Karakter. Bandung. Makalah Tidak dipublikasikan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Moh. Shofa.(2004).Pendidikan Berparadigma Profetik.Yogyakarta:IRCiSoD.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pusgerak BEM UI 2007, Pusgerak BEMUI 2008, Yustisia Rachman, Rimas Kautsar, Fitri Arlinkasari. (2009). Kajian UU Badan Hukum Pendidikan. Tidak dipublikasikan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tim Penyusun. (1993). Psikologi Pendidikan. Yogyakarta: UPP UNY. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Wuryadi. (       ). Pendidikan untuk Membangun Bangsa Dan Wataknya. Makalah tidak dipublikasikan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;”Kata kunci di era knowledge based society/economy  adalah knowledge creation dan sharing culture. Budaya ini lahir dari kesadaran (intrinsic motivation, IM). Bukan terpaksa dari luar (extensic). IM sendiri merupakan refleksi karakter-karakter luhur yang terbentuk melalui proses yang panjang. Disinilah ketika kita bicara tentang SDM yang dapat bersaing secara global maka pendidikan karakter menjadi imperatif. Knowledge is power, but character is more.”(Prof. Shohibul Iman, Dosen Paramadina)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Selama dimensi karakter tidak menjadi bagian dari kriteria keberhasilan dalam pendidikan, selama itu pendidikan tidak akan berkontribusi banyak dalam pembangunan karakter”&lt;br /&gt;(I Gedhe Raka, Guru Besar ITB)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;”Dalam kenyataanya, pendidik berkarakterlah yang menghasilkan SDM handal dan memiliki jati diri. Oleh karena itu, jadilah memiliki jati diri. Oleh karena itu, jadilah pendidik yang berkarakter kuat dan cerdas.”( Prof. Dr. H. Furqon Hidayatullah, M. Pd, Dekan FKIP UNS, penulis buku pendidikan karakter)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;”Pilar akhlak (moral) yang dimiliki (mengejewantah) dalam diri seseorang sehingga ia menjadi orang yang berkarakter baik (good character) adalah JUJUR, SABAR, RENDAH HATI, TANGGUNG JAWAB dan RASA HORMAT, yang tercermin dalam kesatuan organisasi harmonis dinamis. Tanpa nilai-nilai moral dasar ini (basic moral values) yang senantiasa mengejewantah dalam diri pribadi kapan dan dimana saja, orang dapat dipertanyakan kadar keimanan dan ketaqwaan yang dimilikinya. Kita memanggandrung untuk membangun, tumbuh dan berubah, namun bukan denganharga setinggi harga penghancur eksistensi, esensi diri dan karakter kita sendiri. Kita ingin mengenyam dan bila mungkin menyambung kemenangan ilmu dan teknologi, tetapi bukan kemenangan semu yang secara ”built-in” mengandung kekalahan total dari sudut nilai-nilai insani. Kemenangan semu jangka pendek akan menjadi bumerang kerugian jangka panjang (Dwi Siswoyo M. Hum, Dosen FIP UNY)&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1531764432857380464-7525413428904143823?l=shafaleader.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://shafaleader.blogspot.com/feeds/7525413428904143823/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://shafaleader.blogspot.com/2009/08/pendidikan-sarana-strategis-pembangunan.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1531764432857380464/posts/default/7525413428904143823'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1531764432857380464/posts/default/7525413428904143823'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://shafaleader.blogspot.com/2009/08/pendidikan-sarana-strategis-pembangunan.html' title='PENDIDIKAN : SARANA STRATEGIS PEMBANGUNAN KARAKTER'/><author><name>Amiruddin Shafa</name><uri>http://www.blogger.com/profile/10930309028643559988</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_4icCq81XL3w/S2SO4jPYQeI/AAAAAAAAAC0/lzl1ku-3_04/S220/IMG_1623+copy.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1531764432857380464.post-8572135184861446971</id><published>2009-08-06T19:10:00.000-07:00</published><updated>2009-08-08T05:57:55.137-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Pengalaman'/><title type='text'>Training Centre sebelum PIMNAS</title><content type='html'>Jum’at, 17 Juli 2009&lt;br /&gt;Entah kenapa beberapa hari sebelum PIMNAS luntur semangat itu tidak ada sama sekali. Ada apa ini gerangan? Pada tanggal 10 s.d. 12 Juli 2009 dari rektorat UNY mengadakan TC (training Centre) untuk menyiapkan beberapa bekal yang harus dibuat utnuk pergi ke PIMNAS danbeberapa pengumuman lainya. Berangkatnya yang seharusnya pukul 14.00 WIB aku terlambat dan berangkat pukul 21.00 WIB karena mengerjakan proposal KKN di BEM, belum bisa terpisah dari agenda KKN untuk focus ke dalam PIMNAS. Jiwa-jiwa semangat itu hilang entah kemana. &lt;br /&gt;Pada saat mulai kegiatan TC aku cukup kaget, karena memang kami tidak tahu agendanya aka nada apa aja? Ternyata kami di karantina untuk menyiapkan poster dan presentasi untuk di PIMNAS nantinya. Dari semua kelompok yang ada, hanya kelompokku yang belum buat apapun, bingung, padahal dalam rencana kita bertiga itu akan kita laksanakan minggu depan. Fuh.. haru buat nih, dan TC berakhir sampai pukul 1 pagi tiap harinya. Hari ke 2 TC semangat itu belum muncul, ingin sekali membuat susatu hal sehingga timbul motivasi dari luar. Siangnya aku keluar dari TC (padahal tidak dibolehkan) untuk ngenet dan ketemu teman untuk mengerjakan proposal di BEM. Dan pulang ke TC  sore hari pada saat menjelang magrib.&lt;br /&gt;Malam harinya, benar apa yang terjadi, karena entah apa yang aku katakan seorang dosen mulai memberikan sebuah cerita yang membaut aku termotivasi. Karena pada pagi harinya kami pas presentasi di kasih masukan yang menusuk di hati, yaitu karya kami dikatakan anak SD aja bisa buat, ngapain harus ad aide itu? Malam itu juga dapatlah aku semangat itu, semalaman ku selesaikan semuanya, presentasi dan poster siap untuk di presentasikan pagi harinya…&lt;br /&gt;Tiga hari yang panjang dalam TC, tetapi pasca TC kami tetap berusaha latihan untuk presentasi dan menyiapkan apa yang belum siap, dua kali kami presentasi di depan dosen lainya, grogi nya bisa hilang, tapi tidak tahu apakah nantinya juga akan hilang..kita lihat aja di PIMNAS…tinggal beberapa hari lagi.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1531764432857380464-8572135184861446971?l=shafaleader.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://shafaleader.blogspot.com/feeds/8572135184861446971/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://shafaleader.blogspot.com/2009/08/training-centre-sebelum-pimnas.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1531764432857380464/posts/default/8572135184861446971'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1531764432857380464/posts/default/8572135184861446971'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://shafaleader.blogspot.com/2009/08/training-centre-sebelum-pimnas.html' title='Training Centre sebelum PIMNAS'/><author><name>Amiruddin Shafa</name><uri>http://www.blogger.com/profile/10930309028643559988</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_4icCq81XL3w/S2SO4jPYQeI/AAAAAAAAAC0/lzl1ku-3_04/S220/IMG_1623+copy.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1531764432857380464.post-6250117022166561985</id><published>2009-08-06T19:09:00.000-07:00</published><updated>2009-08-08T05:58:09.091-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Pengalaman'/><title type='text'>Keterima PIMNAS 2009</title><content type='html'>Senin, 6 Juli 2009&lt;br /&gt;Entah apa yang aku pikirkan saat itu, pada malam jum’at yang sepi hp ku berbunyi, salah satu teman kelompok yang ku ajak untuk buat PKM GT sms, saat itu waktu menunjukkan pukul 22.00 WIB. Dia berkata “mas PKM kita masuk PIMNAS”. Glek….saat itu juga aku tidak percaya, sampai aku menanyakan hal ini hamper 4 kali berulang. Heran dan bingung, apakah ini mimpi. Terpaksan karena tidak yakin, aku pergi ke internet malam itu juga, waktu menunjukkan pukul 23.00 WIB, aku nge net di 3 km dari ruamah ku. Heran, bahagia, merasuk dalam hatiku malam itu, entah kenapa PKM GT yang aku usulkan pada bulan maret lalu diterima masuk PIMNAS dan dapat penghargaan. Padahal karyanya tidak terlalu bagus, bahkan dari dalam tulisanya masih banyak kesalahan yang terjadi. Inilah keajaiban yang ingin ditunjukkan Allah kepadaku akan kebesaranya. Salah satu dari ribuan mimpiku terjawab sudah untuk masa kampus, adalah mengikuti PIMNAS dan juara.&lt;br /&gt;PKM ku berjudul PEMODELAN PEMILU LEGISLATIF 2009 SEBAGAI SOLUSI MENGETAHUI WAKTU YANG DIBUTUHKAN DALAM PEMUNGUTAN SUARA. Mungkin keunggulan dari karya ini adalah tepat pada saat momentum pesta demokrasi ini berlangsung, itulah salah satu kelebihan yang aku sadari untuk saat itu. Berjalannya waktu, beberapa temanku pun kaget, bahkan dengan mengatakan “pertama kalinya menteri sospol BEM ikut PIMNAS dengan status PESERTA”. &lt;br /&gt;Perjalanan ini dilanjutkan dengan beberapa kali koordinasi dengan teman-teman satu kelompok, untuk menyiapkan apa-apa yang harus segera disiapkan, tetapi memang karena sibuknya KKN dan agenda di BEM membuat ku sulit untuk bergerak leluasa seperti teman yang lain. Hanya bisa sore hari. Tetapi itu tidak menyurutkan semangan kami bertiga untuk mengapai mimpi itu bersama..semangat...go to PIMNAS 2009.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1531764432857380464-6250117022166561985?l=shafaleader.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://shafaleader.blogspot.com/feeds/6250117022166561985/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://shafaleader.blogspot.com/2009/08/keterima-pimnas-2009.html#comment-form' title='2 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1531764432857380464/posts/default/6250117022166561985'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1531764432857380464/posts/default/6250117022166561985'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://shafaleader.blogspot.com/2009/08/keterima-pimnas-2009.html' title='Keterima PIMNAS 2009'/><author><name>Amiruddin Shafa</name><uri>http://www.blogger.com/profile/10930309028643559988</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_4icCq81XL3w/S2SO4jPYQeI/AAAAAAAAAC0/lzl1ku-3_04/S220/IMG_1623+copy.jpg'/></author><thr:total>2</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1531764432857380464.post-1666878780926977563</id><published>2009-05-06T04:50:00.000-07:00</published><updated>2009-08-08T05:58:25.945-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Pendidikan'/><title type='text'>AKSI PENDIDIKAN 2 MEI</title><content type='html'>AKSI PENDIDIKAN 2 MEI &lt;br /&gt;BEM SELURUH INDONESIA&lt;br /&gt;“RE-ORIENTASI PENDIDIKAN NASIONAL serta WUJUDKAN PARLEMEN DAN PEMERINTAHAN PEDULI PENDIDIKAN”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pendidikan nasional hingga saat ini tetap belum mampu mewujudkan tujuan pembangunan nasional sebagaimana tertera dalam pembukaan UUD 1945 dan UU Sisdiknas, yaitu mencerdaskan kehidupan bangsa serta menciptakan pemerataan dan keadilan sosial di seluruh masyarakat Indonesia dan terselenggaranya pendidikan secara demokratis yang menempatkan peran serta masyarakat dalam proses pendidikan di Indonesia. Maka, re-orientasi Pendidikan Nasional harus dilakukan.&lt;br /&gt;Ditinjau secara perspektif ideologis (prinsip) dan perspektif teknis (praktis), berbagai masalah pendidikan Indonesia dapat dikategorikan dalam dua masalah. Pertama, masalah mendasar, yaitu kekeliruan paradigma pendidikan yang mendasari keseluruhan penyelenggaraan sistem pendidikan. Kedua, masalah-masalah cabang, yaitu berbagai problem yang berkaitan dengan aspek praktis atau teknis yang terkait dengan penyelenggaraan pendidikan, seperti mahalnya biaya pendidikan, rendahnya prestasi siswa, rendahnya sarana fisik, rendahnya kesejahteraan guru, dan sebagainya.&lt;br /&gt;Anggaran 20% pendidikan di Indonesia terancam mengalami penurunan pada tahun 2010 sebesar 11,7 triliun. Walaupun secara presentase masih berkisar 20,6 persen dari 21% anggaran di tahun 2009. Keputusan MK Nomor 24/PUU-V/2007 terkait dengan penyusunan anggaran pendidikan APBN dan APBD, memasukkan gaji guru dalam alokasi 20% anggaran tersebut. Ini merupakan penelikungan dari semangat peningkatan mutu pendidikan yang dilakukan oleh pemerintah.  &lt;br /&gt;Kontroversi Ujian Nasional (UN) sebagai sistem evaluasi pendidikan berbasis nasional belum menemukan simpul penyelesaian. Kurikulum KTSP yang menghendaki otonomi tingkat satuan pendidikan tidak sinkron dengan Ujian Nasional (UN) sebagai sistem evaluasi berbasis nasional. UN ibarat tiang gantungan yang menahan laju pendidikan nasional. Bagaimana mungkin mengedepankan otonomi ketika sistem evaluasinya tetap berbasis nasional (tidak mengindahkan otonomi sekolah/satuan pendidikan)? Serangkaian tes kelulusan selain UN yang mengatasnamakan otonomi sekolah (misal, UAS, uji kompetensi, tes akhlak, dsb), sama saja tidak berguna ketika UN tidak lulus. KTSP tidak sama dengan UN. Inilah bukti pemerintah tidak konsisten dalam menggulirkan kebijakan pendidikan. Selain itu, benarkah alat test UN sudah menjadi indikator sebagai variabel dominan dalam keberhasilan siswa di sekolah yang lebih tinggi?&lt;br /&gt;UU BHP yang baru di sahkan 17 Desember 2008 yang lalu juga menuai kontroversi baru. Ada 27 pasal yang bermasalah, menurut hasil konfrensi BEM SI di Yogyakarta. Apabila BHP menjadi kenyataan, maka dipastikan komersialisasi pendidikan tidak bisa lagi dihindari. Pendidikan biaya tinggi sudah barang tentu menjadi sebuah keniscayaan, sehingga mengakibatkan diskriminasi terhadap masyarakat miskin untuk menikmati pendidikan. Hal ini juga semakin menunjang pemberlakuan otonomi perguruan tinggi yang boleh dinilai gagal. &lt;br /&gt;Badan Eksekutif Mahasiswa Seluruh Indonesia (BEM SI) dengan ini menyatakan sikap:&lt;br /&gt;1. Tolak UU BHP &lt;br /&gt;2. Evaluasi sistem penentu kelulusan pendidikan, yang menjadikan UN sebagai salah satu parameternya.&lt;br /&gt;3. Realisasikan pendidikan terjangkau bagi rakyat sebagai amanat TUGU RAKYAT.&lt;br /&gt;4. Tolak penelikungan anggaran 20% pendidikan (gaji guru jangan dimasukkan dalam anggaran 20%).&lt;br /&gt;Yogyakarta, 2 Mei 2009&lt;br /&gt;Koordinator Bidang Pendidikan&lt;br /&gt;BEM Seluruh Indonesia&lt;br /&gt;Presiden Mahasiswa BEM REMA UNY&lt;br /&gt;Pidi Winata&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1531764432857380464-1666878780926977563?l=shafaleader.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://shafaleader.blogspot.com/feeds/1666878780926977563/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://shafaleader.blogspot.com/2009/05/aksi-pendidikan-2-mei.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1531764432857380464/posts/default/1666878780926977563'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1531764432857380464/posts/default/1666878780926977563'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://shafaleader.blogspot.com/2009/05/aksi-pendidikan-2-mei.html' title='AKSI PENDIDIKAN 2 MEI'/><author><name>Amiruddin Shafa</name><uri>http://www.blogger.com/profile/10930309028643559988</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_4icCq81XL3w/S2SO4jPYQeI/AAAAAAAAAC0/lzl1ku-3_04/S220/IMG_1623+copy.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1531764432857380464.post-5149515763853991974</id><published>2009-04-13T06:08:00.001-07:00</published><updated>2009-08-08T05:58:38.463-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Politik'/><title type='text'>KERTAS SUARA CACAT PADA HARI PEMUNGUTAN SUARA</title><content type='html'>9 April 2009 pukul 13.48 WIB&lt;br /&gt;Hal ini ditemukan di TPS 28 desa Sitimulyo tempat ku melakukan pemungutan suara. Hal ini terlihat saat pemugutan suara yang dilakukan dengan menggunakan pulpen tinta merah yang ternyata ada sebuah kebingungan saat ada sebuah surat suara yang salah satu partainya ada bercak tinta merah yang menempel di sebelah lambang partai HANURA dan masih dalam kotak dari partai. Ini menjadi rancu saat perhitungan, dikarenakan peraturan KPU terkait dengan surat sah atau tidak sah menyebutkan bahwa contreng, tercoblos, contreng tidak sempurna dan titik termasuk suara yang sah. Ini menjadi evaluasi dalam pemilu legislative 2009, yang seharusnya segera dibenahi agar tidak terulang di pemilu presiden yang akan dating.&lt;br /&gt;Dan untuk warna pulpen merah juga masih menjadi permasalahan dikarenakan warna merah ini tidak terlihat jika dububuhkan didalam beberapa partai, ini menjadi sangat riskan dimasyarakat karena beberapa kali kertas suara hamper menjadi gugur dikarenakan tidak terlihat saat perhitungan suara. Warna untuk menyontreng seharusnya adalah warna yang berbeda dari warna-warna yang ada dalam partai peserta pemilu 2008.&lt;br /&gt;Harapanya KPU ataupun pihak terkait lebih bisa mengecek kertas suara, agar kertas suara tersebut tidak menjadi suara yang rancu, gugur, ataupun ditujukan pada salah satu partai. &lt;br /&gt;Selain itu untuk saran kedepannya, diharapkan dalam pencontrengan digunakan spidol yag agak besar, bukannya pulpen, sehingga lebih jelas dalam perhitungan suara. Sementara itu, dikarenakan banyaknya partai dan caleg yang harus direkap, menyebabkan perhitungan suaran menjadi lama dan membingungkan, dikarenakan kelelahan Panitia TPS, apalagi harus mengamati centangan yang kecil dan kadang tidak jelas, sehingga kesalahan tidak terelakkan.&lt;br /&gt;Untuk banyak kebijakan KPU yang terlalu mendadak dan kurang tersosialisasi seperti penutupan TPS serta perhitungan dilakukan setelah jam12, menyebabkan banyaknya pemilih yang tidak tahu dan tidak menggunakan hak pilihnya. Selain itu tentang kondisi dan tata caramencontreng yang benar juga perlu lebih disosialisasikan. Saran untuk hal ini, ditiap TPS disediakan tata cara pemilihan serta diagram alur pencontrengan yang benar.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1531764432857380464-5149515763853991974?l=shafaleader.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://shafaleader.blogspot.com/feeds/5149515763853991974/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://shafaleader.blogspot.com/2009/04/kertas-suara-cacat-pada-hari-pemungutan.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1531764432857380464/posts/default/5149515763853991974'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1531764432857380464/posts/default/5149515763853991974'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://shafaleader.blogspot.com/2009/04/kertas-suara-cacat-pada-hari-pemungutan.html' title='KERTAS SUARA CACAT PADA HARI PEMUNGUTAN SUARA'/><author><name>Amiruddin Shafa</name><uri>http://www.blogger.com/profile/10930309028643559988</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_4icCq81XL3w/S2SO4jPYQeI/AAAAAAAAAC0/lzl1ku-3_04/S220/IMG_1623+copy.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1531764432857380464.post-6671236187800617986</id><published>2009-04-13T06:05:00.000-07:00</published><updated>2009-08-08T05:58:54.994-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Politik'/><title type='text'>45 menit untuk persiapan pemungutan suara</title><content type='html'>9 april 2009 pukul  08.13 WIB&lt;br /&gt;Hari ini pemilu 2009 dilaksanakan, setiap daerah diseluruh Indonesia merayakan perta demoktasi itu. Tetapi lagi-lagi karena waktu yang terbatas membuat hal ini tidak menjadi pesta yang kita bayangkan. Jumlah TPS yang terbatas, dengan bilik yang hanya disediakan 4 buah, dan kertas suara yang besar dengan caleg yang berjibul. Menjadikan factor perhitungan suara ini menjadi molor, hal ini ditambah dengan beberapa hal yang tidak terduga di TPS saat hari dimulai, ada beberapa persiapan yang membuat anggota KPPS cukup kaget, dikarenakan tidak tahu apa yang ada dalam kotak suara.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;Di Piyungan ada sebuah TPS yang mengalami hal itu, dimulai dari jam 7 tepat, tetapi di perlama dengan apa yang ada dalam kotak suara, yaitu perlengkapan untuk per TPS, seperti pulpen, spidol, kartu tanda anggota KPPS dan saksi, tinta, berita acara, dan kartu suara itu sendiri. Hal ini menjadi kendala berkurangnya waktu yang diperuntukkan untuk melakukan pemungutan suara. Dari perlengkapan per TPS itu harus dihitung untuk keterbukaan dengan saksi dan pengawas. Dari perhitungan saja menghabiskan waktu 1 jam sendiri, dikarenakan banyaknya kertas suara yang harus dihitung satu-satu. hal ini mengurangi waktu yang diberikan untuk pemungutan suara yang seharusnya hanya 5 jam menjadi 4 jam, dalam simulasi saja untuk waktu 5 jam saja masih terdapat kemoloran yang panjang, apalagi dengan dikurangi perhitungan perlengkapan yang tidak terduga ini. Terlihat ada kemoloran waktu dan menjadikan banyaknya masyarakat yang golput hanya dikarenakan waktu untuk pemungutan suara sudah habis.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1531764432857380464-6671236187800617986?l=shafaleader.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://shafaleader.blogspot.com/feeds/6671236187800617986/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://shafaleader.blogspot.com/2009/04/45-menit-untuk-persiapan-pemungutan.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1531764432857380464/posts/default/6671236187800617986'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1531764432857380464/posts/default/6671236187800617986'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://shafaleader.blogspot.com/2009/04/45-menit-untuk-persiapan-pemungutan.html' title='45 menit untuk persiapan pemungutan suara'/><author><name>Amiruddin Shafa</name><uri>http://www.blogger.com/profile/10930309028643559988</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_4icCq81XL3w/S2SO4jPYQeI/AAAAAAAAAC0/lzl1ku-3_04/S220/IMG_1623+copy.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1531764432857380464.post-3348227899743473762</id><published>2009-04-10T00:13:00.000-07:00</published><updated>2009-08-08T05:59:07.663-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Politik'/><title type='text'>UNY hamburkan uang 80juta lebih untuk pemilu 2009</title><content type='html'>dapat kita lihat bahwa pemilu 2009 ini merupakan pemilu paling mahal bagi bangsa Indonesia dimana tahun ini biaya per orang untuk pemilu ini menghabiskan uang 160rb per orang, bayangkan jika UNY sendiri sebagai kampus pencetak generasi muda yang handal hanya mengakibatkan banyak mahasiswanya yang golput karena susah mengurus administrasi. GARDA PEMILU UNY yang berusaha mengadvokasi mahasiswa UNY untuk mutasi pemilih dari hampir 600 orang hanya ada 64 orang yang dapat teradvokasi surat A5 sampai kampus. Ini dapat dihitung jika masih ada sekitar 500 orang yang golput hanya karena administrasi berarti UNY membuang uang sekitar 80juta -an hanya untuk pemilu 2009 ini.&lt;br /&gt;hal ini jika dinagkat ke tingkat nasional untuk mahasiswa yang tidak dapat memilih karena administrasi bisa mencapai angka  berapa triliyun sendiri uang yang dibuang untuk pemilu 2009 ini??&lt;br /&gt;semoga ada perbaikan untuk pemilu presiden nanti&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1531764432857380464-3348227899743473762?l=shafaleader.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://shafaleader.blogspot.com/feeds/3348227899743473762/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://shafaleader.blogspot.com/2009/04/uny-hamburkan-uang-80juta-lebuh-untuk.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1531764432857380464/posts/default/3348227899743473762'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1531764432857380464/posts/default/3348227899743473762'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://shafaleader.blogspot.com/2009/04/uny-hamburkan-uang-80juta-lebuh-untuk.html' title='UNY hamburkan uang 80juta lebih untuk pemilu 2009'/><author><name>Amiruddin Shafa</name><uri>http://www.blogger.com/profile/10930309028643559988</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_4icCq81XL3w/S2SO4jPYQeI/AAAAAAAAAC0/lzl1ku-3_04/S220/IMG_1623+copy.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1531764432857380464.post-7920420430975522756</id><published>2009-03-25T03:30:00.000-07:00</published><updated>2009-08-08T05:59:21.910-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Pengalaman'/><title type='text'>Saatnya untuk berhenti sejenak</title><content type='html'>terkadang manusia itu adalah arang yang merasa dirinya hebat&lt;br /&gt;siapakah sih kita??aku bukan seorang yang memiliki 10 tangan yang bisa mengerjakan 10 agenda dalam satu waktu saja, aku bukanlah hantu yang bisa berpindah tempat dalam satuan detik saja. aku bukanlah tuhan yang berkehendak. aku hanyalah manusia yang banyak memiliki keterbatasan yang sangat. kenapa tidak??aku tidak bisa melakukan apa-apa tanpa bantuan dari yang lain, aku tidak bisa hidup tanpa bantuan dari orang lai.. itulah aku, manusia.&lt;br /&gt;dua bulan telah berlalu, sebuah amanah yang berusaha aku laksanakan, dan sekarang saatnya aku untuk berhenti sejenak dari berbagai macam rutinitas yang sangat padatnya. kemana aku harus pergi???siapa yang akan menampung orang yang baru terasing ini??duh pusing juga...&lt;br /&gt;Ini bukan bentuk menghindar, atau bentuk mengelak, tapi ini bentuk intropeksi, kata salah seorang staff ku saat kutanya kemarin.&lt;br /&gt;udah ah..bingung mo ngomong apa. ngawur&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1531764432857380464-7920420430975522756?l=shafaleader.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://shafaleader.blogspot.com/feeds/7920420430975522756/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://shafaleader.blogspot.com/2009/03/saatnya-untuk-berhenti-sejenak.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1531764432857380464/posts/default/7920420430975522756'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1531764432857380464/posts/default/7920420430975522756'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://shafaleader.blogspot.com/2009/03/saatnya-untuk-berhenti-sejenak.html' title='Saatnya untuk berhenti sejenak'/><author><name>Amiruddin Shafa</name><uri>http://www.blogger.com/profile/10930309028643559988</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_4icCq81XL3w/S2SO4jPYQeI/AAAAAAAAAC0/lzl1ku-3_04/S220/IMG_1623+copy.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1531764432857380464.post-4802566733974407042</id><published>2009-03-23T02:36:00.000-07:00</published><updated>2009-08-08T06:00:22.908-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Pendidikan'/><title type='text'>SIKAP BEM SI TERHADAP BHP</title><content type='html'>Ahad 15 Maret 2009. setelah melalui perjalanan panjang dalam seminar dan lokakarya pendidikan yang didalamnya membahas terkait dengan BHP (badan hukum pendidikan) yang disahkan pada desember tahun 2008 lalu, dan di tandatangdani pada tanggal 16 Januari 2009 dengan UU no 9 tahun 2009. BHP yang sampai saat ini menjadi sebuah kontrofersi di kalangan mahasiswa, dampak dan pengaruhnya sangat meluas, karena berkaitan dengan sistem pendidikan nasional. mau dibawa kemana pendidikan Indonesia melalui BHP??&lt;br /&gt;Ahad itu, semua universitas yang tergabung pada BEM SI menyatakan sikap untuk MENOLAK BHP dan membuat rumusan terkait dengan pasal-pasal yang janggal dalam BHP tersebut. hari akad itu pula BEM SI mengadakan aksi yang dilaksanakan di Bundaran UGM pada pukul 10.00WIB dan di dalamya ada aksi treatrikal yang menggambarkan pedihnya pendidikan indonesia. yuk SELAMATKAN PENDIDIKAN INDONESIA&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1531764432857380464-4802566733974407042?l=shafaleader.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://shafaleader.blogspot.com/feeds/4802566733974407042/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://shafaleader.blogspot.com/2009/03/sikap-bem-si-terhadap-bhp.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1531764432857380464/posts/default/4802566733974407042'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1531764432857380464/posts/default/4802566733974407042'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://shafaleader.blogspot.com/2009/03/sikap-bem-si-terhadap-bhp.html' title='SIKAP BEM SI TERHADAP BHP'/><author><name>Amiruddin Shafa</name><uri>http://www.blogger.com/profile/10930309028643559988</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_4icCq81XL3w/S2SO4jPYQeI/AAAAAAAAAC0/lzl1ku-3_04/S220/IMG_1623+copy.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1531764432857380464.post-2958069981339001542</id><published>2009-03-23T02:31:00.000-07:00</published><updated>2009-03-23T02:35:46.847-07:00</updated><title type='text'>The NExt Agenda..Seminar Nasional Kepemimpinan Perempuan</title><content type='html'>Hu....Siapa tu perempuan yang tidak boleh sekolah???&lt;br /&gt;kartini yang berjuang demi pendidikan kaum perempuan..&lt;br /&gt;dan lihatlah sekarang???setiap elemen bangsa ada peran perempuan disana sebagai pemimpin&lt;br /&gt;dari tukang becak, teknisi, tukang batu, bahkan direktur sebuah perusahaan adalah seorang perempuan.&lt;br /&gt;dan sekarang 30% kursi di DPR dikhususkan untuk perempuan?&lt;br /&gt;inilah kontribusi zaman untuk perempuan Indonesia..&lt;br /&gt;next...&lt;br /&gt;BEM REMA akan mengadakan seminar nasional kepemimpinan perempuan yang akan dilaksanakan pada tanggal 21 April 2009 di UNY. siapkan segera dan untuk berkontribusi bagi bangsamu...&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1531764432857380464-2958069981339001542?l=shafaleader.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://shafaleader.blogspot.com/feeds/2958069981339001542/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://shafaleader.blogspot.com/2009/03/next-agendaseminar-nasional.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1531764432857380464/posts/default/2958069981339001542'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1531764432857380464/posts/default/2958069981339001542'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://shafaleader.blogspot.com/2009/03/next-agendaseminar-nasional.html' title='The NExt Agenda..Seminar Nasional Kepemimpinan Perempuan'/><author><name>Amiruddin Shafa</name><uri>http://www.blogger.com/profile/10930309028643559988</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_4icCq81XL3w/S2SO4jPYQeI/AAAAAAAAAC0/lzl1ku-3_04/S220/IMG_1623+copy.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1531764432857380464.post-9200920467547651768</id><published>2009-03-23T02:27:00.000-07:00</published><updated>2009-03-23T02:31:25.435-07:00</updated><title type='text'>Segera dan Selanjutnya......</title><content type='html'>Apa dan dimana kita sekarang???&lt;br /&gt;bukan saatnya kita untuk duduk termenung&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;ayo engkaulah para pemuda&lt;br /&gt;saatnya untuk bangkit&lt;br /&gt;saatnya untuk menyeru&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;inilah pemuda Indonesia&lt;br /&gt;yang ditunggu kontribusinya oleh bangsa&lt;br /&gt;bangsa yang terporakporandakan oleh biang-biang putih&lt;br /&gt;tanpa harus teruraikan zaman&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;inilah pemuda Indonesia&lt;br /&gt;yang siap menjadi garda terdepan bangsa&lt;br /&gt;bangsa yang tercabik-cabik oleh bangsa lain&lt;br /&gt;tanpa pernah terelakkan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bukan pula kita yang terus menari diatas genting-genting yang roboh&lt;br /&gt;dan berbicara sendiri dengan awan jalan dengan santainya&lt;br /&gt;tapi AKULAH ANAK INDONESIA&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1531764432857380464-9200920467547651768?l=shafaleader.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://shafaleader.blogspot.com/feeds/9200920467547651768/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://shafaleader.blogspot.com/2009/03/segera-dan-selanjutnya.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1531764432857380464/posts/default/9200920467547651768'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1531764432857380464/posts/default/9200920467547651768'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://shafaleader.blogspot.com/2009/03/segera-dan-selanjutnya.html' title='Segera dan Selanjutnya......'/><author><name>Amiruddin Shafa</name><uri>http://www.blogger.com/profile/10930309028643559988</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_4icCq81XL3w/S2SO4jPYQeI/AAAAAAAAAC0/lzl1ku-3_04/S220/IMG_1623+copy.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1531764432857380464.post-1070887490312666912</id><published>2009-03-23T02:20:00.000-07:00</published><updated>2009-03-23T02:27:41.054-07:00</updated><title type='text'>Launcing Gerakan Anti Korupsi</title><content type='html'>Sabtu, 21 Maret 2009. BEM REMA UNY yang di pelopori oleh Dept SOSPOL mengadakan Launcing Gerakan Pemuda Anti Korupsi. Agenda yang diadakan di Hall Rektorat UNY pada pukul 13.30WIB dan diiringi hujan yang deras dibuka dengan menyanyikan lagu Indonesia raya bersama dan dilanjutkan dengan Orasi tokoh dari KPK. lalu dilanjutkan dengan orasi tokoh dari PJ Rektor UNY pak Rochmat Wahab. diakhiri orasi oleh Bpk Heri Zudianto (Walikota Jogja) yang menerangkan Semangat Pemuda Indonesia yang nantinya akan menjadi orang yang menjayakan Indonesia.&lt;br /&gt;setelah serangkaian dari orasi tokoh dilanjutkan dengan Deklarasi Gerakan Pemuda Anti Korupsi yang dipimpin oleh Pidi Winata sebagai Presiden BEM REMA UNY. Diakhiri dengan membubuhkan tanda tangan dalam bentangan sepanduk sebagai komitmen bersama untuk memerangi segala tindak korupsi yang kita temui.&lt;br /&gt;salam anti korupsi.... siapapun boleh naik, tapi korupsi harus turun&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1531764432857380464-1070887490312666912?l=shafaleader.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://shafaleader.blogspot.com/feeds/1070887490312666912/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://shafaleader.blogspot.com/2009/03/sabtu-21-maret-2009.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1531764432857380464/posts/default/1070887490312666912'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1531764432857380464/posts/default/1070887490312666912'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://shafaleader.blogspot.com/2009/03/sabtu-21-maret-2009.html' title='Launcing Gerakan Anti Korupsi'/><author><name>Amiruddin Shafa</name><uri>http://www.blogger.com/profile/10930309028643559988</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_4icCq81XL3w/S2SO4jPYQeI/AAAAAAAAAC0/lzl1ku-3_04/S220/IMG_1623+copy.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1531764432857380464.post-8917228482896539263</id><published>2009-02-10T22:46:00.000-08:00</published><updated>2009-02-10T22:52:18.344-08:00</updated><title type='text'>Pelantiakan BEM REMA 2009 (2)</title><content type='html'>Akhirnya, sudah terlaksana agenda yang sudah ditunggu-tunggu ini. Hari senin tanggal 9 Februari kemarin tepat pukul 10.00 agenda pelantikan itu dimulai. dimulai dari pelantika sumpah presiden BEM Pidi Winata , Wakil Presiden BEM Dina Hanugrah, dan DPM Wahtini oleh MPM Eko Susanto, dilanjutkan dengan pelantikan kabinet Perjuangan BEM REMA 2009 dengan Posisi, Sekretaris Kabinet Widi Astuti, Menko Eksternal Alfian Ramadhani, Menteri SOSPOL Amiruddin Shafa, Menteri PSDM Afit Hikmah, Menteri Kominfo Nurha Budiyanti, Menteri Pelayanan Publik Pandu, Menteri Dalam Negeri Aulia, dan direktur EC Umi PL.&lt;br /&gt;Disini saya diamanahi menjadi Menteri SOSPOL, dimana keberlangsungan agenda BEM Rema dalam ranah itu akan dibawa. Semoga amanah baru ini bukan menjadikan aku menjadi orang yang lemah, tetapi menjadi orang yang tertempa untuk hidup yang lebih baik. Doakan ya....&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1531764432857380464-8917228482896539263?l=shafaleader.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://shafaleader.blogspot.com/feeds/8917228482896539263/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://shafaleader.blogspot.com/2009/02/pelantiakan-bem-rema-2009-2.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1531764432857380464/posts/default/8917228482896539263'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1531764432857380464/posts/default/8917228482896539263'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://shafaleader.blogspot.com/2009/02/pelantiakan-bem-rema-2009-2.html' title='Pelantiakan BEM REMA 2009 (2)'/><author><name>Amiruddin Shafa</name><uri>http://www.blogger.com/profile/10930309028643559988</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_4icCq81XL3w/S2SO4jPYQeI/AAAAAAAAAC0/lzl1ku-3_04/S220/IMG_1623+copy.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1531764432857380464.post-7677130583866400787</id><published>2009-02-07T20:49:00.001-08:00</published><updated>2009-02-10T01:25:47.917-08:00</updated><title type='text'>Pelantikan BEM ReMa UNY (1)</title><content type='html'>Akhirnya....itu yang langsung terucap oleh teman2 pengurus BEM yang presidenya sudah terpilih dari tanggal 5 Desember 2008, tetapi baru busa dilantik besok tanggal 9 Februari 2009. Ada jeda 2 bulan dari pergantian pengurus. gimana nih??? padahal sudah bayak yang harus dipersiapkan untuk momentum 2009 yang sangat banyak. Dua Bulan waktu yang cukup lama untuk masa peralihan sebuah organisasi yang hanya ber periode satu tahun ini. Harapanya ini tidak menjadi penghalang gerakan teman-teman BEM sendiri. Tetapi Selamat atas terbentuknya kabinet 2009 BEM ReMa UNY. Besok agenda yang dimulai jam 08.00 ini kan melantik secara langsung saudara Pidi Winata oleh MPM.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1531764432857380464-7677130583866400787?l=shafaleader.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://shafaleader.blogspot.com/feeds/7677130583866400787/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://shafaleader.blogspot.com/2009/02/pelantikan-bem-rema-uny.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1531764432857380464/posts/default/7677130583866400787'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1531764432857380464/posts/default/7677130583866400787'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://shafaleader.blogspot.com/2009/02/pelantikan-bem-rema-uny.html' title='Pelantikan BEM ReMa UNY (1)'/><author><name>Amiruddin Shafa</name><uri>http://www.blogger.com/profile/10930309028643559988</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_4icCq81XL3w/S2SO4jPYQeI/AAAAAAAAAC0/lzl1ku-3_04/S220/IMG_1623+copy.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1531764432857380464.post-8746755532759971203</id><published>2009-02-07T20:12:00.000-08:00</published><updated>2009-02-07T20:45:35.762-08:00</updated><title type='text'>SEMILOKNAS "Kepemimpinan Nasional 2009"</title><content type='html'>BEM UNPAD akan mengadakan seminar dan lokakarya nasional tentang kepemimpinan Nasional, dimana disana diundang semua anggota yang tergabung dalam BEM SI. agenda ini akan dilaksanakan dari tanggal 9 sd 12 Februari 2009. semoga agenda ini mengasilkan hal yang berguna untuk bangsa ini terutama momentumpemilu yang sebentar lagi.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1531764432857380464-8746755532759971203?l=shafaleader.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://shafaleader.blogspot.com/feeds/8746755532759971203/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://shafaleader.blogspot.com/2009/02/semiloknas-kepemimpinan-nasional-2009.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1531764432857380464/posts/default/8746755532759971203'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1531764432857380464/posts/default/8746755532759971203'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://shafaleader.blogspot.com/2009/02/semiloknas-kepemimpinan-nasional-2009.html' title='SEMILOKNAS &quot;Kepemimpinan Nasional 2009&quot;'/><author><name>Amiruddin Shafa</name><uri>http://www.blogger.com/profile/10930309028643559988</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_4icCq81XL3w/S2SO4jPYQeI/AAAAAAAAAC0/lzl1ku-3_04/S220/IMG_1623+copy.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1531764432857380464.post-2977193919623652595</id><published>2009-02-06T22:19:00.000-08:00</published><updated>2009-02-06T22:27:34.028-08:00</updated><title type='text'>BHP???kemana sikap mahasiswa??</title><content type='html'>Sampai hari ini banyak yang bertanya. mana sikap dari mahasiswa? apakah mahasiswa sudah tidak punya nyali untuk bersikap? BHP sudah di sahkan dari bulan Desember tahun kemarin, tetapi sampai saat ini belum ada sebuah sikap satu dari seluruh mahasiswa, ada yang menolak, ada yang menerima, dengan berbagai pertimbangan masing-masing kampus.&lt;br /&gt;Kemarin di akhir tahun 2008 BEM seluruh Indonesia mengadakan pertemuan di Lampung (UNILA) dari tanggal 26-29 Desember 2008. disana banyak membahas tentang isu-isu nasional, dan salah satunya BHP. Dalam agenda itu teman-teman berusaha untuk memberikan sebuah keputusan sikap terhadap BHP, tetapi memang BHP yang sudah disahkan ini harus lebih banyak dikaji oleh semua kalangan, maka BEM SI memutuskan untuk mengkaji BHP lebih dalam.&lt;br /&gt;Dari hasil di UNILA, BEM ReMa UNY dinobatkan sebagai koordinator Bidang pendidikan BEM SI, dan akan membuat sebuah forum bhp_centre untuk teman-teman BEM SI. Dan akan menyelenggarakan Lokakarya Nasional BHP untuk menyatukan sikap dan langkah gerak bersama. BEM ReMa UNY akan mengadakan Lokakarya Nasional BHP itu pada tanggal 6-9 Maret 2009 nanti. dan semoga dari sana didapatkan sebuah hasil dimana itu nantinya akan menjadi sejarah merubah bangsa ini menjadi lebuh baik.&lt;br /&gt;Tetap Semangat Kawan-kawan....&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1531764432857380464-2977193919623652595?l=shafaleader.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://shafaleader.blogspot.com/feeds/2977193919623652595/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://shafaleader.blogspot.com/2009/02/bhpkemana-sikap-mahasiswa.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1531764432857380464/posts/default/2977193919623652595'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1531764432857380464/posts/default/2977193919623652595'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://shafaleader.blogspot.com/2009/02/bhpkemana-sikap-mahasiswa.html' title='BHP???kemana sikap mahasiswa??'/><author><name>Amiruddin Shafa</name><uri>http://www.blogger.com/profile/10930309028643559988</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_4icCq81XL3w/S2SO4jPYQeI/AAAAAAAAAC0/lzl1ku-3_04/S220/IMG_1623+copy.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1531764432857380464.post-5784161005947982175</id><published>2009-02-06T22:10:00.000-08:00</published><updated>2009-02-06T22:18:28.598-08:00</updated><title type='text'>Negara Dalam Kampus</title><content type='html'>kalau dilihat dari judul, wah...ngada-ada aja tu orang buat. tapi ini real lho...&lt;br /&gt;Dari sebuah niat awal yang sangat mulia, dan mulai dirumuskan sedemikian sehingga untuk sebuah lembaga di kampus yang biasa dikenal dengan Badan Eksekutif Mahasiswa. biasa kalau kita mendengarkanya dengan kata Republik Mahasisa, ini dibuat sebagai sebuah miniatur negara demokrasi, dimana di dalamnya mahasiswa belajar untuk berpolitik, bernegara, berbangsa, dan bermoral. Sebuah ide yang sangat cemerlah, dan ini diterapkan di kampus Universitas Negeri Yogyakarta.&lt;br /&gt;Hampir semua sistem yang ada didalamnya dibuat semirip mungkin dengan negara ini baik dalam segi eksekutif, legislatif nya.. ada kalau di negara yang sebenarnya DPR, MPR, Presiden. Disini dikenalkan dengan DPM, MPM, Presiden Mahasiswa. Kalaupun di dalam pemilu itu ada partai, di kampus ini pun ada partai mahasiswa, dan pemulihan presiden mahasiswanya pun memakai proses pemilwa (pemilihan umum mahasiswa).&lt;br /&gt;semoga memang dengan adanya sebuah miniatur negara ini bisa menjadikan sebuah pembelajaran yang sangat penting bagi mahasiswa di kampus.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1531764432857380464-5784161005947982175?l=shafaleader.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://shafaleader.blogspot.com/feeds/5784161005947982175/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://shafaleader.blogspot.com/2009/02/negara-dalam-kampus.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1531764432857380464/posts/default/5784161005947982175'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1531764432857380464/posts/default/5784161005947982175'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://shafaleader.blogspot.com/2009/02/negara-dalam-kampus.html' title='Negara Dalam Kampus'/><author><name>Amiruddin Shafa</name><uri>http://www.blogger.com/profile/10930309028643559988</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_4icCq81XL3w/S2SO4jPYQeI/AAAAAAAAAC0/lzl1ku-3_04/S220/IMG_1623+copy.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1531764432857380464.post-8633141223332160648</id><published>2009-02-05T01:11:00.000-08:00</published><updated>2009-02-05T01:39:22.192-08:00</updated><title type='text'>PARPOL yang "BENAR?"</title><content type='html'>Fenomena setiap lima tahun sekali yang terus kita ikuti ini pasti akan terjadi. tibalah saatnya di tahun 2009 ini, sebuah ajang demokrasi yang sangat besar digelar, persiapan dan apapun terkait itu semua mulai dibuat. Inilah yang sering kita tahu "PEMILU". Bukan hal yang aneh lagi bagi kita, tapi inilah realita.&lt;br /&gt;Dua periode ini terjadi fenomena yang cukup menarik dengan banyaknya parpol yang bermunculan. Bermula dari aksi reformasi 98 yang mengubah paradigma demokrasi yang dibuat dan tersistem pada masa orde baru. Banyak yang maju untuk menuju ke puncak kepemimpinan.&lt;br /&gt;hal ini jelas tidak menjadi hal yang terlalu aneh di tahun ini. Banyaknya partai yang ada membuat bingung para pemilih, terutama masyarakat yang awam, karena memang proses pembelajaran politik di masyarakat hanya dilakukan saat "pemilu" saja. tidak sesudah ataupun sebelum pemilu itu sendiri.&lt;br /&gt;Na..yang jadi pertanyaan, pemimpin seperti apakah yang harus kita pilih, yang dibawa oleh partai mana??? sangat kebingungan dengan hal ini, tetapi sebenarnya mudah untuk menilai partai yang baik, atau calon pemimpin yang baik, yaitu dengan melihat bagaimana cara mereka berkampanye sudah kelihatan mereka calon pemimpin yang baik atau tidak. fenomena ini yang banyak terjadi di masyarakat. beberapa indikasi yang kelihatan adalah:&lt;br /&gt;1. politik uang&lt;br /&gt;sudah sering kita dengar dan ini masih banyak dilakukan partai politik untuk menyuap istilahnya, masyarakat untuk memilih. jadi bisa kita lihat, jika pemimpin itu berkampanye dengan cara menyuap, atau politikl uang jangan dipilih, karena kita hanya dapat enaknya pada saat itu aja, tapi lima tahun kedepan kita akan dapat sengsara.&lt;br /&gt;2. kampanye tidak pada tempatnya&lt;br /&gt;apalagi hal ini, bisa sikatakan kampanye terselubung, beberapa hal yang sering dilakukan adalah kampanye pada intitusi pemerintah, yang jelas melalui jabatanya. trus media kampanye yang tidak pada tempatnya, banyak yang kampanye di sekolahan, kampus atau apapun itu..ini na salah, salah tempat. ada juga kemarin kasus, undangan pengajian, tetapi ternyata isinya kampanye. calon pemimpin kok bohong, apa pantas?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;dari beberapa hal diatas kita dapat berfikir dengan jernih, bagaimana kita memilih pemimpin tetapi cara untuk menjadi pemimpin itu dengan cara yang salah, mau dibawa kemana bangsa ini kedepan??itu semua jawabanya ada pada kita semua.&lt;br /&gt;thank...untuk posting yang pertama...&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1531764432857380464-8633141223332160648?l=shafaleader.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://shafaleader.blogspot.com/feeds/8633141223332160648/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://shafaleader.blogspot.com/2009/02/parpol-yang-benar.html#comment-form' title='2 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1531764432857380464/posts/default/8633141223332160648'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1531764432857380464/posts/default/8633141223332160648'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://shafaleader.blogspot.com/2009/02/parpol-yang-benar.html' title='PARPOL yang &quot;BENAR?&quot;'/><author><name>Amiruddin Shafa</name><uri>http://www.blogger.com/profile/10930309028643559988</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_4icCq81XL3w/S2SO4jPYQeI/AAAAAAAAAC0/lzl1ku-3_04/S220/IMG_1623+copy.jpg'/></author><thr:total>2</thr:total></entry></feed>
